Halal lebih baik :D


Ntah lagi pengin nge-blog pengalaman 2 minggu yang lalu ke Hong Kong. Untuk kali ini, saya akan berbicara soal makanan. Mengapa ? Hong Kong memang berbeda dengan Taipei atau Taiwan pada umumnya. Keberadaan wanita dengan balutan busana muslimah lebih banyak kita jumpai di Hong Kong ketimbang di Taiwan. Kalau di Taipei bakalan sering kita melihat pandangan orang ke baju kita, namun di Hong Kong mereka sudah terbiasa. Mungkin karena disini penduduknya lebih multibangsa dan budaya daripada Taipei.

Well, let’s talk about halal food. Sebagai muslim, kita bisa memesan Moslem Meal atau sering disingkat MO di pesawat. Lebih aman dan tentunya lebih enak. Hi hi . Loh ? Iya donk, makanan penumpang sebelah saya yang bukan MO, hanya bihun, 3 udang dan 1 roti. Sedangkan makanan saya adalah kare ayam, nasi, puding dan buah-buahan.

Setiba di bandara hong Kong, kemudian naik Airport Express (mirip high speed rail taiwan) dan dijemput shuttle bus K6 di Kwoloon Station menuju YMCA Hotel. Karena perjalanan begitu cepat, saya tidak terasa lapar. Sampai di Hotel saya hanya istirahat sebentar, langsung keluar cari oleh2, pumpung ada kesempatan. Di tengah perjalanan, ada yang mengucapkan salam,

” Assalamu ‘alaikum”

Oh ternyata sepasang suami istri dari Malaysia.

“Tahu makanan halal dimana ?”

“Waduh, saya baru datang juga”

“Dari tadi saya pusing-pusing cari makanan halal”

“Ok, saya coba bantu” ( Sedikit bs bahasa zhong wen😳 )

Akhirnya kita berpusing-pusing di daerah kwoloon. Saya ada ide cari di 7-11, namun nothing hampir semua babi. Akhirnya kita ketemu restoran India dan tertulis halal. Tapi ketika kita masuk ada gambar dewa hindu, akhirnya kita keluar lagi. Saya punya ide bagaimana kalau kita pergi ke mesjid, mungkin di sekita situ ada restoran halal. Mereka setuju dan kita berjalan lagi dengan berbekal sebuah peta untuk menuju mesjid tersebut. Lumayan jauh kita berjalan … akhirnya sampai pula di mesjid Kwoloon. Berbeda dengan mesjid besar Taipei yang lebih dikuasai orang Taiwan, mesjid Kwoloon dikuasai orang Pakistan. Alhamdulillah kita mendapatkan jawaban dimana letak restoran halal.

Jalan lagi deh . Kaki saya lumayan pegel juga. Jalan melulu. Sudah melewati 3 stasiun kereta bawah tanah demi menemukan makanan halal. Alhamdulillah kita menemukan tempat makanan halal tersebut. Wuih banyak sekali orang pakistan yang menawarkan brosur untuk makan di restoran mereka. Ya udah kita pilih satu brosur dan mengikuti orang yang membawa brosur tersebut. Tiba-tiba orang tsb berhenti di depan lift dan berkata :

“Waiting the elevator or going up stair now ?

But it is located at 4th floor”

Hah lantai 4, glodak … . Tapi apa hendak dikata dah terlanjur jalan jauh dan kasihan juga 2 orang malaysia ini belum makan. Akhirnya kita menaiki tangga…. hhmm ini kayak naik ke rumah susun :green: Sampailah kita disebuah restoran keeeccciill Pakistan. Tertulis kalimat Allah. Alhamdulillah …. Kita semua pesan nasgor😳 untuk dimakan disana, sedangkan orang malaysia tsb pesan kare ayam dkk untuk dibungkus buat makan besok. Saya tidak berminat pesan, mengingat besok makan di conference. Tak lupa saya ingin mencoba teh masala pakistan. Karena nasgornya terlalu banyak, dapat kita bungkus .. lumayan buat makan pasgi😀 Kita dapat diskon 20% loh karena kita muslim dan semua makanan dibayar sama orang Malysia tersebut (jadi 100% diskon buat saya, abis dibayar tidak mau😛 ) Orang Malaysia tsb berkata,

“Nanti kalau Cik Aini dah menjadi mentri di Indonesia dan bertemu lagi dengan saya, nanti gantian bayari saya makan😀 ”

“Amiiiin”

Selama di conference saya selalu makan vegetarian, kebetulan dah pesan ke Prof Jianping.

Sempat juga malamnya pergi dengan Gina dan Salma ke McDonald sambil anterin mereka beli baju di outlet. DI Mcdonal saya hanya beli burger ikan dan kentang goreng. Untuk kali ini Gina yang bayarin kami.

Malam terakhir sebelum pulang ke Taipei, saya coba sempatkan jalan-jalan cari oleh2. Maklum belum sempat-sempat dan tidak tahu harus cari dimana. Seharian conference, jadi waktunya hanya malam saja. Alhamdulillah di jalan ketemu Mbak TKW yang lagi pulang menuju rumah majikan. Dia dengan senang hati mengantar saya ke daerah night market Jordan. Wuih tak terasa jalan jauh juga, pegel kaki dan haus. Akhirnya saya putuskan untuk pulang.

“mbak temani saya minum es krim yuk”

“Ok”

Ketika saya akan membayar es krim tersebut di 7-11, mbak tersebut langsung mengeluarkan kartu octopus untuk membayarnya.

