Feminisme dan IT


Seringkali saya ditanya mengapa harus ada Kluwek, Wanita Debian Indonesia maupun Duniawanita ? Apakah keberadaan organisasi-organisasi tsb berkaitan dengan gerakan feminisme dalam IT pada khususnya? Tentu saja TIDAK. Kalau boleh jujur saya tidak terlalu menyukai kegiatan feminisme yang bagi saya terkadang keluar dari kodrat wanita.
Saya berpendapat pendirian organisasi-organisasi tersebut bertujuan untuk membuat wanita ramah kepada teknologi. Keberadaan organisasi tersebut akan memberikan tempat yang seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya bagi wanita untuk bertanya dan berkreasi tanpa ada rasa malu, takut dan lain-lain. Tidak bisa dipungkiri memang keberadaan wanita di dunia IT memang sedikit. Terkadang mereka ada rasa malu untuk bertanya di sebuah forum karena merasa sendiri, ada pula yang menyamar dengan nama lelaki karena takut digoda dan banyak hal lainnya. Masih lekang dalam ingatan saya, ketika saya diminta menjadi admin labprog di Tek. Inf ITS 6 tahun yang lalu, Mas Aby, Mas Kendy dan Mas Rizki mengatakan keberadaan seorang wanita menjadi admin labprog adalah sebagai sarana bagi user wanita untuk bertanya dengan lebih nyaman.Sempat saya menolak permintaan mereka. Rasanya tidak PD aja menjadi admin. Alhamdulillah sekarang admin-admin wanita bermunculan. Selama menjadi admin pun, saya tidak pernah menginap di lab. Jika ada server rusak paling banter jam 22.00 saya berada di kampus, itupun pulangnya diantar temen-temen admin lain yang mengikuti sepeda motor saya dari belakang. (Terima kasih Jakka, Joko, Lintang, Gunna )

Keberadaan organisasi-organisai tersebut berusaha menempatkan wanita sebagai subyek bukan lagi hanya obyek. Apa yang dimaksud obyek disini ? Seringkali iklan IT mempergunakan wanita sebagai modelnya, yang terkadang tidak nyambung dengan produknya dimana cendrung mempertontonkan kecantikan atau minimnya baju. Beberapa kali LinuxChix melakukan protes ketika ada penggunaan wanita sebagai obyek kurang ada tempatnya dan Kluwek pun pernah melakukannya juga ketika digambarkan sebagai kelompok wanita berpakaian minim.

Sedangkan subyek yang dimaksud disini adalah wanita sebagai pelaku. Coba bayangkan wanita tidak perlu keluar rumah untuk mencari ilmu lewat internet atau seorang wanita dapat bekerja secara online dari rumah dengan pendapatan yang cukup besar. Saya memiliki teman-teman wanita yang bekerja secara online dari rumah sambil merawat anaknya, bahkan pendapatan mereka tidak kalah dengan wanita yang harus bekerja di luar rumah.

Ternyata dalam organisasi tersebut para wanita tersebut juga tidak melupakan sifat kewanitaannya. Sebagai contoh duniawanita tercipta ketika dua wanita sedang memasak bersamašŸ˜³ Ada pula sedikit cerita menarik saat N2Women meeting di MobihOc HongKong berlangsung. Setelah semua peserta memperkenalkan diri dan menceritakan pengalaman mereka dalam bergelut dalam dunia jaringan komputer, beberapa senior Professor mengatakan, “Jangan takut menikah saat PhD” atau “Jangan lupa mengurus anak meski riset”. Subhannallah mereka juga memberikan nasihat yang bagus bagaimana mengatur waktu antara keluarga dan dunia riset mereka.

Namun tidak dapat dipungkiri juga alam feminisme juga memasuki organisasi tersebut, yaitu dalam hal ingin dianggap sama dengan laki-laki dalam IT. Well, selama tidak keluar dari jalur, hal tsb sah2 saja. Namun bagi saya, lebih baik berkarya nyata daripada sekedar berteriak-teriak masalah gender. Bukankah Wanita dan pria diciptakan untuk bekerjasama untuk membangun kehidupan dunia lebih baik.

Pernah pula saya membaca di forum syster (maling list wanita IT terbesar di dunia) bahwa mereka ingin membuat forum khusus homo di GraceHopper Conference (Konferensi Wanita IT terbesar di dunia). Hiii.. ngeri juga. Semoga tidak dilolosin ama panitianya. Kita liat aja, Oktober ini di Colorado, USA … bagaimana para wanita IT dunia berkumpul dalam mempresentasikan karya mereka dan berdiskusi IT. Apakah kesan feminisme akan terlihat disana ? Di Conference ini terdapat layanan pengasuhan anak selama Ibunya seminar. Kereen khan ?

*Terima kasih Leslie Hawthorn, Prof Tracy Camp dan Amy Stephen who make this happen.

  • Trackback are closed
  • Komentar (4)
  1. Siiip…
    Tetap semangat!
    Segera dapatkan doktoralnya!šŸ˜€

    • Jakka
    • Agustus 5th, 2008

    Iin, Kayaknya masih ada satu admin LP-C10 lagi yang belum kesebut deh…
    Ayo siapa…, lupa ya??

    • hambaAllah
    • Agustus 5th, 2008

    Bismillah,
    Dalam dunia fisik kita ,memang ada perbedaan_fisik antara laki laki dan perempuan, karena itu berhubungan dengan tujuan dan maksud penciptaan Semesta ini.
    Dalam dunia software, model dunia fisik itu bisa mengilhami tentang adanya software yang feminin. entah feminin tampilan desktopnya, atau feminin pendekatannya. mengapa tidak? fractal dan teory chaos adalah salah satu contoh kasus. sederhana tapi digdaya. ( jamilunHalim).
    Dalam dunia Jiwa, tidak ada perbedaan antara Ruh laki laki dan perempuan. Mirip seperti malaikat, Ruh manusia itu tidak punya jenis kelamin (karena jenis kelamin itu berhubungan dengan dunia fisik).
    Jadi , tema Feminisme dalam IT kelihatannya akan lebih banyak bermakna kalau digunakan dalam disain software nya.
    Lebih kurangnya, saya mohon maaf. AAbS.

  2. assalamualaikum ….? salam kenal y q seorang pemula dalm hal IT , q salut dan wajib di banggakan bagi anda. hebat….! satu kata untuk mbak cz di anugrahkan keahlian tetapi tidak berpaling sebagai wanita muslim. nah ckrg q hnya mo link n tnya bgmn cara boat data base di xamp? thanks …y

    wasslam……..

Komentar ditutup.