Trip ke Rusia #Irelanda7months: Bertemu Nenek Peri Baik Hati


Ini bukan cerita dongeng … bukan pula cerita ibu yang backpacker sambil gendong anak kemana-mana. Mengingat banyak yang request, cerita seminggu di Rusiapun berlanjut setelah masuk draft sebulan akibat terkena postingan coding dan cooking😛 Tulisan ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya. Yang belum baca monggo dibaca dulu ya🙂

Setelah menempuh perjalanan yang penuh tantangan akibat tidak bisa bahasa Rusia sama sama sekali, saya dan Naz bisa beristirahat. Akibat dari perjalanan tersebut, Naz demam semalaman. Dia tidak rewel, 2 kali saya bangunkan dia untuk minum obat penurun demam. Namun hingga pagi demamnya naik turun. Kepala saya pun pusing karena saya tidak bisa tidur nyenyak karena Naz sakit. Padahal rencananya sekitar pukul 10, saya dan Naz mau ikut hacking marathon di salah satu universitas di Saint Petersburg. Dilema sekali rasanya. Akhirnya saya putuskan tidak jadi ikut mengingat kondisi kami berdua yang tidak memungkinkan. ok, we are staying at home whole of the day ! Tapi saya masih ingin ikuuut. Ha ha dasar tangan ini pengin ngoding😛 akhirnya saya isenk kontak panitianya agar memperbolehkan saya untuk ikut keesokan harinya meski saya akan start marathon lambat. Alhamdulillah diperbolehkan🙂 Ok, malemnya saya persiapkan semua jurus API dll. Alhamdulillah Naz udah turun demamnya, tapi masih lemah kondisinya. Semoga besok dia bisa ceria kembali.
IMG-20131005-WA0000
Wajah Naz yang masih dalam kondisi sakit

Beda waktu 4 jam antara Irlandia dan Rusia, ternyata membuat Naz jetlag. Dia baru tidur tengah malam. Tentu saja ini merepotkan saya untuk bisa bangun pagi. Akibatnya, keesokan harinya badan saya terasa ambruk. Sepertinya saya tidak kuat untuk ikut hackathon ini. Ya sudah … sepertinya saya hanya bisa ikut conference hari senin-rabu saja, tanpa harus mengikuti hackathon. Hari ini cukup berbelanja untuk masak. Kata pemilik flat, di sebelah gedung apartemen ada supermarket 24. Namun dasar saya buta huruf rusia, saya malah masuk apotek 24 jam😆 Saya kira angka 24 jam di depan apotek adalah supermarket 24 jam. Btw, Rusia adalah negeri apotek menurut saya, hampir setiap sudut saya berjumpa dengan apotek. Alhamdulillah disebelah apotek saya menemukan pasar secara tidak sengaja. Tentu saja ini hal yang sulit bagi saya untuk berkomunikasi dengan pedagang. Dengan memakai bahasa tubuh tunjuk2 dan pedagang memperlihakan jumlah yang harus saya bayar lewat kalkulator adalah cara yang paling mudah.

Pada malam itu, pemilik flat mengatakan jika ibunya besok akan datang untuk menjaga Naz selama saya conference hari senin dan rabu (dua hari tersebut saya harus presentasi). Saya terkejut mendengar hal tersebut. Dulu waktu saya book flat di airbnb, pemilik flat ini pernah bilang kalau ibunya bisa membantu saya untuk menjaga Naz, namun 2 minggu menjelang rencana berubah karena ibunya harus menjaga dua orang cucunya pada saat yang bersamaan dengan acara konferensi tersebut.
“Lho ada apa ? bukan kah ibumu harus jaga cucu ?”
“Tidak jadi, ibuku berubah pikiran setelah melihat kamu dan anakmu. Apalagi kamu seorang muslim. Ibu ingin membantumu sebagai saudara sesama muslim”
Alhamdulillah ya Allah dengan segala kemudahahnmu. Rusia, yang mungkin lebih kita kenal di negeri komunis, ternyata saya malah bertemu keluarga muslim yang sama sekali tidak saya ketahui sebelumnya. Allah telah menuntun saya bertemu keluarga Muslim dari bangsa Tartar (dulu kalau tidak salah pernah datang ke kerajaan Kediri)🙂

