Mencari santri terbaik di Lampung


Kali ini adalah perjalanan kedua saya ke Pulau Sumatra, setelah sebelumnya saya mengadakan perjalanannya menuju pulau ini bersama suami. Saya tidak pergi ke Oku seperti sebelumnya, namun pergi ke Bandar Lampung. Sendirian oooy sebagai utusan dari ITS untuk mengawasi proses seleksi beasiswa bagi santri-santri berprestasi wilayah propinsi Lampung. Para santri yang terpilih dapat melanjutkan studi S1 di universitas negeri seperti ITS, UGM, ITB, UIN dll dengan biayai dari Departemen Agama. Alhamdulillah lumayan juga yang memilih ITS … ada 23 santri dari 274 pendaftar.Hopefully, all of you will be my students. Amiiiin. Ini adalah foto saat 274 santri tes bakat dan skolastik di Aula

sedangkan foto dibawah ini diambil saat calon mahasiswa ITS mengerjakan soal IPA di MAN 1 Lampung.

Ini niat jadi pengawas atau tukang foto ya 😛

Selain diuji materi IPA, mereka juga harus mengerjakan materi Bahasa Inggris dan Kepesantrenan. Untuk peserta yang memlih UIN, mereka diuji Dirosah Islam dan Bahasa Arab.

Setelah ujian selesai, kita mengadakan acara bakar sate, ketela dan lain-lain. Opps bukan acara bakar-bakar soal ujian. Ini rahasia negara loh.

Terima kasih untuk Mbak Ayuk (puspendik) udah dibayarin hotelnya semalem, Pak Asnawi dan Pak Ardiansyah (Depag Jakarta) atas dua kali tratirannya di restoran Begadang dan cafe Nusantara. Restoran Begadang enak banget masakan Padangnya. Pak Jamakani dan Pak Bahrul (Depag Lampung)atas jemputan dari Bandara ke Hotel Nusantara dan kopi lampung plus pisangnya. Pak Eko (IPB), Pak Suryadi (UIN Kalijogo) dan Pak Aji (UGM, dokter hewan ahli bedah) atas sharingnya. Dan seluruh orang yang telah membantu iin saat di Lampung. Meski cukup melelahkan, perjalanan kali ini punya kenangan tersendiri 😉 Walaupun dalam kondisi menerima kekalahan ketiga, iin mencoba bersemangat. Sepahit apapun itu. Ingin rasanya bersemangat seperti santri-santri muda tersebut. Saatnya bangkit untuk ketiga kalinya seperti bangkit saat kekalahan pertama dan kedua. Allahu Akbar !!!

Andaikan kerikil kecil dapat dibelah
Andaikan debu dapat terhitung

Kuingin mencoba tersenyum di atas kepahitan
Sungguh sulit menghujam Laa yukalifullahu nafsaan illaa wus’ahaa ke hati
Kuingin mencoba gembira ketika terluka
Sungguh sukar menyatukan Laa haula wa laa quwwaata illaa billaahi dalam nafasku

Mencoba bangkit di saat terluka dan jatuh, bukanlah hal yang mudah .. Hanya kepada Allah, hamba-Mu ini berserah diri.

    • KM
    • Maret 24th, 2009

    selalu ada yang baru 🙂

  1. 😀 kekalahan apa neng?
    semoga semua langkahmu untuk ibadah dan dakwah serta berkarya di IT selalu dipermudah Allah SWT dan di berikan hal terbaik.

    Selamat untuk baby nya ya…dijaga baik2 😉

    • adriansyah
    • Maret 25th, 2009

    Asslmkm……………..apa kabar bu ? ……………….semoga baik-baik saja………heheheheee

  2. Assalamu’alaikum Mbak Iin…
    Kata Om Ion, mau kenalan sama saya yah?
    Hohoho *GR mode ON*

    qeqeqe ^_^

    Ditunggu kedatangannya (dan si dedek) di Taiwan 😀
    *with luv-YUHER*

    • randy
    • Februari 9th, 2012

    adakah yg mngenal nurul fitri yani alumni 2009

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s