Tidak punya belum tentu tidak bisa belajar


Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman saya belajar IT dalam kondisi serba terbatas, semoga dapat diambil hikmahnya.

Belajar programming tidak punya komputer
Pertama kali belajar program saya menggunakan kertas dan pensil untuk membuat algoritma. Setiap baris saya trace satu persatu, jika salah akan saya hapus. Hal ini saya lakukan karena saya tidak mempunyai komputer ketika masuk jurusan informatika ITS tahun 2000. Ketika teman2 mempunyai komputer pentium 3, saya tidak punya komputer. Karena komputer di rumah dibawa kakak saya yang juga kuliah saat itu. Seringkali saya harus menunggu teman saya menyelesaikan tugasnya, jika ingin pinjem komputer. Keberadaan laboratorium komputer tidak bisa saya pakai saat itu, karena saya masih mahasiswa baru. Saya baru punya komputer saat semester 2, itupun pentium 133😦 yang tentu saja jauh dari layak. Hingga saya terpaksa ketiduran saat mengkompile program. Baru memiliki komputer lumayan bagus saat semester 5 dari hasil tabungan menjadi asisten praktikum.

Belajar jaringan komputer tanpa internet

Saat saya diprasahi menjadi admin jaringan komputer fakultas dimana wewenangnya adalah mailserver dan DNSserver, membuat saya harus jungkir balik belajar jaringan komputer dan linux. bagaimana bisa belajar itu semua tanpa punya jaringan komputer seperti internet ? Fasilitas lab hanya bisa saya gunakan sebelum jam 21.00. Padahal saat itu saya juga harus kuliah. Di tengah keterbatasan tersebut, saya belajar menggunakan UserModeLinux. Saya install semua program disitu, Jika menemui error akan saya catat dan besok akan saya googling di kampus.

Belajar Smart Card web server tidak punya HPnya
Saat memilih topik thesis S2 saya tidak belum memikirkan apakah saya punya HP mendukung smart card web server atau tidak. Saya pikir pasti bisa diemulasi seperti J2ME. Ho ho saya salah😀 namanya smart card perlu dideploy. Alhamdulillah proposal saya masuk 50 besar di Perancis, sehingga saya dapat kiriman HP Smart Card Web server dan seluruh peralatan pendukungnya.

Belajar Android tidak punya SmartPhonenya
Sudah 3 bulan terakhir ini saya belajar membuat aplikasi di Android, meskipun tidak punya smartphone berbasis android. Saya hanya menggunakan emulator, ketika testing pinjem SmartPhone tetangga sebelah😀

Update kondisi terakhir saat ini : Tidak punya laptop dan tidak punya smartphone. Tapi tetep semangat belajar😀

  1. Mantap, Mbak Iin … hebat. ^_^

    • rachmadita
    • Mei 3rd, 2011

    wahh.. keren sekali bu.. B-)
    gak spti kbnyakan mhsiswa skrg yg cnderung nuntut fasilitas tnpa usaha yg hebat dr dlm dri sndri🙂

  2. mbak hebat, ini menunjukkan bahwa yg penting adalah manusianya, bukan alatnya
    ‘the man behind the gun’
    Go mbak Go!

    • hendra
    • Mei 3rd, 2011

    ampunn…ampunnn ngeriii..

    jadi semangat nih🙂
    makasih ya in..

  3. Wah intinya, yg terpenting semangat buat belajarnya ada pasti ada jalan, wah mba aini orang malang ya…? mba aini mau nanya klo nyari driver printer buat canon IP1700 dimana ya…?lg bingung nih printer ngak bisa ngeprint😦 saya pake ubuntu 11.04.

  4. Hebatnya.. That makes someone different with others..

  5. terima kasih semua atas dukunganya he he
    merdeka😀

  6. wah, terima kasih atas inspirasinya mbak,betul, sering kali kita malah memberikan pembelaan atas pengadaan fasilitas baru merasa semangat belajar, padahal dengan cara yang mbak gunakan, TERBUKTI , bisa berprestasi lebih dan lebih dibanding yang fasilitasnya udah lengkap…

    Bravo .. semoga lancar dan sukses

    • MZF
    • Mei 4th, 2011

    Trus UAS kemarin gimana?!?!?

  7. wow.., keren mbk.. mbk punya semangat yg besar. aku juga mengerti betapa bingungnya kalo lagi belajar server. hehe suamiku menekuini itu mbk. dia kerja sebagai IT Universitas Negeri Malang🙂 mesti siap 24 jam, takut ada gangguan ato server mati. sering lembur pula😦

  8. benar sekali semangat, mbak iin itu:)

  9. Izin share Mbak

  10. hihihihi…pengalamannya mirip, Aku juga 4 thn kuliah IT gak punya komputer/notebook…untung semester 5 masuk LAB jadi dapet komputer sendiri, ngerjain tugas akhir sampe nginep2 dikantor….

    Jeung dirimu memang jagoan IT paling top yang pernah aku temui yang perempuan ya…di indonesia ^^

    Maaf ga bisa bantu2 webinar dan lomba2😦

  11. Jadi iri nih……..hehehehe

  12. Sebenarnya keterbatasan itu malah jadi pemacu semangat untuk belajar lebih kreatif. Saya dulu belajar hacking karena sebel internet kampus dibatasi dengan aturan macem-macem yang saya anggap berlebihan. Dari situ tahu http packet sniffer, whisker web scanner, dll. Yang bikin saya jadi miris sekarang, ketika fasilitas telah lengkap di kampus-kampus, kok malah menjadikan mahasiswanya manja dan malas untuk bereksplorasi.

  13. mudah2an sarana tidak mengaburkan tujuan kami untuk belajar.. makasi inspirasinya Bu Iin..🙂

    • arif
    • November 16th, 2011

    Malu saya, fasilitas ada tapi malah tidak d manfaatkan dgn baik😦. Thx mbak

  14. Pas baca tulisan punya Mbak….
    Memberikan motivasi tersendiri bagi saya dan juga membuat saya jadi lebih semangat lagi Mbak.

    Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s