Surabaya Sillicon Valley


Mau coba apply lagi nggak ya ? Ada yang bilang tidak usah … daripada hilang uang 1,2 juta lagi. Ada yang bilang jalan terus … sapa tahu there is a little hope. It’s worth a try. Rasanya memang tidak ingin mengecewakan siapapun dan perjuangan 2 tahun haruskah berakhir sia-sia ? Ok, saya mulai lagi melengkapi dokumen-dokumen kemarin yang kurang dan tentu saja menambahkan beberapa dokumen yang mungkin ditanyakan perihal kedatangan saya dari Taiwan.

Sekali lagi merepotkan Pak Diding untuk membuat berbagai surat keterangan perihal keberangkatan saya ke Taiwan, surat pengangkatan aktif kembali sebagai dosen, surat keterangan penghasilan dll.  Kemudian meminta Mbak Ita memberikan semua bukti gaji yang ditransfer selama saya di Taiwan. Bu Rini juga membantu membuat surat penugasan dari rektor ITS dan beberapa kelengkapan lainnya. Leslie pun juga membuatkan surat reference letter atas nama google yang menegaskan perjuangan saya selama ini dan saya dipastikan kembali ke Indonesia untuk mengajarkan apa yang saya dapat dari conference tersebut. Hhhmm sepertinya semua dokumen sudah lengkap. Saya mencoba membuat perjanjian wawancara sekali lagi.

Tanggal 8 September 2008, pukul 8.30 di depan Konjen USA Surabaya. Sambil menunggu antrian saya mendengarkan lagu Opick
“Bila waktu tlah berakhir, teman sejati tinggalah sepiii”
Yup, Nanti saya juga tidak akan ditanya jadi pergi ke Grace Hopper apa tidak di kuburan nanti
Lantunan Gigi – Dosa ini – pun menguatkan hati saya
“Dosakah hati ini yang selalu tak merasa puas”
Jikalau visa ini tidak diterima, saya akan menerima ya Allah ….
Hati sayapun lebih tenang, cenderung cuek whatever what will be

Semua proses yang saya lalui sampai loket 2 adalah sama seperti yang lalu. Ketika nama saya dipanggil di loket 3, tiba-tiba petugas tersebut berkata,
” I have interviewed you a couple days ago, I won’t again, just wait ok ..”
Hah … lah saya terus mo diapakan lagi 😦
Setelah menunggu cukup lama, tiba-tiba nama saya dipanggil lagi. Ternyata saya diwawancari oleh petugas lain yang lebih tua lebih mendetail. Kenapa pergi ke Taiwan? Kenapa ke HongKong ? Mau apa ke Amerika ? Sampai saya harus presentasi penelitian saya didepannya. Tiba-tiba dia bertanya
“Ini penelitian, kamu submit ke tempat lain ?”
Ya tentu saja tidak, itukan kode etik. Semua bukti dokumen yang dulu ditanyakan saya keluarkan semua.
Namun … nggak ada hujan nggak ada angin tiba-tiba petugas tersebut berkata,
“You are not qualified to go to USA !!”
Masya Allah apalagi nih … apa salah saya
“What is your major reason to refuse my application ?”
Baca saja di kertas ini, begitu katanya.
Kertas itu sudah saya dapatkan saat visa saya ditolak pertama. Bener2 tidak jelas.
Saya bisa menerima hal tersebut meski dalam otak saya bertanya, “What’s wrong with me?”

Ada yang mengatakan karena pakaian muslimah saya atau karena saya tidak mau buka kerudung saya
“Well, I am chalenged to be stereotype as moslem women like everything I am judged for … my thought my idea NOT THE WAY I LOOK !!”
Ada pula yang mengatakan karena saya belum menikah, karena pengalaman seorang dosen ITS juga ditolak karena tidak punya ikatan kuat kembali ke Indonesia.
Ha ha masak mo nikah supaya visanya diterima. Sadis banget itu ….
Jadi banyak spekulasi nih …

Itulah dua orang yang dibagian awal saya ceritakan suka bertanya ini itu 😆 sebelum kita menyeberang danau.

Hari rabu adalah kunjungan Lunghwa University dari Taiwan. Saya dan mbak Yuhana diminta untuk menemi tamu-tamu tsb. Tiba-tiba dekan saya, Pak Ryan menanyakan perihal visa tersebut. Dengan jujur saya menjawab, “Ditolak lagi Pak”.
“Aneh, kurang apa lagi sih Kalau begitu kita coba meminta Pak Rektor ITS untuk menangani masalah ini langsung setelah kunjungan ini. Semua berkas, tolong disiapkan mbak!”
Menurut Pak Probo (rektor ITS) bahwa kita punya hubungan baik dengan Konjen AS seharusnya hal ini tidak terjadi. Kemudian beliau meminta pembatu rektor 4 dan Ketua Internasional Office ITS untuk menghubungi konjen AS untuk mengetahui alasan penolakan visa tersebut, mungkin bisa dilengkapi dokumennya. Dalam hati saya sih udah ikhlas tidak ke USA, mungkin ada hikmah di balik itu. Apalagi Bapak dan Ibu pun juga mendukung saya untuk mau menerima apapun yang terjadi.
“Insya Allah akan diganti Allah dengan yang lebih baik nduk .. kamu sudah berusaha dan mebuktikan kamu bisa melewati ini semua dalam 2 tahun”
Keesokan harinya saya mendapat kabar dari Pak Ketut Budha (International Office ITS) bahwa pihak konjen AS yang merupakan kolega ITS tidak dapat memberitahukan alasan mengapa saya ditolak. Hal itu merupakan rahasia DEPLU AS. Ya, sudahlah itu hak mereka untuk menolak.

