Melawan hujan, angin dan salju


Sepulang dari kampus, seorang wanita yang tengah mendorong stroller tiba-tiba dihadang seorang laki-laki tidak dikenal. Lelaki itu menodongkan senjata dan meminta uang. Karena ketakutan wanita itu memberikan seluruh apa yang dibawanya. “Ambil semua, tapi jangan ganggu diriku dan anakku!”. Begitulah sebuah kisah nyata seorang wanita Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri orang yang ditemani oleh anaknya. Persis seperti diri saya ditemani Key (1,5th) untuk mengejar cita-cita di negeri orang. Alhamdulillah saya tidak pernah mengalami kejadian tersebut. Kisah ibu inilah yang membuat saya berani menghadapi resiko untuk studi S3 meskipun dalam keadaan hamil saat berangkat bahkan nekat pula membawa anak meski tanpa bantuan keluarga. Bagi saya dan suami, anak harus dekat dengan Ibu dan harus dididik oleh ibunya. Dan saya sangat bersyukur, suami bisa memberikan kepercayaan penuh untuk kuliah disambi membawa anak ditambah lagi dorongan semangat suami dari Indonesia.

Mendorong stroller anak saya lakukan tiap hari PP satu jam untuk menuju kampus. Cukup jauh bukan ? Ditambah lagi jalannya naik turun. Tercatat 3 tanjakan yang harus saya lalui. Belum lagi melawan hujan, angin bahkan salju. Seperti halnya, kota-kota di Inggris, kota-kota Irlandia cenderung hujan sepanjang tahun. Orang-orang disini bilang “aah Irish weather !” Hujannya memang tidak sederas di Indonesia, namun tidak bisa diprediksi. Hujan 5 menit terus berhenti. Anginnya pun cukup kencang. Summerpun paling tinggi suhunya 20 derajat dan itu hanya satu hari !. Suhu yang saya rasakan rata-rata 15 derajat. Nah, bayangkahlah jika anda mendorong stroller setiap hari seperti saya dengan keadaan seperti itu.
Lelah !
Tentu saja 🙂
Apa boleh buat ? Ini adalah pengorbanan dalam mencari ilmu. Pernah saya terpleset kulit pisang, pernah pula tergelicir salju ketika mendorong stroller. Saat hujan datangpun saya tidak bisa memakai payung karena kedua tangan harus mendorong stroller. Pada saat tertentu senyum saya mengembang ketika ada teman atau tetangga yang kebetulan lewat dan menawarkan tumpangan saat cuaca tidak bersahabat.
Tidak hanya cuaca, terkadang Key bosan dengan perjalanan ini sehingga terkadang saya mengajaknya bernyanyi atau berteriak, “Allahu Akbar” berkali-kali dan Keypun membalas dari balik strollernya “Allah !” Sesekali saya hentikan stroller dan duduk didepan stroller kemudian menciumnya.
Kejadian hari ini pun cukup membuat saya agak sedih. Hari ini sepulang dari kampus, tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil yang berjalan cukup kencang dan tiba-tiba membunyikan klakson cukup nyaring. Hingga Key tersentak ketakutan.
“Tenang Key … ada Mama .. Mama selalu bersama Key”
Saya berusaha menenangkan Key dengan memegang tangannya meskipun saya sendiri juga kaget.
Alhamdulilah dua minggu lagi, kami berdua akan pindah di depan sekolah Key. Ini berarti saya tidak perlu lagi mendorong stroller lagi. Cukup menyeberang dan mengantar Key ke kelas. Dan 5 menit kemudian saya sudah bisa berada di kampus.

Iklan
  1. semangat mbak iin 🙂

  2. Semoga key sehat selalu.. Sukses studinya bu Iin…

    • Mozaf
    • Juni 2nd, 2011

    Mis both of u…

    • hanim
    • Juni 8th, 2011

    subhanallah… semangat mama key! semoga barakah Allah senantiasa tercurah untuk mama key dan keluarga. pengorbanan akan berbuah manis buu 😉

  3. Saya salut dengan semangatnya mba Iin, semoga selalu dalam lindungan Allah swt

    • Vita
    • April 23rd, 2012

    Halo In, (masih ingat tdk ya :p dg sesama dosen its yg blm pernah kopi darat), minta izin share ya 😀

  4. great mbak Iin. truly inspiring story. semoga tesisnya segera kelar mbak!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s