Open Source : Ekspresikan Mimpi Kita


Jika sebuah pertanyaan “Mengapa anda memilih menggunakan software open source ?”  dilemparkan baik kepada orang yang telah lama maupun baru menggunakan software open source, maka sebagian besar akan menjawab “Gratis!!” Jawaban tersebut memang wajar mengingat sebagian besar software open source memang gratis. Belum lagi  Free Software Foundation (FSF), sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Richard Stallman menggunakan istilah Free Open Source Software mengakibatkan orang berpikiran “free” sebagai gratis. Padahal free yang dimaksud disini adalah freedom atau kebebasan. “It’s free as in freedom ___think free as speech, not free beer”. Free beer  diartikan sebagai kebebasan mendownload software secara gratis. Ada empat kebebasan adalah sebagai berikut :

  1. Kebebasan menjalankan program.
  2. Kebebasan mempelajari isi program dan mengubahnya sesuai dengan kebutuhan
  3. Kebebasan mendistribusikan kembali program
  4. Kebebasan mengembangkan program dan merilis hasil pengembangan kita kepada komunitas

Kebebasan nomor dua dan empat sering tertutupi dengan kebebasan nomor satu dan tiga. Padahal kebebasan nomor dua dan empat sangat berarti dalam pengembangan sebuah open source software. Yang pada akhirnya mampu menciptakan daya kreativitas dan inovasi untuk mengembangkan software tersebut atau membuat software baru.

Gotong Royong dalam Open Source
Empat kebebasan dalam open source sangat cocok dengan budaya bangsa kita, yaitu budaya gotong royong. Sebuah budaya yang semakin lama terkikis dengan individualisme manusia saat ini. Gotong royong yang dimaksud disini adalah budaya untuk mengembangkan software bersama-sama dan memberikan timbal balik berupa laporan bug atau perbaikan (Parallel Developing and Debugging).  Namun budaya gotong royong dalam open source belum terlihat dalam bangsa kita. Penulis baru menemukan pengembangan BlankOn yang telah dilakukan dilakukan secara gotong royong. Sebagian besar OSS yang penulis temukan di Indonesia masih dibuat oleh perorangan atau kelompok kecil. Individu dan kelompok tersebut hanya memberikan sebuah paket source code dan jarang memberikan kesempatan kepada pengguna akhir untuk memberikan timbal balik baik berupa bug atau patch (perbaikan) dari programnya. Metode demikian dinamakan metode Cathedral[Raymond-2000]. Akibatnya software tersebut mempunyai kecepatan rilis yang lambat. Sebagai contoh kita dapat melihat berbagai aplikasi open source pada site http://opensource-indonesia.com/, namun aplikasi-aplikasi tersebut hanya berbagi source code, bahkan ada yang sekedar informasi saja. Ada contoh software dengan pengembangan metode cathedral yang dikembangkan secara individu, yaitu sisfokol, Sistem Informasi Sekolah yang dikembangkan secara individual oleh Agus Muhajir. Pengembangan software open source berkelompok dengan metode cathedral dapat kita lihat pada klorofil3 yaitu sebuah aplikasi e-business berbasis web (PHP).
Dengan mempertimbangkan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan data dari koran tempo yang menunjukkan bahwa selama periode 2001-2005 pekerja IT Indonesia di sektor perangkat lunak meningkat 22.2%[korantempo-2002], kita dapat menggunakan metode Bazaar[Raymond-2000] dalam mengembangkan open source software. Bazaar adalah sebuah metode yang bersifat terbuka dimana masyarakat dapat melihat kode ketika masih dalam proses pembangunan (development) dan dapat pula berkontribusi untuk menentukan fitur-fitur apa yang dinginkan dan memperbaiki bug selama software dalam status pengembangan. Metode ini sangat cocok dengan budaya gotong royong bangsa kita. Dalam metode Bazaar, komunitas memiliki kekuatan yang cukup besar terhadap pengembangan open source. Komunitas dalam hal ini tidak hanya berperan sebagai pengguna akhir, namun dapat berkontribusi berupa donasi, perbaikan kesalahan, dokumentasi dan hal-hal lain yang menunjang keberlangsungan suatu software.

