Archive for the ‘ Taiwan ’ Category

Vote for Us

Sebenarnya saya malu meminta hal ini kayak Indonesian Idol aja 🙂
lebih baik memperbaiki fitur-fitur program yang belum selesai
namun terpaksa daripada kalah karena tidak ada yang menvoting karya kami (Danh dan saya)
meskipun hasil akhir juga tergantung dari keputusan dewan juri paling tidak mendapat honorable mention.
Alhamdulillah karya kami masuk dalam nominasi Linked Open Data Triplify Challenge di I-Semantics Austria 2008 (http://triplify. org/Challenge? v=1a43) Kebetulan pula saya membawa nama Indonesia (ITS) karena karya ini dikerjakan sebelum dan sesudah sidang thesis di Taiwan.

Jadi intinya dukung kami yak 😀
Judul : Showcases of light-weight RDF syndication in Joomla! by Danh Le Phuoc, Nur Aini Rakhmawati

Bagaimana cara mendukung kami ?
Klik disini : http://triplify.org/Challenge/ Nominations

Pada bagian kanan ada widget polling
Pilih “RDF syndication in Joomla!”

Terima kasih atas dukungannya

Alhamdulillah udah wisuda .. tapi ….

Alhamdulilah kemarin Bapak Bambang, Ibu Erma, Mbak Yuhana, Adik Hendra dan Uda Dedi hadir dalam acara wisuda saya 😀 . Betapa gembira tak terkira. Serasa punya keluarga sendiri di Taipei. Terima kasih Bapak Bambang, Ibu Erma, Mbak Yuhana, Adik Hendra dan Uda Dedi.

Selamat kepada Mbak Yuhana yang telah mendapat gelar MSc. Semoga ilmunya barokah dan berguna setelah kembali ke tanah air dan segera mendapatkan gelar Ibu Sholihah. Amiiin

Baca lebih lanjut

Munarman di Taiwan (2)

Saya bukanlah orang yang melek hukum. Terlalu rumit bagi saya untuk berinteraksi dengan hukum. Hmm padahal kondisi TKW di Taiwan, setidaknya harus punya (sedikit) ilmu tentang itu. Kepengurusan Formmit (forum mahasiswa muslim di taiwan) periode tahun lalu menutup manis kepengurusan dengan mengadakan Achievement and Advocation Motivation Training. Bapak Munarman menjadi trainer pada acara tesebut.

Sebelum hari H pelatihan Pak Munarman, berkunjung ke kota tempat kami studi, Tainan (kota di selatan Taiwan). Menurut informasi panitia, beliau datang ke Taiwan setelah melakukan perjalanan ke negara-negara yang banyak TKI/W lainnya (arab, yordania, korea, dll). Dan subhanallah, (setau saya ya kunjungan) beliau dengan biaya pribadi (huf huf…jadi ingat ketika pas jaman kuliah dulu, suka kadang sebel sama pembicara yang minta tarif tinggi..ups OOT). Kembali ke Pak Munarman, berdasarkan ilmu dan pengalaman serta survei yang beliau lakukan, yang cara yang paling cepat melakukan advokasi terhadap TKI dan TKW adalah dengan menggiatkan dari kalangan TKW dan TKI sendiri karena kalo dari mahasiswa rantainya bisa terputus karena ada kelulusan kuliah. Beliau mencontohkan kalo di Arab, TKI/W ada iuran bulanan untuk menyewa lawyer Arab yang akan siap sedia membantu bila ada TKI/W bermasalah. Menyewa lawyer negara setempat tentu akan lebih efektif. Ilmunya benar-benar digunakan untuk kemaslahatan umat (huhu jadi iri..hayoo semangat!!). Tentu orang-orang sekitarnya akan berbangga kali ya, bila melihat perjuangan beliau.

Nah, secara tadi ceritanya saya gak melek hukum, so sebelumnya saya juga tidak tahu siapa Pak Munarman itu. Setelah mengikuti kegiatan beliau selama di Taiwan, saya menjadi kenal siapa beliau. Sosok yang menginspirasi tentunya.

Dan………………tiba-tiba foto Pak Munarman muncul di detik.com dengan baju dan ikat kepala hitam. Kaget juga…dan hari berganti hati, pemberitaan semakin heboh. Banyak yang memberikan ulasan sana sini, dan mungkin banyak yang memberikan pandangan negatif terhadap tindakan Pak Munarman. Namun, di mata saya, beliau adalah tipikal orang, just say the right thing, no matter what.

Dan tindakan beliau dengan meminta “keadilan hukum” memang menyentakkan. Beliau melakukan tindakan berisiko tinggi. Orang no 1 Indonesia diminta mengesahkan pembubaran Ahmadiyah (harusnya ini memang udah dari dulu disahkan), baru kemudian beliau “menyerahkan diri’ ke polisi. Agama Allah yang dia bela, dan Allahlah yang akan meneguhkan pijakannya di bumi (Muhammad:7) amin..amin..

Ditulis oleh Seorang Mahasiswi Muslimah di Taiwan

Munarman ada di Taiwan ?

Belakangan santer nama Munarman muncul diberbagai pemberitaan, setelah adanya kasus Monas.
Saat ini beliau sedang dicari-cari pihak kepolisian. Ternyata beliau ada di Taiwan. Hmm…. beberapa bulan yang lalu 😛 .Aku jadi inget kenangan dengan beliau saat memberikan training advokasi di Taiwan dua bulan yang lalu.

