BPEL Web Service


Saya mencoba menuliskan beberapa hal yang sedang saya pelajari lewat blog ini. Mungkin banyak yang lebih paham daripada saya. Oleh karena itu saya mohon masukan dari pembaca setia blog saya😀

BPEL merupakan bahasa XML yang berkaitan dengan integrasi proses bisnis dalam bentuk web services. Aplikasi yang berbeda dalam sebuah perusahaan atau kantor membutuhkan integrasi dan interoperate.
BPEL memberbaiki WSDL yang mempunyai kumpulan operasi yang tidak berurutan, sehingga bisa dikatakan BPEL merupakan web service sequential. Nah jika anda pernah belajar graph dalam algoritma atau matematika diskrit, BPEL bisa dikatakan sebuah graph.
Contoh struktur dokumen BPEL

<process>
   <!– Definition and roles of process participants -->
  <partnerLinks> ... </partnerLinks>
   <!- Data/state used within the process -->
   <variables> ... </variables>
   <!- Properties that enable conversations -->
   <correlationSets> ... </correlationSets>
   <!- Exception handling -->
   <faultHandlers> ... </faultHandlers>
   <!- Error recovery – undoing actions -->
   <compensationHandlers> ... </compensationHandlers>
   <!- Concurrent events with process itself -->
   <eventHandlers> ... </eventHandlers>
   <!- Business process flow -->
   (activities)*
</process>

Link berikut adalah tutorial BPEL yang menggunakan NetBeans : Asinkronus dan sinkronus.
Silahkan mencoba. Wish you luck !

  1. Mungkin bukan memperbaiki WSDL mbak, tapi melengkapi, karena BPEL sendiri dibangun di atas WSDL 1.1 dengan tujuan yang lebih spesifik daripada WSDL. Sayangnya dunia web service ini sama aja masalahnya dari dulu: terlalu banyak standar yang tidak standar. Microsoft bikin konsep sendiri, SAP sendiri. IBM sendiri bawa konsepnya tentang ESB (Enterprise Service Bus) yang hanya bisa lancar di IBM Websphere. Weleh weleh weleh…

    iin : mungkin saya agak ambigu aja nulisnya, maksudnya memperbaiki WSDL untuk Business proses🙂
    anyway thx for your comment .. vico web servicenya pake apa ?

    • Jakka
    • Desember 11th, 2008

    Jadi membangkitkan kenangan lama waktu TA tentang BPMN, bu.
    Yang pasti waktu itu pusing. Yang jadi masalah dengan BPEL WSDL, BPMN, dan enterprise-related topic lainnya adalah topik-topik tersebut biasanya tidak diperkenalkan di kuliah —setidaknya tidak di zaman saya kuliah dulu, entah kalau sekarang—, tapi begitu masuk ke lingkungan kerja justru yang begini —integration, automation, dan optimization— yang biasanya jadi makanan sehari-hari.

  2. Vico masih bingung pakai webservice apaan hehehe, vendor datang silih berganti, ya oracle lah, ya ibm lah, ya microsoft… Beberapa sudah pakai webservice, tapi secara global belum benar2 SOA. Pakai basis Sharepoint 2003.

    *sekali2 komen yang serius, komen yang kemarin diunapprove sih😛😦:mrgreen: *

  3. Examine your dealer by speaking about whatever they see as a productive
    purchase or, on the flip side, a unsuccessful one.
    Ask them the direction they measure their effects. Make certain
    you fully grasp his techniques and strategy. Choose a dealer who
    matches you in every one of the answers they offer, whether it is exactly the
    same techniques or complementary versions.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s