Posts Tagged ‘ Open-Source ’

[Tutorial] Mercurial

Seminggu sudah saya buat tutorial Mercurial untuk para kluweker. Mulai dari dasar, sampai klik2 (aka GUI). Jika anda pernah mencoba memakai SVN, tidak ada salahnya memakai Mercurial. Untuk sekarang, saya memakai dua2nya tergantung projek yang saya koding 🙂 Monggo disimak tutorialnya disini :

  1. Bagi anda pengguna subversion http://kluwek.linux.or.id/2011/01/25/mercurial-vs-subversion/
  2. Instalasi Mercurial dalam berbagai distribusi Linux dan dasar-dasar Mercurial http://kluwek.linux.or.id/2011/01/26/instalasi-dan-langkah-pertama-mercurial/
  3. Bagaimana jika anda melakukan kesalahan ? simak disini http://kluwek.linux.or.id/2011/01/27/mercurial-rollback-dan-revert/
  4. Jika anda malas main console dan pengguna setia Eclipse. Baca bagaimana plugin Eclipse dapat membantu anda ber-Mercurial ria http://kluwek.linux.or.id/2011/01/28/mercurial-di-eclipse/

bagaimana ? Tujuan tutorial ini adalah mempersiapkan anda menajdi developer OSS yang mau berbagi sourcenya 😉
Semoga bermanfaat.

Iklan

Open Source : Ekspresikan Mimpi Kita

Jika sebuah pertanyaan “Mengapa anda memilih menggunakan software open source ?”  dilemparkan baik kepada orang yang telah lama maupun baru menggunakan software open source, maka sebagian besar akan menjawab “Gratis!!” Jawaban tersebut memang wajar mengingat sebagian besar software open source memang gratis. Belum lagi  Free Software Foundation (FSF), sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Richard Stallman menggunakan istilah Free Open Source Software mengakibatkan orang berpikiran “free” sebagai gratis. Padahal free yang dimaksud disini adalah freedom atau kebebasan. “It’s free as in freedom ___think free as speech, not free beer”. Free beer  diartikan sebagai kebebasan mendownload software secara gratis. Ada empat kebebasan adalah sebagai berikut :

  1. Kebebasan menjalankan program.
  2. Kebebasan mempelajari isi program dan mengubahnya sesuai dengan kebutuhan
  3. Kebebasan mendistribusikan kembali program
  4. Kebebasan mengembangkan program dan merilis hasil pengembangan kita kepada komunitas

Kebebasan nomor dua dan empat sering tertutupi dengan kebebasan nomor satu dan tiga. Padahal kebebasan nomor dua dan empat sangat berarti dalam pengembangan sebuah open source software. Yang pada akhirnya mampu menciptakan daya kreativitas dan inovasi untuk mengembangkan software tersebut atau membuat software baru.

Gotong Royong dalam Open Source
Empat kebebasan dalam open source sangat cocok dengan budaya bangsa kita, yaitu budaya gotong royong. Sebuah budaya yang semakin lama terkikis dengan individualisme manusia saat ini. Gotong royong yang dimaksud disini adalah budaya untuk mengembangkan software bersama-sama dan memberikan timbal balik berupa laporan bug atau perbaikan (Parallel Developing and Debugging).  Namun budaya gotong royong dalam open source belum terlihat dalam bangsa kita. Penulis baru menemukan pengembangan BlankOn yang telah dilakukan dilakukan secara gotong royong. Sebagian besar OSS yang penulis temukan di Indonesia masih dibuat oleh perorangan atau kelompok kecil. Individu dan kelompok tersebut hanya memberikan sebuah paket source code dan jarang memberikan kesempatan kepada pengguna akhir untuk memberikan timbal balik baik berupa bug atau patch (perbaikan) dari programnya. Metode demikian dinamakan metode Cathedral[Raymond-2000]. Akibatnya software tersebut mempunyai kecepatan rilis yang lambat. Sebagai contoh kita dapat melihat berbagai aplikasi open source pada site http://opensource-indonesia.com/, namun aplikasi-aplikasi tersebut hanya berbagi source code, bahkan ada yang sekedar informasi saja. Ada contoh software dengan pengembangan metode cathedral yang dikembangkan secara individu, yaitu sisfokol, Sistem Informasi Sekolah yang dikembangkan secara individual oleh Agus Muhajir. Pengembangan software open source berkelompok dengan metode cathedral dapat kita lihat pada klorofil3 yaitu sebuah aplikasi e-business berbasis web (PHP).
Dengan mempertimbangkan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan data dari koran tempo yang menunjukkan bahwa selama periode 2001-2005 pekerja IT Indonesia di sektor perangkat lunak meningkat 22.2%[korantempo-2002], kita dapat menggunakan metode Bazaar[Raymond-2000] dalam mengembangkan open source software. Bazaar adalah sebuah metode yang bersifat terbuka dimana masyarakat dapat melihat kode ketika masih dalam proses pembangunan (development) dan dapat pula berkontribusi untuk menentukan fitur-fitur apa yang dinginkan dan memperbaiki bug selama software dalam status pengembangan. Metode ini sangat cocok dengan budaya gotong royong bangsa kita. Dalam metode Bazaar, komunitas memiliki kekuatan yang cukup besar terhadap pengembangan open source. Komunitas dalam hal ini tidak hanya berperan sebagai pengguna akhir, namun dapat berkontribusi berupa donasi, perbaikan kesalahan, dokumentasi dan hal-hal lain yang menunjang keberlangsungan suatu software.