Training Advokasi bagi para mahasiswa dan juga pekerja di Taiwan ini, diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan.. Nah, yang dihadirkan sebagai trainer adalah Pak Munarman.. Karena sudah cukup lama bergelut dalam dunia hukum, aku sangat faham sekali sepak terjang putra Palembang ini. Beliau cukup terkenal di Indonesia, terutama ketika bergabung dengan YLBHI, Kontras, Tim Pengacara Muslim Indonesia dan terakhir Hizbut Tahrir Indonesia.

Sebenarnya yang namanya pelatihan sampe dengan in House Training dalam bidang advokasi sudah segambreng yang aku ikuti, kira-kira sekitar 10 kali deh kalo nggak salah, hehehehe… Mulai dari yang sehari, tiga hari, sampe yang seminggu-pun pernah aku jalani, ketika menjadi mahasiswa maupun setelah bekerja.

Tapi, di Taiwan ini memang menarik sekali, karena kita harus mengenal legal system-nya Taiwan, yang setelah aku fahami, nggak jelas juga masuk ke area mana?? Apakah Common ataukah Civil?? Untuk itulah aku sangat bersemangat sekali mengikuti acara ini. Ditambah lagi, Pak Munarman juga salah satu lawyer yang cukup aku kagumi kog..

Sebetulnya acara dimulai dengan kunjungan Pak Munarman ke Taipei, mengunjungi penjara di Taipei untuk melihat kondisi pekerja yang berada di dalam penjara. Acara selanjutnya adalah mengisi pengajian di Tainan yang di siarkan secara langsung melalui Radio FORMMIT. Alhamdulillah, aku bersama diminta oleh Panitia pusat untuk menyambut beliau.

Baca lebih lanjut

Saatnya bangkit !

Pagi-pagi tadi sambil packing saya chatting sebentar dengan Bu Nanik yang sedang Konferensi di Polandia. Beliau sempet mengeluh bagaimana bangsa Indonesia dijelek-jelekan oleh bangsa lain di konferensi tersebut. Ada pula peserta yang mabuk dengan mengatakan :

“Malaysia bagus, Indonesia jelek .. Suharto .. bla .. bla “

Duh rasanya gimana gitu. Beliau lebih memilih menghindar berbicara dengan mereka. Sakit rasanya … Ayo Bu Nanik harumkan nama Indonesia dengan riset-riset anda ! I BET YOU WILL !!! No matter what they say …

Saya rasa memang sudah saatnya Indonesia bangkit, jangan terpuruk melulu. Tentunya harus ada dukungan dari seluruh Indonesia. Bukan hanya SBY saja. Kita harus keluar dari keterpurukan ini.

Alhamdulillah sedikit tulisan saya tentang bagaimana membangun pertanian Indonesia lewat FOSS mendapatkan juara 3 di IGOS Summit2. Dari artikel tersebut saya tidak ingin hanya menjadi tulisan saja, lebih dari itu saya ingin menjadi kenyataan. Swasembada pangan merupakan suatu hal yang penting dalam bangsa kita. Banyak rekan2 TKI disini lebih memilih menjual sawah ketimbang menanamnya. Mengapa ? Kebijakan yang tidak mendukung petani membuat mereka menjadi miskin.

Hopefully there is a way to make it comes true. I am nothing, but if there are a lot of people are willing to support me, Insya Allah we make it happen !!

*4 jam sebelum meninggalkan Taiwan

Terima kasih buat Mbak Yuhana atas koreksinya terhadap blog saya tersebut. You make it perfect

Nasi Keju dan Rawon Ayam

Udah lama saya pengin makanan yang biasanya dimakan sama PUG. Kata dia sih hanya udang dan jamur aja. Hampir tiap hari dia makan itu. Hhmm baunya membuat saya jadi pengin. Pumpung hari ini tidak masak, saya pergi ke 7-11, minimarket di kampus. Saya ambil makanan siap saji itu dan untuk memastikannya saya tanya kembali ke pelayan .

Ini bukan daging khan ?

Bukan .. ini seafood.

Alhamdulillah, saya bayar deh makanan tersebut 58 NT. Sebelum dibawa pulang, makanan tersebut dipanasi didalam microwave oleh pelayan tersebut. Sesampai di asrama, saya langsung buka makanan tsb.

Suapan pertama …. Hhhhhmmmmmm … aneh ….

Memang ada udang dan jamur, tapi diatas nasi ada keju cair sepertinya. Uuuh  lidah Indonesiaku merasa tidak mau berkompromi dengan nasi keju itu. Alhasil cuman saya makan separuh. Lah nggak suak kok dimakan ? Abis laper siiih 😳 …

Baca lebih lanjut

Taiwan dan Hong Kong

Hari minggu ini badan saya agak meriang … entah kenapa sejak kemarin sore … lemes dan lemes.

Hati ini terasa gembira bercampur pilu menjelang keberangkatan saya ke Hong Kong. Gembira karena akan segera menjalankan tugas internasional saya yang pertama. Pilu setelah melihat kehidupan para TKI/TKW di Hong Kong.

Wallahu a’lam mana yang lebih parah Taiwan atau Hong Kong ?
Agak sedih juga karena sejak minggu kemarin saya sudah pensiun dari Formmit mengingat waktu semakin dekat dengan kelulusan saya (Amiiin semoga)

Sempat melihat siaran metro TV, tentang kehidupan para TKI di Taiwan

Mungkin di Hong Kong jumlah mahasiswanya lebih sedikit daripada di Taiwan. Terlihat kehidupan TKI disana belum tersentuh. Wallahu ‘alam.

Hong Kong Here … I am coming later ….