Metamorfosa Anak Mama menjadi Mama Key


Mungkin banyak orang yang mengira bahwa saya adalah orang mandiri, tahan banting dan lain-lain. Dibalik itu semua, mungkin banyak yang tidak percaya siapa saya dulu ?😛
Waktu kecil saya sangat-sangat manja karena memang terlalu dimanjakan oleh Mbok Nah (nenek saya). Saya sangat tidak mandiri dibandingkan Key anak saya. Dikit-dikit saya panggil Mbok Nah. Apa-apa Mbok Nah. Minum susu saat malam, kalau tidak hangat tidak mau. Minta kipas terus selama tidur. Pokoknya bener-bener parah manjanya.
Semenjak Mbok Nah meninggal, saya menjadi agak lebih mandiri karena dibawa Ibu ke Malang. Namun karena predikat anak bungsu yang saya sandang, tetep saja saya tidak mandiri ! Ibu hampir tidak pernah menyuruh saya berbagai pekerjaan di dapur karena biasanya Ibu lebih meminta tolong sama Mbak2 saya. Di rumah pun juga ada pembantu, terutama bagian cuci pakaian dan setrika. Jadi saya TIDAK PERNAH setrika dan cuci baju hingga saya kuliah S1 ! Meskipun begitu saya tetap diberi tanggung jawab bagian bersihkan meja,kursi, dan lemari setiap harinya. Tidak hanya masalah pekerjaan rumah tangga, sayapun tidak bisa tidur tanpa SPRING BED ! What ! Ibupun tidak pernah mengijinkan saya menginap di rumah teman katanya sih takut saya nanti sakit , nanti saya lapar.
Hingga pada akhirnya saya menamatkan SMU dan ingin hijrah ke Surabaya untuk kuliah. Ibu sama sekali tidak mengijinkan sama kuliah di luar kota. Beliau khawatir saya tidak kerasan, tidak bisa makan dengan baik dan lain-lain. Namun saya tetap bertahan bahwa saya ingin belajar komputer di ITS yang saat itu tidak ada di UNIBRAW. Ah akhirnya Ibupun menyerahkan semua kepada saya.
Hari itu saya harus berangkat ke Surabaya. Awalnya saya merasa semangat sekali. dan terbayang jadi mahasiswa Rek ! Wew ketika satu jam sebelum berangkat tiba2 hati terasa berat meninggalkan Ibu dan badan saya pun demam. Saya mengatakan tidak jadi deh berangkat karena masih ingin dengan Ibu, tidak mau pisah …. parah … Ibu mengatakan “Itu sudah pilihanmu, ayo berangkat …” Dan akhirnya sayapun berangkat diantar Mas sambil membawa sekarung bawaan.
Dan apa yang terjadi pada saya ?
Ya bisa ditebak !

  • Saya sama sekali tidak nyaman tidur karena tidak di spring bed.
  • Belum lagi panaasssnya booo, bikin saya semakin tidak bisa hidup
  • hampir tiap hari keinget-inget Ibu dan nangis melulu …😥
  • Saya tidak bisa makan dengan NASI BUNGKUS karena nasinya bercampur aduk dengan sayur dan lauk. Membuat saya muntah melihatnya😦

Parah parah … itu terjadi seminggu pertama saya di Surabaya. tapi kalau nasi bungkus lebih lama sepertinya😛

Sebagai anak kos, sayapun harus mencuci dan setrika pakaian sendiri. hi hi bisa dibayangkan khan ? Saya nanya ke Mbak-mbak Kos … gimana cara nyuci ? gimana cara setrika ?

Masak ? wow boro2 masak … bumbu dapur saya tidak ada yang kenal😛 Pernah bikin sayur bayam salah pakai kencur, jadilah rasanya urap-urap. Bikin nasi kelembekan dan lain-lain. Udah tidak bisa masak, tapi nggak bisa ngapa2in kalau tidak sarapan. Sudah menjadi kebiasaan di rumah selalu sarapan sebelum jam 6. Di Surabaya, tiap pagi perut saya merana.

Namun, bukankah orang itu bisa berubah ? Everybody starts from Noob, right ? Untunglah, Ibu selalu memberi tanggung jawab di rumah meski ada pembantu. Dan orang tuapun jarang memberikan sesuatu langsung kecuali makanan🙂 Alhamdulillah, pelan-pelan saya belajar untuk beradaptasi dan mencoba mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri hingga sekarang. Dan jujur saya menikmati kehidupan saya sekarang sebagai ibu dan mengatur rumah tanpa pembantu.

  1. wuah, baru tahu mbak iin semasa kecilnya🙂 sedikit hampir sama dengan saya, mbak, yg bahkan bisa masakpun karena berada di Jepang hi..hi..

  2. Wew.. Indah juga ya mba setelah semuanya jadi kenangan.. Sy jg anak bungsu yang anak mama, smp skrg kl pulang kampung g pernah (jarang) nyuci… Hihihi.. Tp sdh tinggal di perantauan sjk usia 12 th jd agak lbh dini bisa nyucinya.. :d

  3. Jadi inget juga, ITS mengubah saya satu hal: kemampuan buat tidur di kursi. Dulu sebelum kuliah tidak bisa tidur kalau ga ada guling. Sekarang pokok ada kursi bisa nyender, jadi pelor. Nempel molor:mrgreen:

  4. makasih udah share ceritanya yaa…salam kenal slalu

  5. alangkah indahnya jika segala hal yang terjadi di masa lalu dipetik sebagai pelajaran, sehingga masa kini dan depan, menjadi lebih baik, ya mbak….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s