Berinovasilah untuk mewujudkan mimpi
bigbird2

Gambar Big bird diambil dari Flickr yang diupload oleh Evelynishere dengan Lisensi Creative Common

Caroll Spinney, seorang pemeran tokoh Big Bird dalam bukunya The Wisdom of Big Bird[Spinney-2003] mengatakan, “Pertama-tama Anda harus bermimpi dan kemudian anda harus percaya kepada impian itu. Hanya dengan cara itulah impian anda menjadi kenyataan. … Bayangkan dunia Anda seperti yang anda inginkan, kemudian cobalah wujudkan.”. Sebuah mimpi tercipta dari informasi-informasi yang pernah ada sebelumnya. Manusia bermimpi bisa terbang ketika melihat burung terbang. Seorang anak bermimpi menjadi terkenal seperti artis X setelah melihat sepak terjang artis tersebut di dalam layar kaca. Mimpi yang indah bukanlah meniru persis seperti aslinya, namun berusaha mengembangkannya menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang kita inginkan. Begitu pula sebuah software baru tercipta didapatkan karena adanya kebutuhan dan ditambah dengan mempelajari software-software yang telah ada sebelumnya. Kebebasan kedua dalam open source memberikan keleluasan pada kita untuk melakukan itu semua, dimana kita diberi hak untuk membaca dan mempelajari kode program yang kita gunakan. Tidak seperti software closed source yang hanya mendistribusikan kode biner sehingga kita kesulitan mempelajarinya.
Tidak hanya membaca dan mempelajari, bahkan dalam kebebasan keempat Open Source, kita diberi ijin pula untuk melakukan perubahan dan pengembangan terhadap software tersebut selama hal tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah yang tertulis dalam lisensi software tersebut. Software-software yang bersifat proprietary dan closed source tidak akan memberikan hak kita seperti itu karena mereka dilindungi oleh paten. Berbeda dengan software open source yang dilindungi oleh copyright. Apakah beda paten dan copyright ? Paten melindungi ide dari pembuatan software tersebut, sedangkan copyright tidak. Copyright tercipta secara otomatis ketika program tersebut dibuat, sedangkan paten harus dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Paten ini sangat berbahaya dalam mengembangkan produktivitas software, sebagaimana yang digambarkan oleh Richard Stallman ketika berpidato di Cambridge University pada tanggal 25 Maret 2002 [Stallman-2002]. Ketika kita ingin membuat suatu program, kita harus mencari apakah ada paten yang terkait dengan ide pembuatan software tersebut. Ketka kita tidak menemukan paten yang berkaitan dengan ide yang kita miliki, maka kita mulai membuat software tersebut. Ternyata beberapa bulan kemudian selama berlangsung proses pengerjaan  software, keluarlah sebuah paten yang menyerupai ide software yang kita miliki. Pada saat itulah kita tidak boleh melakukan klaim bahwa software yang kita buat adalah ide kita sendiri. Kita harus membayar kepada orang yang memliki paten tersebut, meskipun ide tersebut adalah berasal dari kita sendiri. Sebagai bahan informasi, paten yang terdaftar dapat tertahan selama 18 bulan lamanya dan dalam kurun waktu tersebut ide dari paten tersebut harus dirahasiakan. Padahal 18 bulan adalah waktu yang sangat cukup untuk membuat sebuah sotware baru.

Richard_Stallman_-_backlit

Gambar Richard Stallman diambil dari commons.wikimedia.org dengan lisensi Creative Common

Setelah mendapakan sebuah ide dari mempelajari berbagai kode program dalam software open source, kita dapat memulai menuliskan kode dari awal (code from scratch) atau melakukan kustomisasi dari software yang sudah ada. Ketika program telah berhasil dibuat, apakah langkah selanjutnya ? Berbagilah software tersebut dengan orang lain. Sebagaimana sebuah petuah yang dikatakan oleh Pak Harfan, seorang Kepala Sekolah  dalam Laskar Pelangi, “Hidup adalah memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya” Dan yang lebih baik lagi adalah menjadikan software anda menjadi proyek open source sehingga orang lain tidak hanya dapat menggunakannya namun dapat pula berkontribusi lebih mengembangkan software tersebut. Bagaimana memulai memulai proyek open source ? Dalam buku Producing Open Souce Software[Fogel-2006], Karl Fogel memberikan beberapa tips menarik dalam memulai proyek open source. Berikut ini adalah tips-tips memulai software open source daeri Fogel dan beberapa tambahan dari penulis sendiri atas pengalamannya sebagai pengembang dan pengguna software open source :

