Mereka lebih mengenal Napoleon


Meminjam istilah pidato Bung Karno, ‘jas merah’ yang berarti jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin inilah yang bisa membuat kita tidak minder sebagai muslim. Dimulai dari Madinah dibawah kepemimpinan Rasulullah telah membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dimana pada saat itulah kaum muslimin telah diatur dalam sebuah Negara. Dalam bukunya Generasi Muda Islam, Hari Moekti menuliskan dalam tempo 10 tahun, negera Islam Madinah telah meliputi seluruh wilayah jazirah Arab yang luasnya lebih besar dari 4 kali luas gabungan Jerman dan Perancis sekarang. Kegemilangan Islam tidak hanya sampai di sini, namun dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin dan kekhilafan selanjutnya. Kita ingat pada saat pemerintahan Abu Bakar, ketika Umar Bin Khatab menjadi qadhi (hakim). Sempat Umar mengadukan perihal gaji yang diterimanya kepada Abu Bakar. Bukannya meminta tambahan gaji, namun takut menerima gaji karena tidak ada pekerjaan yang beliau lakukan karena dalam satu tahun hanya ada 2 kasus yang ditangani. Sungguh aman kehidupan pada saat itu.

Pada bidang ekonomi, kita bisa melongok pada saat pemerintah cucu Umar bin Khatab, Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, Beliau adalah pemimpin yang terkenal mewarisi keadilan dan kebijaksanaan kakeknya. Pada saat beliau memerintah sulit dijumpai rakyat yang menderita. Bahkan pernah harta di baitul Maal bingung dibagikan kepada siapa karena sulitnya menemukan orang miskin. Hingga khalifah pernah menanyakan kepada pemuda yang ingin menikah akan dibiayai oleh baitul Maal. Sekarang kalau mau menikah, hutang dulu kali ya ?😛

Kejayaan Islam pada bidang ekonomi yang bersandar pada zakat menimbulkan kejayaan di bidang lain. Misalnya di bidang pendidikan; Ad Damsyiqy menceritakan suatu kisah dari Al Wadliyah bi Atha’ , yang mengatakan bahwa kota Madinah ada tiga guru yang mengajar anak-anak. Oleh Khalifah Umar Bin Khatab, atas jerih payah itu beliau memberikan gaji kepada mereka sebesar 15 dinar setiap bulan (satu dinar=4,25 gram emas). Sungguh gaji yang cukup besar bila kita bandingkan dengan gaji guru TK dan SD sekarang, bahkan dosen :P  Bahkan bagi kita yang mencari ilmu pendidikan pada saat kekhalifan digratiskan karena dibiayai Negara dari Baitul Maal. Alhasil, pada saat kekhalifahan banyak ilmuwan Islam yang muncul. Sebut saja Al Khawarizmi ( Abu Abdillah Muhammad bin Musa Al Khawarizmi) merupakan ilmuwan yang hidup pada zaman Khalifah Al Makmun 9 M. Beliaulah yang menemukan angka nol. Mungkin angka ini sepele kelihatanya, namun sangat membantu kita untuk menghitung bilangan dan bisa jadi computer tidak ditemukan karena angka 0 sangat berarti pada konsep bilangan biner. Dimana pada saat itu orang barat masih menggunakan bilangan romawi yang penggunaannya sangat terbatas dan membingungkan. Baru pada abab ke 12 orang barat mentranfer angka romawi ke angka arab. Tokoh Al Khawarizmi ini selalu saya jadikan jawaban ketika teman-teman asing saya bertanya siapa tokoh komputer inspirasi saya.

Di bidang persenjataan, Muhammad bin Ali bin Rustam Al Khurasani menemukan berbagai macam bahan peledak dimana pada saat itu orang china baru menggunakan Nitrat/NaNO3.

Tidak hanya itu di bidang kedokteran Islam juga sangat memperhatikan. Khalifah Harun Al Rasyid mendirikan rumah sakit modern pertama di dunia di kota Baghdad. Bahkan ilmuwan Islam-lah yang menemukan operasi Caesar pertama. Beliau adalah Abul Qasim Al Zahrawi. Dengan metode cranicolsi beliau mengeluarkan janin yang telah mati.

