Masih terasa genggaman tangannya


Tangan tua itu menggandeng tanganku erat menuju sebuah masjid kecil dekat panti Asuhan Muhammadiyah. Begitulah hari-hariku bersamanya. Beliau selalu mengajakku sholat berjamaah di masjid itu. Kebetulan beliau pula Imamnya. Akupun gembira berjalan kaki disampingnya sambil mengenakan mukena putih. Bagiku sholat disana, aku akan bertemu teman-teman di Panti Asuhan juga. Saatnya bermain di tempat sholat (Biasalah pikiran anak kecil). Tapi begitulah beliau mengajarkanku untuk todak meninggalkan sholat sejak kecil. “Nanti dalam kubur kau akan disiksa jika tidak sholat!, Mbeng(panggilan anak dlm bahasa madura) !
Seringkali beliau berceria tentang perjuangan masa kemerdekaan, karena beliau adalah Heiho (tentara Jepang). Beliau juga mengajarkanku membaca Al Qur’an pertama kali, meski sering kuprotes karena tidak sama dengan yang kudapat dari sekolah(Maklum beliau mengajarkan cara mengaji dengan logat madura). Mengajarkan kesederhanaan dan pantang berhutang juga dari beliau.
Ketika usiaku menuju 8 tahun, kita terpaksa berpisah karena Mbok Nah (Istri beliau) meninggal. Dan akhirnya akupun kembali ke Bapak dan Ibuku. Meski kita berpisah, beliau terkadang mengunjungi dan mengirim surat. Surat-surat tersebut hanya satu paragraph namun pesan-pesannya cukup mendalam.

Rajin belajar, rajin mengaji, berbakti pada orang tua, membantu orang tua…..

Hingga kini surat-surat tersebut selalu kusimpan meskipun sudah menguning.
Beberapa bulan lagi aku masuk SMP, ingin sekali rasanya memakai jilbab. Setiap membaca hukum memakai jilbab aku menangis karena aku sudah baligh. Tapi setiap kali kuutarakan keinginan untuk memakai jilbab, Bapak dan Ibu selalu menolaknya. Alasannya nanti susah mendapat pekerjaan 😦 Namun keinginanku terlalu kuat. Akhirnya ku minta bantuan kakak tertuaku untuk membantu menjahitkan seluruh seragam sekolah dalam busana muslim secara sembunyi-sembunyi. Dan aku mulai malas keluar rumah jika tidak terpaksa. Mengurangi dosa pikirku. Suatu hari aku dapat ide untuk meminta Beliau datang untuk melobi Bapak dan Ibu. Kutulis surat kepadanya, agar beliau datang ke Malang. Beliau datang ke Malang, namun tidak berhasil dan beliau pulang ke Klaten. Menjelang beberapa hari aku masuk SMP hingga selesai masa MOS(Masa Orientasi Siswa), Bapak dan Ibu tiba-tiba ke Klaten.  Sehari sebelum MOS dimulai, Mbakku mengajakku berbicara,

Jika kita dipinjami barang dan barang itu harus diambil oleh pemiliknya, kita harus bagaimana?

Dengan gampang ku menjawab

Ya, tentu saja harus dibalikan

Meski kita sayang sekali dengan barang itu ?

ya harus dikembali, itu bukan hak kita.

Pak Eng sudah kembali kepada Allah. Allah yang memilikinya. Adik harus ikhlas

.
Sesaat jantungku berhenti berdetak, dadaku sesak …. Aku menangis keras sekencang-kencangnya. Tidak tidak mungkin ……
Mbakku berusaha menenangkanku

Jangan menangis …. ini sudah takdir. Lihat ke depan …. Ayo segera pakai Jilbab mumpung Bapak dan Ibu tidak ada di rumah !

Hari itu, aku merasa sedih menyayat hati, namun benar aku harus menatap masa depan. Keesokan harinya pertama kali kupakai busana muslimah ke sekolah. Bismillah ….
Ketika Bapak dan Ibu datang dari Klaten melihatku sudah memakai jilbab, mereka kaget. Namun apa yang hendak di kata, busana sudah kupakai beberapa hari, tidak mungkin dicopot. Butuh waktu lama , Mereka baru ikhlas menyetujui pakaianku.
Pak Eng inikah caramu membantuku untuk memakai busana muslimah ? Insya Allah, busana ini akan selalu kupakai kapanpun dan dimanapun ku berada.
Lagu ini mengingatkanku tentang hubungan Kakek dan cucunya, seperti kita dulu. Hingga saat ini aku bisa merasakan kuat tangan itu menggandengku ke masjid.

    • engkaudanaku
    • Mei 22nd, 2010

    Innalillaahi wainna ilaihi raaji’uun….
    Memang tiada satupun yang kita miliki di dunia ini, semua titipan dari Allah subhanahu wa Ta’ala, dan kepadaNya semua akan kembali…
    Selalu ada hikmah yang dapat kita petik dalam setiap kejadian yang kita temui, kapanpun, 🙂

    Salam,

  1. selalu ada hikamh yang bisa dipetik sobat….
    Innalillaahi wainna ilaihi raaji’uun

    Rajin belajar, rajin mengaji, berbakti pada orang tua, membantu orang tua….. <<– ini sebagai motifasi bwt saya sobat 😀

    • vhynaulia
    • Juni 3rd, 2010

    bu, main2 ke blog saya ya… vhynaulia.wordpress.com 😀

  2. Lakukanlah sesuatu untuk orang lain yang membutuhkan bantuan kita sekarang juga. Jangan sampai melewati kesempatan2 yang ada. ini hikmah yang kudapat selama ini. semoga motivated jg buat yang lain. 🙂

  3. Subhanallah…..

  4. subhanaallah …… Ada rahasia di balik rahasia

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s