  • Memilih nama yang bagus untuk proyek kita. Sebuah nama tidak secara otomatis menyebabkan software kita sukses, namun hal tersebut sangat penting dalam mengenalkan proyek kita ke publik. Nama yang bagus adalah yang dapat memberikan gambaran tentang proyek kita dan mudah diingat. Boleh pula menggunakan singkata, bahkan singkata bersifat rekursi lebih baik, seperti GNU yang memiliki kepanjangan Gnu’s Not Unix.
  • Membuat logo
  • Membuat website untuk mempublikasikan software kita. Lebih baik menggunakan akhiran domain .org dan nama software kita sebagai nama domain.
  • Mempunyai misi yang jelas. Misi ini cukup ditampilkan dalam beberapa kalimat, namun pembaca dapat tertarik dengan software kita.
  • Memilih lisensi yang cocok. Bagaimana memlih lisensi yang baik ? Sebaiknya pergunakan lisensi yang sudah dikenal luas dengan masyarakat seperti lisensi GPL. Selain itu, jika kita membuat software yang diturunkan dari software lain, kita juga harus menilik lisensinya. Apakah lisensinya bersifat viral (software turunannya harus memiliki lisensi sama) atau non viral ? Lisensi software sebaiknya ditampilkan di halaman depan website proyek open source supaya pengunjung website memahaminya dengan jelas. Sedangakan keterangan lisensi tersebut dapat kita deskripsikan dalam halaman lain dan disertakan dalam paket source code.
  • Membuat daftar fitur dan kebutuhan instalasi agar terlihat dengan jelas manfaat dari software serta memudahkan pengguna untuk menggunakannya.
  • Menampilkan status pengembangan terbaru dari software. masyarakat ingin mengetahui apakah software yang kita buat sudah stabil apakah masih banyak bug-nya. Kita dapat menggunakan status alpha, beta, dan stable.
  • Memberitahukan tempat download software baik source codenya maupun paket binernya. Sebaiknya berikan md5sum pada setiap file yang didownload agar orang yang mendownload dapat mengetahui apakah terjadi kekurangan(corrupt) file yang didownload. Setiap file yang didownload harus menunjukan versi dari setiap rilisnya.
  • Akses terhadap Version Control dan Bug Tracker. Masyarakat tidak hanya dapat menggunakan software namun dapat berkontribusi untuk menambahkan fitur baru atau memperbaiki bug-bug yang ada. Untuk itulah kita dapat memberikan akses publik ke version control dan bug tracker. Version control  dapat memberikan gambaran ke publik secara real-time apakah yang terjadi dalam pengembangan sekarang. Sedangkan bug tracker  memudahkan komunikasi antara publik dengan pengembang dalam perbaikan bug.
  • Menyediakan jalur komunikasi untuk berhubungan secara langsung antara pengembang dengan publik seperti mailing list, chat room, IRC dan lainnya.
  • Menyediakan dokumentasi baik bagi pengguna akhir maupun bagi pengembang lain. Selain itu, khusus untuk pengembang berikanlah panduan untuk berkontribusi.
  • Memilih tempat untuk repositori proyek kita seperti souceforge, freshmeat dan lainnya.

Memulai sesuatu memang tidak mudah namun segala hal pasti ada awalnya. Kita harus berani mewujudkan mimpi kita. Beberapa tips diatas dapat kita terapkan untuk memulai proyek open source namun jka kita merasa kesulitan dan kurang berpengalaman, kita dapat memulainya dengan berkontribusi dengan proyek yang usdah ada. Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik ? Bagaiman cara berkontribusi ?

  • Membuat dokumentasi. Kontribusi paling sederhana adalah membuatkan dokumentasi penggunaan software semampu kita. Jika hal tersebut belum pernah ada atau kalaupun ada dan masih berbahasa Inggris, kita dapat membantu menerjemahkannya.
  • Melaporkan bug ke dalam bug tracker.
  • Membantu menjawab pertanyaan dari pengguna lain dalam jalur komunikasi.
  • Memberikan patch (perbaikan) terhadap bug yang ada
  • Melakukan lokalisasi bahasa ke dalam bahasa Indonesia
  • Menambahkan fitur baru bahkan berpartisipasi sebagai pengembang utama dalam proyek tersebut.

