Trip Ke Rusia #Irelanda7months : Ketika Air Lebih berharga daripada Euro


Mempersiapkan perbekalan bayi 7 bulan yang telah mpasi agak rempong. Mulai dari makanan botol, panadol, mainan, popok, alat penyimpan homemade baby food …hadeeehhh

IMG_20131003_174435

Jumat 00.45 berangkat diantar Kakek Matt(pemilik apartemen) ke terminal bis. Di dalam bis, Naz ketawa , sesekali tidur. Sepertinya saya harus bawa gendongan samping karena tanpa sadar saya juga tertidur dan Naz hampir jatuh dari pelukan saya.

Jumat 03.45 sampai di Dublin …wah panjang sekali antrian Luthfansa. lumayan ini gendong Naz depan di belakang bawa tas plus satu koper. Untung laptop saya letak di koper sehingga tidak terlalu memberati punggung saya.

Jumat 05.20 pesawat take off … yach Naz PUP saat take off, tapi habis PUP tidur lelap. jadi saya tidak berani ngganggu dia untuk ganti popoknya. 2 jam lagi sapai di Frankfurt akan saya ganti.

Jumat 08.20 Mendarat. sayang letak kursi saya paling belakang … jadi tidak bisa keluar dengan cepat padahal jam 9.10 pesawat saya take off. Duh jantung berdebar-debar.apalagi lihat broading timenya jam 8.40 😦 Jam 8.30 saya bisa keluar dari pesawat. Sayang jarak tempat mendarat pesawat ke gate keberangkatan sangat jauh dan harus ditempuh dengan bus. Saya berdoa..ya Allah semoga pak sopir ini cepat nyetirnya. Tak disangka bis yang saya tumpangi hapir nabrak portal sehingga sopir mengerem mendadak dan beberapa penupang jatuh. Saya pun hampir jatuh karena saya tidak mau duduk biar gampang keluar. Akhirnya 08.40 saya sampai di terminal keberangkatan. waduh bisa tidak ya menuju gate 20 ? semoga tidak ada security cek yg ribet. Biar cepat, saya nanya information desk dimana gate saya berada. Setelah saya bertanya, saya langsung berbalik dan lari tanpa melihat ada orang di belakang saya sehingga saya menabrak orang. Yang tentu saja Naz yang paling terasa sakitnya karena dia saya gendong di depan. Naz pun nangis. Maaf ya Nak … 😦 Setelah berlari-lari sambil gendong naz di depan dan tas punggung dibelakang, saya hampir mencapai gate 20. Wah ada security check yg super ribet. Saya diminta melepas gendongan saya. Yang tentu saja bagi saya memakan waktu karena sudah pukul 08.50. Takut ketinggalan pesawat. Tidak hanya gendongan, saya dicek badan yang super ribet dan lama. Akhirnya 08.55 saya bisa keluar dari security cek. Lari lagiiiii. Waduh saya liat sudah tidak ada penumpang di gate tersebut. Alhamdulillah ternyata pesawat belum terbang. Penjaganya bilang “No run, you can make it, just go there” Saya lari lagi …wah masih ada antrian untuk masuk ke pesawat. Naz nangis sepertinya dia asih kesakitan akibat tabrakan plus popoknya yang kotor. Akhirnya saya permisi ke penumpang-penumpang di depan saya untuk memberikan saya terlebih dulu masuk agar bisa ganti popok. Alhamdulillah mereka mengerti dan memberikan jalan bagi saya untuk memotong antrian. Namun sayang menurut pramugari, kursi yang saya tempati agak paling belakang, sehingga agak susah untuk mencapainya dengan cepat. Pramugarinya mengijinkan untuk memakai toilet paling depan untuk mengganti popok Naz. Wedew kok stocking Naz juga kena 😦 terpaksa Naz cuman pake celana panjang aja nih. Stokingnya kudu dicopot.  Di dalam pesawat, ada nenek dari US yang baik hati bantu saya selama di pesawat.