Tanpa harus ke USApun masih banyak yang bisa saya lakukan. Tetep semangat dan ceria seperti biasa 😳 Langit ndak runtuh kok. Sampai Mas Toni bingung lihat tingkah saya, yang biasanya sukanya shoulder on cry namun terkesan saya cuek terhadap masalah ini. Bagi saya, kasihan matahari sudah bersinar namun malah saya hadapi dengan cemberut 😛 Daripada mikir begituan terlalu berat, mending berpikir bagaimana Ramadhan saya kali ini. Tul nggak ?

Bersama pasukan kecil, saya bertekad untuk mendirikan Surabaya Silicon Valley. 😆 Pasukan kecil berjumlah 8 orang :

  • M. Rohmatulloh
  • Kiki Ahmadi
  • Angga Rajasa
  • M. Nur Taufix
  • Purnama Anaking
  • Taurisa Wijaya
  • Aditya Tanjung
  • Ferry Tri H

Pasukan ini saya komando dengan bantuan Radityo. Kita semua terlingkup dalam E-Bizz family 😆 All of you are GREAT students.
Tidak itu saja, sekarang juga membina 13 kekuatan Open Souce Project. Well sudah saatnya bangsa ini tidak sekedar menjadi user, namun menjadi developer demi kemandirian bangsa ini !!!
Surabaya Sillicon Valley sebagai kekuatan ICT Indonesia wilayah timur yang akan membantu pemerataan IT Indonesia. (Jadi inget tangan2 Sokam, kapan kita baca komik lagi .. itu komik apa riset .. ?)

Akhirkata saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang membantu saya dalam pengurusan visa ini. Mulai dari Pak Diding, Bu Rini, Pak Bekti, Mbak Yuhana, Mbak Ita, Pak Yudhi P atas pinjemen faxnya, Rektor ITS, PR 1 ITS, PR 4 ITS, Pak Ketut Budha, Dosen dan Karyawan FTIF ITS dan keluarga. Tak lupa Leslie Hawthorn, Amy Stephen, Prof Birgitta, Prof Tracy Camp, Louis Landry, Mateusz Kreszweoic, para kluweker dan women in Systers forum (abis ini saya posting dukungan mereka). Without them, I am nothing, felling sorrow

Iklan
  1. Waw, Surabaya Silicon Valley… kedengarannya menjanjikan….

  2. Boleh ikutan E-Bizz nya gak nih?

    –budiw

  3. Assalamu’alaikum
    awalnya iseng bertandang ke blognya ibu ibu dosenku satu ini,
    ternyata.. subhanallah…keren mbak (eh, bu dink 🙂 )

    Surabaya Silicon Valley…
    nama yang kerenz buk 🙂

  4. bu, ga pengen ngajar di informatika juga?
    itung itung, bek tu almamater gitu 😀

  5. wah. ikutan SSV dong.. 😀

    • nRa
    • September 19th, 2008

    hikss…
    sedih mbak baca tulisannya 😦
    insyaAllah ada jalan yang lebih baik yang diberikanNya, amin.

    *sepertinya Surabaya Silicon Valley ini bakalan jadi jalannya nih 🙂

  6. Ha ha masak mo nikah supaya visanya diterima. Sadis banget itu …

    see the bright side mbak, mungkin itu cara Allah untuk sedikit “mendorong” mbak iin untuk menyempurnakan separuh agama… 🙂

    about the SSV, it would be nice, i think, if you can collaborate with them.

  7. Ha ha masak mo nikah supaya visanya diterima. Sadis banget itu ….

    itu bukan sadis mbak, tapi mengingatkan supaya jangan lupa buat menyempurnakan separuh dien… 🙂

    about the SSV, looks like BHTV will have more companion to work with…

    • Kiki Ahmadi
    • September 21st, 2008

    we are ebiz family..
    and we code for fun..

    heheheheh

  8. sabar mbak…
    mungkin emang itu yg terbaik untuk mbak…
    hm..sby silicon valley?
    interesting…biar bisa pulang kampung..hehe.

  9. Semua akan indah pada waktunya bu….

  10. hmm.. suatu saat nanti semoga ada novel berjudul Laskar Surabaya Silicon Valey…
    tetap semangat bu aini …

  11. good to great …

  12. @Kiki Ahmadi : code for implementing the formula, doesnt it? wekkkekekekeekek

    • ikrarestart
    • November 6th, 2008

    keren juga surabaya silicon valey..!!

    sabar aja ya bu

    salam kenal

    anak bungsu dari 6 bersaudara ya…!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s