Ekspresi Jati Diri Bangsa
Sudah saatnya kita tidak hanya menjadi pengguna akhir sebuah software open source dengan alasan mengurangi pembajakan. Namun seharusnya dapat melakukan lebih dari itu yaitu ikut berkontribusi bahkan menginisialisasi sebuah proyek open source dengan dua alasan utama. Pertama, melestarikan budaya gotong royong dan kedua mendorong iklim berinovasi yang pada akhirnya membangun kemandirian bangsa dalam ketergantungan software yang dibuat bangsa lain. Mulailah berpikir internasional dalam mengembangakn proyek open source supaya bangsa kita mempunyai daya saing dengan bangsa lain. Dalam era serba internet seperti sekarang ini, tidaklah sulit mengembangkan software secara internasional. Kita dapat mengembangkan proyek open source ini dari universitas-universitas yang telah memiliki POSS (Pendayagunaan Open Source Software). Bagaimanapun universitas merupakan gudang penelitian. Kita berharap sebuah universitas dengan banga memiliki sebuah proyek open source yang mendunia daripa universitas yang bangga menampilkan logo software proprietary karena telah bekerjasama dengan software tersebut. Kita berharap beberapa tahun ke depan kita mendengar ada Matt Muleweg (pembuat WordPress), Louis Landry ( Joomla) dan lainnya yang berasal dari pemuda Indonesia.

Referensi
Fogel-2006: Karl Fogel, Producing Open Source Software, 2006
korantempo-2002: , Pekerja TI di Indonesia Tumbuh 19,7 Persen, 2002
Raymond-2000: Eric Steven Raymond, The Cathedral and the Bazaar, 2000, http://catb.org/esr/writings/cathedral-bazaar/cathedral-bazaar/
Spinney-2003: Caroll Spinney and Jason Miligan, The Wisdom of Big Bird, 2003
Stallman-2002: Richard Stallman, The Danger of Software Patents, 2002

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009
Penulis mempunyai peringkat ke­-8056 dari 272324 pengembang open source dunia (Update : ohloh.net 1 November 2009)

nusantaraview

Lewat tulisan ini saya mengajak para pembaca untuk bergabung dalam komunitas open source Nusantara View. Inilah kesempatan anda untuk berkontribusi dalam pengembangan Open Source Indonesia baik sebagai programmer, desainer, dokumentor atau apapun itu, kami, Tim Nusantara View akan menerima anda dengan tangan terbuka.

  1. Assalamualaikum,
    Sbelumnya salam knal mbak,

    Nama saya Ekrika Muhardi,
    Saya seorang mahasiswa jrusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Padang, baru semester 1. Dan jga smbil bekerja sbg Teknisi dan Admin skligus OP di 2 warnet teman saya.

    Saya sangat tertarik membaca atikel2 di blog mbak, tapi sebenarny kali ini saya bukan mau mengomentari artikel ini.

    Saya punya sbuah weblog, jujur itu saya bkin hanya untuk “mengmpulkan uang dari AdSense” buat tambah2 biaya kuliah saya, dan isi nya pun cman saya ambil dari Web Resmi developer software brsngkutan, msalahny visitor ny tidak naik2😦.

    Nah, maksud saya menghubungi mbak adalah agar kiranya mbak mau dan berkenan membantu saya dengan memasang Link blog saya tersebut di blog mbak ini. PR blog mbak ini kan sdah tinggi, jadi kalau mbak berkenan pasti akan berpengaruh besar pada blog saya tersebut.

    Kalo mbak berkenan, mbak bisa copas saja kode ini

    Software download

    Saya sangat berterimakasih karena mbak telah mau meluangkan waktu untuk membaca permohonan saya ini.

    Salam.

  2. Menarik sekali ulasan Bu I’in. Gerakan Open Source adalah gerakan yang sangat mulia yang masih sangat panjang perjalanannya. Perlu perjuangan yang lebih panjang lagi untuk bisa menyentuh kami para awam yang sudah terlanjur nyaman menggunakan software propietary.

  3. selamat anda jadi pemenang:mrgreen:

  4. Em,sblmny slm knal. Qt rival dlm lmba ni,n Anda yg mnang. Slmt y? Klo tdk kberatan, slhkn brkunjung d’blog saya yg tlh Anda klah kn. Ttep smgt,go opensource!

  5. Wah, selamat! OpenSource sebentar lagi bukan mimpi, kalau semua pengguna komputer Indonesia bersatu melawan pembajakan. Seperti artikel ini. Anda pantas menjadi juara. Selamat ya Mbak!

    Salam kenal🙂

  6. Asw. Selamat yak.. Anda Menjadi Juara.. Kategori Umum.. Loba blog LIPI..

    keep Share yak..

    sahid/jambi

  7. Selamat ya menjadi juara lomba blog LIPI..

    lam kenal..