Jumat 04-10-13 13.50 …Yay Alhamdulillah mendarat di St Petersburg. Panas juga . Naz keringetan. Di dalam pesawat bobok melulu. Antrian imigrasinya lumayan panjang. Hampir 30 menitlah saya harus antri. Saya cari luggage saya …kok tidak ada ya ? duh jangan2 ketinggalan 😦 Akhirnya saya pergi ke counter lost and found. Bener …. bagasi saya masih di frankfurt 😦 baru akan dibawa oleh pesawat berikutnya yang akan datang pukul 18.00. Petugas mempersilahkan saya mengisi form agar bagasi saya bisa diantar besok. BESOK ??? Oh no ….semua barang termasuk laptop disana. Tas ransel saya isinya cuman popok dan mainan Naz. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu di depan pengambilan bagasi. Nasib… di wilayah pengambilan bagasi ini tidak ada yang jual makanan, tidak ada ATM, tidak ada money changer. Yang ada hanya sebuah mesin penjual minuman yang hanya menerima Rouble. Saya hanya punya EURO. Sebelum berangkat saya sebenarnya berusaha tukar uang, namun tidak ada bank yang mau tuker rubles di Galway meskipun kita pesan duluan.  Kalau saya keluar tempat tersebut untuk mencari makanan dan ATM, saya tidak bisa balik lagi 😦 Dilematis. Untunglah saya bawa 3 ayam dan 5 kroket kentang. Jadi cukup buat pengganjal perut. Makanan Naz juga masih ada. Tapi …habis makan goreng2, haus booo. Tenggorokan kering. AC di ruang pengambilan bagasi cukup kuat …kaki Naz terasa dingin, Naz demam  😦 duh Ya Allah… padahal masih harus nunggu lama. Naz tidak rewel tapi tidur melulu dipangkuan. Tak ada tertawa. Duuuh haus sekali dan tentu saja sangat melelahkan. Kepala saya pening. Naz muntah2 dan masih demam.

Jumat 4-10-13 17.00

Tiba2 ada seorang ibu datang bertanya ada apa dengan bahasa Inggris sedikit-sedikit campur Rusia. Saya hanya bilang bagasi saya ketinggalan. Diapun bercerita kalau tasnya tertukar dengan orang lain. Diapun menawarkan bantuan. “Apa yang bisa kulakukan untukmu” Tanpa sadar saya bicara … saya ingin minum, tapi saya tidak punya uang rubles. “Ok !” diapun mengambil sesuatu dari tasnya. Owh dia ambil dompet. Hampir semua lembaran rubles dimasukan ke tas saya. Terkejut … Saya ambil lagi uang tersebut. “Saya hanya butuh minum, bukan uang …saya punya uang tapi bukan dalam rubles” Ambil saja katanya … Saya menolak lagi sambil menunjuk mesin penjual minuman. “Owh kamu mau itu, ok saya ajari caranya” Diapun mengajari saya mengoperasikan mesin tsb. 15 Rubles untuk satu cangkir air putih. Sisa uang berlembar2 itu dia masukkan lagi ke tas saya. Saya menolak lagi. Dia bilang kamu masih butuh nanti …dan ini buat bayi kamu. Haduuh sepertinya ibu ini tidak paham maksud saya. Tak apa ..buat bayimu. Ya sudah saya pun menerimanya … tanpa menghitung berapa uang yang dia masukkan. (Setelah di rumah dihitung ternyata 500 Rubles, Ya Allah banyaknya )

Jumat 4-10-13 18.10 Alhamdulillah bagasi saya keluar.Sepertinya saya lebih baik nasik taksi saja. Badan dah nggak karuan kalo naik bis plus MRT. Saya menuju loket taksi dan mengatakan mau ke tempat xxx. Setelah itu taksi yang ditunjuk datang. Masuk ke dalam taksi, sopirnya terkejut. Tapi dia pake bahasa Rusia..saya pun tak paham. akhirnya dia bilang “Address ..address..” Ok saya ambilkan alamat yang diberikan oleh pemilik flat yang saya sewa. Diapun masih keliatan bingung. saya pun bingung mo ngomong apa. dan cuman bilang “go go” akhirnya diapun nurut sambil sesekali liat kertas alamat tersebut. Ternyata cukup lama juga ke flat sekitar 1 jam karena macet.

