Imajinasi Key adalah algoritmaku


Minggu lalu Key tertular virus dari temannya di kelas. Virus mulut kaki tangan ini  menyerang mulut tangan dan kaki dimana terlihat ada bintik-bintik kecil di telapak tangan, telapak kaki dan mulut. Awalnya saya kira Key males makan itu karena giginya yang mau tumbuh, owh ternyata ada bintik2 kecil yang mengganggu di mulutnya. Alhamdulillah rewelnya Key soal makanan ini hanya berlangsung 1 hari saja. Setelah itu selera makannya kembali normal.
Karena penyakit ini terpaksa Key tidak diperbolehkan masuk sekolah meskipun dia tidak demam, tidak males makan bahkan cenderung ceria. Pihak sekolah khawatir penyakit ini menular ke anak lain ditambah lagi ternyata tercatat 6 bayi terinfeksi penyakit ini 😦 dan  mereka tidak mau ada yang tertular lagi.
Jika Key tidak masuk sekolah, berarti saya tidak bisa masuk kuliah dan waktu riset juga banyak tersita menemani Key. Pikiranpun sempat bingung mengingat deadline kirim paper kurang 3 minggu lagi, sedangkan program saya baru jalan 20%. hufff ….  Ya sudah apa boleh buat, semoga Key lekas sembuh.

Hari pertama dan kedua, saya baru riset ketika Key tidur siang dan tidur malam. Perkiraan saya dalam 2 hari Key akan sembuh, apalagi melihat tingkahnya yang sangat ceria dan banyak makan. Owh ternyata saya salah besar. Virus ini meskipun tidak gatal, namun cukup lama keringnya terutama di bagian kaki. Hari ketiga, karena Key belum sembuh juga saya mengubah strategi. Key pagi hari setelah urusan masak dan beres-beres rumah selesai, saya ajak dia ke kampus sambil membawa bekal makanan, susu dan mainan dia. Saya mulai dengan download paper dan berbagai data yang cukup besar disambi bermain dengan Key. Siang kami pulang ke rumah, agar Key bisa tidur. Waktu tidur siang ini saya baca semua paper yang saya download tadi. Sore saya ajak dia keliling taman di belakang rumah sambil melihat kuda, burung dan anjing. Dalam hati agak ketar ketir, duh gimana nasib riset saya ….  Beberapa saat kemudian, saya melihat kegembiraan dia tertawa ceria dan terlihat dia berimajinasi dengan apa yang dia lihatnya di taman itu. Saat itulah saya teringat kata-kata Pak Rully S, dosen saya dulu saat S1.

Membuat program itu tidak perlu lama-lama di depan komputer ……..

Benar juga ya ? Buat apa saya lama duduk di depan komputer untuk memahami atau mencipta sebah algoritma ? Toh pada akhirnya waktu saya juga tersita untuk membaca setumpuk email, rss atau malah bersosial netwoking. jadi inget pula dulu membuat algoritma hanya dengan secarik kerta, pensil dan penghapus karena tidak punya komputer. Dan yang paling saya ingat lagi adalah saat diberi tugas praktikum dengan materi linked list, saya mencoba membayangkan kereta yang berjalan dengan gerbong-gerbongnya.

Ok mulai saat ini saya harus ubah semua cara belajar saya.

Sayapun ikut Key berlari kesana kemari mengejar burung-burung gagak di taman. Sesekali saya duduk, sambil mencoba membayangkan rumus-rumus yang ada paper yang telah saya baca. Alhamdulillah malam harinya, saya lebih cepat dalam menuliskan program. Hari demi haripun saya lalui full time bersama Key, hingga hari ketujuh (hari ini) Key sudah sembuh, semua bintik-bintik telah mengering.

Selain pelajaran di atas, ada dua hikmah yang dapat saya petik dari peristiwa ini. Pertama, menjadi ibu harus siap segala sesuatu, gunakan waktu sebaik-baiknya karena masalah anak sakit tidak bisa diprediksi berapa lama waktunya. Kedua, menjadi ibu harus ikhlas, jika kita tidak ikhlas kebersamaan dengan anakpun jadi tidak menyenangkan dan masalah kuliahpun jadi ikut kacau. Riset butuh pikiran yang jernih.

  1. Rupanya konsep linked list cukup membawa bekas ke banyak orang, termasuk saya hihihi. Dulu saya tiba-tiba melek mrogram gara2 ngerti konsep linked list. Sebelumnya ibarat orang merangkak-rangkak, begitu ngerti linked list langsung lari bikin pointer ke sana ke mari, baru bingung pas di tengah-tengah programnya crash 😀

    • asrori
    • Oktober 28th, 2011

    nampaknya menarik sekali “linked list” ini, boleh dong Mbak Iin berbagi cerita soal makhluk satu ini. Mudah-mudahan bisa belajar dari sana. Dengan bahasa sederhana saja, untuk orang yg awam di dunia pemrograman macam saya. feichang xie xie

    • aprillia
    • November 24th, 2011

    🙂 tersentuh dengan cerita mba iin… keren d^^

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s