nazrusia

Naz dan Nenek Rusia Muslim

Hari Senin, Hari Pertama
Saya harus berangkat pukul 08.00 naik MRT. Sebelum berangkat saya siapkan semua makanan Naz. Ibu pemilik flat datang tepat pukul 08.00. Sayapun pergi dengan tenang. Jam 14.00 saya sudah kembali ke flat karena saya hanya ikut setengah hari saja. Mengingat saya tidak ada persiapan pompa untuk memerah ASI. Sampai di rumah, Nenek mempersiapkan makanan untuk saya. Jadi sungkan, sudah nitipin anak gratis pake dimasakan pula. Nenek meminta saya membacakan Al Qur’an untuknya. Diapun memperlihatkan foto-foto. Ssaya dan nenek tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena beliau tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi kami untuk berkomunikasi.

Hari Selasa, Hari kedua
Hari ini saya ingin keliling kota sebelum datang ke tempat konferensi. Saya memilih datang telat karena saya hanya ingin datang waktu acara pameran demo dan poster agar bisa bawa Naz. Tempat yang ingin saya kunjungi adalah masjid Soekarno, sebuah masjid yang mempunyai hubungan sejarah dengan Indonesia. Sebelum berangkat, tiba-tiba Nenek datang lagi. Beliau menjaga Naz selama saya jalan-jalan karena khawatir dengan kondisi Naz. Saya awalnya menolak, namun karena memaksa. Ya sudah Nenek akhirnya ikut jalan-jalan. Hari ini nenek bawa kamus biar kita bisa berkomunikasi. Meskipun sepanjang jalan akhirnya Nenek nelpon anaknya agar menjelaskan kepada saya apa yang diinginkannya. Alhamdulillah saya bisa berfoto depan masjid Soekarno😀 Jika tidak ada Nenek, bakalan susah ini dapat fotonya.
masjidsoekarno
Setelah jalan-jalan, Nenek bilang Naz dia bawa pulang saja dan saya diminta langsung ke tempat konferensi. Tentu saja saya menolak karena saya tidak mempersiapkan susu untuk Naz. Beliau mau ikut ke konferensi. Namun saya tidak tega kalau beliau kelelahan. Akhirnya beliau pun paham dengan keinginan saya.
Acara pameran poster dan demo belum dimulai. Masih ada presentasi paper. Sayapun mencoba duduk untuk mendengar dan melihat presentasi. Alhamdulillah Naz tidak menangis pada awalnya. Namun setelah beberapa menit, dia ikut ngoceh. Saya kira cuman satu dua kali saja. Eh dia ngoceh melulu ha ha. Ya udah saya terpaksa keluar daripada mengganggu. Saat acara pameran, Naz ikut berkeliling. Sama sekali tidak menangis meskipun bertemu orang-orang baru. Banyak orang-orang pada kaget saya bawa bayi dari Irlandia. “Too young!” Apalagi dibawa sambil konferensi😀

Hari Rabu, Hari ketiga
Hari ini adalah hari terakhir konferensi. Saya harus presentasi satu lagi. Seperti hari pertama, Nenek datang pukul 8 untuk menjaga Naz.

Alhamdulillah akhirnya saya bisa presentasi dalam konferensi ini dengan baik meskipun pada awalnya saya mengalami kesulitan. Namun Allah mempertemukan kami dengan Nenek Peri Baik hati yang menjaga Naz, yang memasakkan makanan halal dan mengantar kami jalan-jalan keliling kota. Di jaman seperti ini, sangt sulit bertemu orang untuk membantu secara gratis hanya karena kita muslim. Nilai-nilai ukhuwah tersebut ternyata masih ada di Rusia. Lembaran dalam perjalanan PhD saya yang akan selalu saya ingat. Semoga suatu saat bertemu lagi dengan Nenek tersebut.

  1. November 22nd, 2014
    Trackback from : section available online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s