Berinovasilah untuk mewujudkan mimpi
bigbird2

Gambar Big bird diambil dari Flickr yang diupload oleh Evelynishere dengan Lisensi Creative Common

Caroll Spinney, seorang pemeran tokoh Big Bird dalam bukunya The Wisdom of Big Bird[Spinney-2003] mengatakan, “Pertama-tama Anda harus bermimpi dan kemudian anda harus percaya kepada impian itu. Hanya dengan cara itulah impian anda menjadi kenyataan. … Bayangkan dunia Anda seperti yang anda inginkan, kemudian cobalah wujudkan.”. Sebuah mimpi tercipta dari informasi-informasi yang pernah ada sebelumnya. Manusia bermimpi bisa terbang ketika melihat burung terbang. Seorang anak bermimpi menjadi terkenal seperti artis X setelah melihat sepak terjang artis tersebut di dalam layar kaca. Mimpi yang indah bukanlah meniru persis seperti aslinya, namun berusaha mengembangkannya menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang kita inginkan. Begitu pula sebuah software baru tercipta didapatkan karena adanya kebutuhan dan ditambah dengan mempelajari software-software yang telah ada sebelumnya. Kebebasan kedua dalam open source memberikan keleluasan pada kita untuk melakukan itu semua, dimana kita diberi hak untuk membaca dan mempelajari kode program yang kita gunakan. Tidak seperti software closed source yang hanya mendistribusikan kode biner sehingga kita kesulitan mempelajarinya.
Tidak hanya membaca dan mempelajari, bahkan dalam kebebasan keempat Open Source, kita diberi ijin pula untuk melakukan perubahan dan pengembangan terhadap software tersebut selama hal tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah yang tertulis dalam lisensi software tersebut. Software-software yang bersifat proprietary dan closed source tidak akan memberikan hak kita seperti itu karena mereka dilindungi oleh paten. Berbeda dengan software open source yang dilindungi oleh copyright. Apakah beda paten dan copyright ? Paten melindungi ide dari pembuatan software tersebut, sedangkan copyright tidak. Copyright tercipta secara otomatis ketika program tersebut dibuat, sedangkan paten harus dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Paten ini sangat berbahaya dalam mengembangkan produktivitas software, sebagaimana yang digambarkan oleh Richard Stallman ketika berpidato di Cambridge University pada tanggal 25 Maret 2002 [Stallman-2002]. Ketika kita ingin membuat suatu program, kita harus mencari apakah ada paten yang terkait dengan ide pembuatan software tersebut. Ketka kita tidak menemukan paten yang berkaitan dengan ide yang kita miliki, maka kita mulai membuat software tersebut. Ternyata beberapa bulan kemudian selama berlangsung proses pengerjaan  software, keluarlah sebuah paten yang menyerupai ide software yang kita miliki. Pada saat itulah kita tidak boleh melakukan klaim bahwa software yang kita buat adalah ide kita sendiri. Kita harus membayar kepada orang yang memliki paten tersebut, meskipun ide tersebut adalah berasal dari kita sendiri. Sebagai bahan informasi, paten yang terdaftar dapat tertahan selama 18 bulan lamanya dan dalam kurun waktu tersebut ide dari paten tersebut harus dirahasiakan. Padahal 18 bulan adalah waktu yang sangat cukup untuk membuat sebuah sotware baru.

Baca lebih lanjut

Pemaketan Java Aplication di Debian

Alhamdulillah finally … tutorial ini dapat ditulis hari ini.
Well, ternyata pemaketan java di debian is little bit different dengan paket lainnya.

Ok, let’s move … bismillah

Program contohnya dapat didonlot disini

Misalnya kita punya program kita beri nama foo dengan versi 1.0, kita buat dulu direktorinya
#mkdir foo-1.0

Di dalam direktori foo-1.0 kita buat susunan direktori seperti ini :
foo-1.0
–> lib : tempat file-file  library jar
–> src : tempat file-file  java yang perlu dikompilasi
– build.xml : file yang dipanggil ant untuk membangun paket
– foo.desktop : file shortcut aplikasi foo
– fooshrek.png : file gambar icon

Untuk membuat packaging java kita dapat menggunakan paket java-helper meskipun masih ada bug yang perlu kita koreksi nanti.