    • TR
    • November 11th, 2009

    congratzz….jadi pemenang nih….
    salam kenal

  8. Selamat ya sudah memenangkan lomba. BAgi2 imu dan tipsnya ya? Hadiahnya juga boleh. he…3x

  9. dukung terus open source, saya sendiri saat ini make OS opensource, yaitu linux fedora

  10. salam kenal ….

  11. perlu sekali tuch….open source masa depan kita…

  12. saya membaca dari sebuah hasil perlombaan blog open source, aku lihat alamatnya, ternyata blog bu aini.
    Selamat ya bu…

  13. selamat mbak menang lomba…lam kenal ja🙂

  14. salam kenal

  15. allow mbak. wah senang rasanya bisa bertemu dengan orang-orang yang menyukai open source.
    perkenalkan saya pandu, mahasiswa fisika 45 S1 IPB. saya dan teman-teman tengah mencoba mempromosikan opensource(ubuntu) kepada mahasiswa. memang bukan hal yang mudah bagi kami untuk mempopulerkan ubuntu, karena mereka telah terbiasa dengan windows OS.
    tujuan dari mempromosikan ubuntu adalah membuka pengetahuan mahasiswa mengenai OS serta mengembangkan OS untuk tujuan pertahanan keamanan data.

  16. Artikel yang sangat bagus sekali mbak…….
    perkenalkan nama saya riky fahri hasibuan, Mahasiswa Teknik Informatika semester 5 di sebuah universitas di Purwakarta……saya sangat senang mempelajari Open Source dan GNU/Linux……
    silahkan berkunjung ke blog saya di http://www.ayunk32.wordpress.com
    SALAM FOSS!!!

  17. saya sering mendengar orang2 sedikit berlebihan dalam memuji2 linux, katanya linux bisa begini sedangkan windows tidak, dll. gratis pula. katanya. sebenarnya saya kurang suka dengan argumentasi linux lebih baik karena gratis. tapi tulisan mbak bahwa gratisnya dalam artian “free” untuk mengembangkannya, nah itu jarang saya dengar orang Indonesia bicara seperti ini, dan kalaupun ada, pasti disertai komplen bahwa kalangan IT indonesia jarang yang berkontribusi terhadap perkembangan software dengan lisensi GNU. Sekitar tahun 2003/2004 Richard Stallman pernah lho ngasih kuliah umum di UGM Jogja, ya semenjak itu lah saya baru ngerti beda nya GNU dan linux. (ya beda sih, yang satu nya sebuah proyek, yang satunya OS, tapi dulu menganggap sak paket karena sering disandingkan).

    saya sendiri merasakan manfaat adanya software2 open source, lmyn beberapa bisa dijadikan pijakan dasar untuk beberapa pekerjaan penelitian di bidang akademis terdahulu, tinggal di-porting dan dimodifikasi tergantung kebutuhan kita. Ditambah lagi banyak tersedia library2 open source yang sudah jadi yang bikin kita bisa cepet bikin program yang lebih kompleks. Cuma sayangnya saya gak pernah mempraktekkan etika sharing hasil pengembangan nya😀😀😀 (thx utk tips nya)

    nah, hanya saja, untuk dunia komersial, kadang solusi open source kurang unggul dibandingkan dengan solusi yang bukan open source. ambil saja contoh utk OS: windows dan linux. Konon, di Australia, banyak perusahaan lebih memilih Windows dibandingkan linux justru karena jatuh2nya akan lebih murah dengan Windows?! Katanya, ini katanya, ongkos yang dikeluarkan untuk technical support jadi lebih mahal dengan linux di Australia? Entahlah….

    Intinya, blog yang bagus sekali ini! Thx mbak.

  18. Posting yang menarik. Kunjungan balasan anda sangat saya nantikan di: http://beinstore.co.cc/ 13:21

  19. wah selamat ya menang lomba….blognya bermanfaat…kpn2 ada waktu kami undang mbak main di blog saya.terima kasih sebelumnya

    By : ary-putra.blogspot.com
    valle46.blogspot.com
    trophy99.blogspot.com

  20. trims atas artikelnya, saya juga sedang mendalami opensource. lanjutkan mbak sosialisasi opensource nya mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

  21. wau keren artikelnya, sangat berpengaruh . semoga dapat menambah wwawasan saya. jangan berhenti buat artikel mbak.

  22. I just couldn’t depart your web site prior to suggesting that I extremely enjoyed the standard information a person provide to your guests? Is going to be again often in order to inspect new posts

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s