Bye bye my laptop


Dah bbrp minggu ini saya terpaksa meninggalkan laptop di kampus karena sudah tak kuat lagi membawa laptop PP. Kalau harus minta tolong bawakan tiap hari tak enak hati rasanya. Akhirnya saya putuskan hanya minta tolong saat senin dan jumat karena saya membutuhkannya saat weekend.

image

Hidup tanpa laptop untuk orang seperti saya cukup berat juga. Apalagi saya ingin segera menyelesaikan semua tugas sebelum anak ini lahir kedunia. Untuk itu sekarang semua pekerjaan saya print sbg pengantar tidur dan menyusun algoritma pun dilakukan tulisan tangan di buku. Hhmm jadi inget jaman dulu S1 tdk punya komputer. Namun saya lihat cara ini lebih efektif. Saya bisa lebih konsen tanpa harus terganggu dunia maya.

image

39 minggu kehamilan

  1. laptopnya masih tipe lama ya mbak? hehe

    • ini tahan banting dan punya daya untuk code yg luar biasa 🙂

      • iya sih, tipe-tipe seperti itu tahan utk peng-kodingan, tapi sdh langka dicari..

      • memang yag tipe dulu lebih tahan untuk pengkodingan, tapi sekarang sulit didapatkan…

  2. iya mbak, kalo untuk menulis algoritma memang lebih nyaman di paper ketimbang di laptop, semangat buat mbak iin! 😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s