Kejayaan Islam tidaklah berlangsung singkat namun berlangsung selama 13 abad dan menguasai 2/3 dunia. Keharuman Islam pada saat itu membawa kedamaian dan kegentaran pada musuh-musuh Islam. Hal tersebut diakui oleh Kolonel Laurens Brown yang mengatakan

“Bila kaum muslimin bersatu di bawah satu pemerintahan bangsa Arab, maka mereka akan menjadi laknat dan ancaman dunia, tetapi sebaliknya dapat juga menjadi nikmat”
(Kehidupan Rahasia Laurens)

Itulah sedikit dari serentetan sejarah panjang umat Islam. Tapi mengapa banyak diantara kita tidak mengetahui bagaimana keindahan hidup di bawah naungan Islam ? Salah seorang ulama kita Yusuf Qardhawi pernah berkata,

 “Mereka lebih mengenal Napoleon daripada Nabi Muhammad SAW, lebih mengerti tentang revolusi Perancis  daripada perjuangan dakwah Islam”.

 Itulah fakta yang terjadi sekarang. Ketika kita masih duduk di bangku sekolah kita hanya diajarkan sejarah kejayaan kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia, revolusi Perancis, Revolusi Inggris, Amerika dan lainnya. Hanya sedikit sejarah bagaimana kehidupan Islam jika diterapkan. Memang hal tersebut tidak lain merupakan propaganda barat untuk melemahkan kepercayaan diri kaum muslim. Jadi ingat cerita Laskar Pelangi, dimana para murid banyak mendapatkan pelajaran tarikh Islam dari Pak Harfan. Kenapa dulu waktu SD dan SMP saya tidak mendapatkannya ya ?

Kalau kita bernapak tilas dari sejarah kejayaan Islam, kita dapat mengambil suatu benang merah bahwa kejayaan tersebut tidak lain karena kaum muslim memegang Islam secara utuh. Tentunya jauh berbeda dengan kondisi umat sekarang yang sangat jauh dari Islam. Tidak aneh jika dalam buku 4 Amanah Prioritas Muslim Muda Bagi Masa Depan Islam karangan Yusuf Qardhawi menceritakan pengalaman seorang barat masuk Islam setelah membaca buku-buku Islam, ketika ia melihat orang-orang Islam dari negara Islam berperangai buruk ia berkata

“Segala puji kepunyaan Allah yang telah memperkenalkan Islam kepadaku sebelum aku mengenal kaum muslimin”

  1. Paragraf 1: Mungkin seharusnya kekhilafahan. Kalau kekhilafan mungkin terkesan kesalahan/kekurangan. Wallaahu a’lam.

    iin : jazakallah atas koreksinya .. salah ketik tuh

    namun dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin dan kekhilafan selanjutnya

    Jika di sekolah-sekolah Islam, seperti Muhammadiyah, MI, MTs, ataupun MA, kemungkinan terdapat pelajaran sejarah Islam (dulu waktu saya MTs ada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, wallaahu a’lam sekarang). Kalau tidak salah, di Laskar Pelangi sekolahnya Muhammadiyah.

    Mungkin tidak hanya di bidang sejarah. Yang lebih penting lagi, mungkin bidang ilmu tentang Islam itu sendiri. Berapa banyak orang muslim yang tidak mengetahui tentang Islam? Dan berapa banyak orang muslim yang melakukan maksiat/dosa dikarenakan mereka tidak mengetahuinya (misal: banyak yang masih ke kuburan mencari wangsit atau sejenisnya, atau perdukunan, atau amal bid’ah)?

    Yang cukup memprihatinkan juga, berapa banyak kaum muslimin yang membaca Al-Qur’an dibandingkan membaca koran? Wallaahu a’lam. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam orang-orang yang bersyukur.

  2. Kejayaan di masa lalu patut menjadi kebanggaan, tetapi seharusnya kita jangan hanya bangga.. Sebab sekarang kenyataannya Ummat Islam berada dalam keterpurukan..!! Kita harus berusaha mengembalikan masa kejayaan tersebut dengan strategi yang tepat.. yaitu “DAKWAH”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s