#apt-get install java-helper sun-java6-bin sun-java6-jdk

#cd foo-1.0

Isi file build.xml :

Baca lebih lanjut

Surabaya Silicon Valley mulai terlihat

Temen saya bilang, ” Iin become powerless nih … without internet”
Ada lagi yang bilang, “in bakalan shock deh … biasanya pake IP visible, internet wus wus, skr ….”
Mungkin bener juga apa yang dikatakan teman saya pada saat bulan pertama disini. Something missing gitu lah. Biasanya ditemani temen-teman Joomla Developer, tiba-tiba harus sendiri disini. Satu commit pun tidak bisa saya lakukan. Hanya dua buah paket instaler joomla di debian yang dapat saya kontribusikan.

But Now …. I am truly alive !! Yes, Alhamdulillah. How come ?

Karena saya punya kekuatan nafas baru disini. Nafas itu tidak lain adalah mahasiswa saya sendiri. Without them, I am NOTHING.

Ebizz Family
8 laki-laki ini mengganggap “code for fun”. Kita adalah satu keluarga. Disini saya bagai wanita di sarang penyamun. Untuk membimbing mereka saya bekerjasama dengan Pak Bekti, Pak Bambang dan Pak Didit. Kita punya 3 riset : Puspa Maya, NusantaraView dan MySkull.


Ada 2 orang yang g ada … sapa ya ?

Tiap minggu kita mengadakan lab meeting. Mereka saling membantu dan berdiskusi, bahkan main2 😆 Kayak begini, nentukan pilihan harus main jempol-jempolan. Duh bikin acara lab meeting nggak selesai2 ! Cape deh Baca lebih lanjut

Pemaketan Paket berdatabase dalam Debian

Paket sudah terinstall, namun database yang merupakan bagian terpenting belum ter-generate secara otomatis sepertinya kurang afdhol. Masak usernya yang diminta bikin database sendiri.

Saya juga sudah buat contoh programnya disini

Yuk kita buat installernya sekarang dengan bantuan dbconfig, bismillah 🙂

#apt-get install dh_make dbconfig-common

1. buat direktori paket kita. Ingat nama direktori formatnya seperti ini : namapaket-versi. Sebagai contoh nama paket kita iin dan versi 3.0, maka nama direktorinya iin-3.0

#mkdir iin-3.0
#cd iin-3.0

2. seperti biasa kita jalankan dh_make
#dh_make -n

Type of package: single binary, multiple binary, library, kernel module or cdbs?
[s/m/l/k/b] s

Maintainer name : Nur Aini Rakhmawati
Email-Address   : aini@darqueenice
Date            : Sat, 10 Jan 2009 14:56:39 +0700
Package Name    : iin
Version         : 3.0
License         : gpl
Using dpatch    : no
Type of Package : Single
Hit to confirm:
Currently there is no top level Makefile. This may require additional tuning.
Done. Please edit the files in the debian/ subdirectory now. You should also
check that the iin Makefiles install into $DESTDIR and not in / .

3. buat direktori web dan db (sembarang sih, hanya untuk mengelompok file2 web dan script SQL aja)
#mkdir web
#mkdir db
Baca lebih lanjut

Ujian Akhir Semester

For my lovely student, check this out 😉

Algoritma dan Pemrograman II

Soal Tertulis dan Projek

Tertulis (nilai 50%)

  1. Dilaksanakan pada saat ujian
  2. OPEN BOOK
  3. 2-3 soal
  4. materi dari awal perkuliahan sampai dengan maximum flow

Projek (nilai 50%)

  1. Final Projek Praktikum
  2. Projek diupload di http://gforge.its.ac.id
  3. Keterangan lebih lanjut disini

Teknologi Open Source

  1. Keberhasilan program sesuai dengan milestone dan fungsional terpenuhi 50 point
  2. Dokumentasi untuk developer lain 10 point
  3. Percabangan subversion  setiap rilis 10 point
  4. Bugtracker (mencari debugger, proses memberikan feedback dan penutupan tracker) 20 point
  5. Cara melakukan perilisan di blog 5 point
  6. Linux Packaging (Debian/RPM) 25 point
  7. Demo dilakukan saat hari UAS sesuai jadwal 😉

Open Source buat saya terharu

TOS_FROST

To be honest, I mewled at the bootom of my heart 😥

Saya tidak percaya mereka bisa berbuat se-kreatif tersebut. Subhannalah.

Two thumb up buat seluruh 12 projek TOS

Saya hanya meminta kalian datang membawa Laptop dan menerangkan produk OSS yang kalian buat. Tapi Luar biasa !!! Tidak saya duga. Kalian membawa peralatan lengkap Stiker, Pin, Brosur, poster, permen, kalender, dll. Ditambah lagi bajunya ada yang seragam.

Without them all, I am nothing

Go Information System Open Source(ISOS), Go Indonesia Open Source 😀

Iklan