Jumat 19.30 Kami tiba di suatu tempat, yang kata sopirnya itu metro station Prospekt Bolshevikov. Saya pun turun sambil membawa secarik alamat dalam tulisan Rusia. Sayapun bingung melihat semua tulisan dalam Rusia. Mana ya metro ? Tanya kesana kemari mereka sepertinya menghindar . Hiks sedih rasanya. Naz demam … menggigil. Ya Allah …penolakan dari beberapa orang yang saya temui dalam bahasa Rusia. Hingga sekitar 15 menit, baru saya bertemu seorang Bapak dan anak yang mau menunjukkan jalan. Dia melihat alamat di kertas itu, tapi dia bilang susah. Saya bilang ke metro station saja bagaimana, sapa tahu Ekaterina disana. Tapi saya tidak melihat orang yang mendekati saya 😦 Angin berhembus kencang. Naz terlihat pucat. Mungkinkah saya akan menjadi gelandangan hari ini? Bapak tsb mengutarakan idenya. Bagaimana kalau kontak Ekaterina saja? Haduuuh HP saya sudah mati sebelum keluar airport tadi gara-gara saya pakai whatapps ke Katerina dan keluarga mengingat saya tak dapat signal dari operator. Ok saya coba nyalakan HP sapa tahu mau nyala sekejap untuk lihat nomor HP Ekaterina. Weleeeeh g mau nyalaaaa 😥 Akhirnya Bapak tersebut bilang bagaimana kalo tukar SIM saja untuk melihat nomor Ekaterina. Sayang, cara tersebut tak berhasil. Sim Card Irlandia tertolak. Ya Allah …badan Naz semakin demam … Maafkan Mama …. Seorang Ibu, penyebar brosur tiba2 mendekati kami dan memberikan jaketnya untuk menyelimuti Naz. Saya teringat mungkin alamat dan telp Ekaterina ada di laptop. Bapak tersebut meminta saya membuka laptop. Namun karena laptop ada di koper, kita perlu membuka koper. Bapak tersebut mengajak ke warung terdekat agar saya bisa membuka koper dengan mudah. Ntah karena letih, panik, plus gendong Naz, koper tersebut tidak kebuka padahal kombinasi nomor kuncinya sudah benar. Anak dari Bapak tersebut mengendong Naz agar saya bisa mudah membuka koper. Alhamdulillah koperpun terbuka. Ketika tombol power saya nyalakan, saya teringat HP saya bisa dicharge dengan kabel USB yang tersambung ke laptop.  Langsung saya ambil kabel USB dan memasangkan ke laptop dan HP. Alhamdulillah HP nyalaaaaaaaaa. Saya meminta bapak tersebut menghubungi Ekaterina. Ekaterina terhubung … ntah saya tak pahm apa yang diucapkan Bpak tersebut dan Ekaterina. Setelah menutup telpon, Bapak tersebut bilang kita akan ketemu Ekaterina sebentar lagi. Akhirnya, kita keluar warung. Ya Alllah ternyata Ekaterina nunggu depan gedung apartement sejak tadi. Dan gedung tersebut hanya beberapa meter saja dari tempat saya mondar mandir tadi. Ada miskomunikasi sepertinya. Pada awalnya saya berencana naik bus+MRT dan Ekaterina akan menunggu saya depan stasiun MRT. Namun gara2 bagasi saya yang tertinggal di Frankfurt, saya memilih naik taksi karena kelelahan. Ekaterina mengira saya langsung menuju gedung apartemen sehingga tak menunggu depan stasiun. Baik sopir taksi dan Bapak tersebut sebenarnya telah membaca alamat gedung apartemen. Namun karena tidak ada nomor dan lantainya, mereka tak mau mengantar. Saya sendiri sama sekali tak bisa membaca alamat tersebut, versi Rusia dan Inggrisnya beda 😦

pukul 21.00++, saya akhirnya masuk flat. Ibunya Ekaterina langsung menggendong Naz dan menyelimutinya. Mereka meminta saya makan dan mandi dulu. Naz dipegang dan dipijeti ibu tersebut. Ya Allah … hari ini sungguh melelahkah. Alhamdulillah hamba tidak jadi gelandangan di negeri orang.  Semoga acara konferensi nanti berjalan lancar. Ternyata tak mudah membawa anak sambil konferensi di negeri orang. Maksud hati sewa flat biar bisa masak untuk bikin mpasi rumahan dan terhindar dari makanan haram, namun untuk mencari flat tak semulus yang dibayangkan. Apalagi dihadapkan dengan kendala bahasa.

    • Lia Rizal’s personal space
    • Oktober 9th, 2013

    wah mba, keren banget ceritanya, insyAllah, Allah mudahkan jalan:), pas konfrensi anaknya dibawa juga ya mba?

  1. Mbak.. lanjutan cerita saat conference nya belum diposting ya..? ^^

    • wah iya ..dah masuk draft ..belum sempet lanjutin nulisnya
      insya ALlah segera ..
      ternyata ada yg nunggu ya he he

    • Joni Gusmali A.S.
    • November 12th, 2013

    Mbak, InsyaAllah saya ke Limerick dekat Dublin pekan depan, mudah2an visa Irlandia bisa segera keluar…

  2. mba aini kalo ada conference atau umsteigen/transit d frankfurt call sy ya mba. 🙂

  3. Its not my first time to pay a quick visit this website,
    i am browsing this site dailly and get good facts from here all the
    time.

  4. This is the perfect website for anybody who would like to find out
    about this topic. You understand so much its almost hard to argue with
    you (not that I actually will need to…HaHa). You certainly put a brand new spin on a
    topic that has been discussed for years. Wonderful stuff, just great!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s