“Udah mbak saya aja ….”

Waduuuh jd tidak enak, udah dianterin malah ditraktir lagi.

Alhamdulillah selama di Hong Kong saya makan makanan HALAL dan GRATIS:mrgreen:

  1. Subhaanallaah. Di Indonesia sendiri terkadang orang kurang peka atas “halal”-nya suatu makanan. Mungkin karena kultur di sini kebanyakan orang muslim, maka kebanyakan makanan adalah halal. Akhirnya kurang peka, apakah suatu makanan halal atau tidak *saya mungkin termasuk yang husnuzhan atas makanan yang kumakan*.

    Btw, halal memang insyaallah lebih baik. Karena salah satu hal yang dapat menahan terkabulnya doa adalah barang yang haram.

    Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Telah bersabda Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam, “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, maka Allah telah berfirman, “Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih.” Dan Dia berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.” Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a, “Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku,” sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do’anya.”” (Dikutip dari hadits Arba’in An-Nawawiyah, hadits ke-10).

    • nRa
    • Juni 13th, 2008

    “Nanti kalau Cik Aini dah menjadi mentri di Indonesia dan bertemu lagi dengan saya, nanti gantian bayari saya makan”

    amiiin, amiin, amiinn

    klo dah jadi menteri jangan lupa sama saya yah mbak🙂

    • morgan
    • Juni 14th, 2008

    Assalamu’alaikum
    Wah perasaan pernah lihat wajah mbak di idjoomla
    Iyakan noor aini yang pernah di tampilin idjoomla?

    Hmm kenapa gak pake joomla ajah?
    Btw bisa minta email mbak gak? kirim ke alamat email saya ya (klo ada yang yahoo) barangkali kita bisa tukar2 informasi tentang joomla, atau yang lain…:)

    Mudah2an di taipei mbak bisa tetap istiqomah…

  2. Bu Menteri, selamat wisuda…
    semoga ilmunya berguna bagi nusa & bangsa…

    last but not least, jangan lupa traktirannya…😛

    • tenzai
    • Juni 14th, 2008

    Di HK ga nyoba ke Warung Malang ato Jawa di Causeway Bay street, mbak ? Nyebrang sih dari Kownloon ke HK Island. Disana banyak orang Indonesia, dari yang jual sampe yang beli.

  3. selamat ya bu … akhirnya wisuda …

  4. btw, salam kenal….td lgi googling “kolam renang khusus wanita” eh nge link ke blog ini….lumyan nambah teman dan refrensi….btw, sang komentator dengan nick name tenzai itu aries kumara bukan??informatika’02?

  5. heee…
    enak sekali di taiwan dan hongkong ndak susah cari makanan halal…
    mungkin di sana karena banyak TKI kali ya hehehe

    btw es krim-nya dah jelas halal juga tuh mbak?
    hehehe
    ndak diliat dulu ingredient-nya
    kali aja ada gelatin… atau apa… atau apa…
    yang ternyata syubhat atau malah haram… hayooo

  6. hmm…,
    Mbak, mau tanya.
    Daging di sana kan kemungkinan besar haram, walau itu daging sapi. Karena yang nyembelih kemungkinan g pake basmalah. Nah, kalau g pake basmalah, hewan sembelihan itu hukumnya kan jadi sama dengan bangkai, berarti tingkat kesuciannya sama dengan najis.

    Nah, kalau makan di Megdi, gorengnya kan campur tuh, entah itu burger ikan atau daging ayam(yg cara nyembelihnya g islami). Berarti, minyaknya jadi najis kan? Daging ikannya jadi ikutan kena najis donk. Kalau dilihat dari ilmu fikih, gmn sih menghadapi hal ini? Soalnya, nyari makanan di negara yg mayoritas non muslim ya emang susahnya minta ampun.

    • pringsilanbangsat
    • Juni 28th, 2008

    assalamualaikum mbak,
    wah keren juga yach blognya…..
    tolongin dunk untuk bagi2 tipsnya biar blog saya juga bisa secantik mbak…
    gaya yang klasik dari mbak
    semoga menambah elegan kreatifitas mbak dalam mengukir sejarah…
    thank’s yachhh
    klo ada mau ngirimin tips tlng kirim ke : eengforce@yahoo.com
    thank’s a lot

    • hambaALLAH
    • Juli 25th, 2008

    just share tips makan di LN ( 1 – 2 weeks)
    Intinya, Ketika saya di LN sana, susah sekali untuk mendapatkan makanan halal secara material dan proses. Maka saya pilih Rotitawar dan selai, air putih dan BUAH BUAHAN. Seminggu mangan pisang, apel, roti tawar + selai. Silih berganti. Hikmahnya?
    Waktu makan roti, pikiran saya ingat Sayyidina Ali yang makan roti kering dicelup air.
    Waktu makan buah, ingat doanya nabi Ibrahim yang usul pada Allah agar anak keturunannya yang dekat Bekka ( Makkah) dicukupi buah buahan.
    Kadang perlu berpuasa juga. Ini mengingatkan pd Rasulullah.

    Jasad kita memakan yang dari bumi, jiwa kita bersanding dengan yang di langit.
    Serasa di surga dunia…he he he…luwe ( sedikit lapar, memang)
    Percaya tidak? kata-Nya bahwa di surga itu makanannya adalah buah buahan.
    ….
    paling enak memang makan di gebang atau pasar keputih .
    Semoga Allah mengampuni kita dan merestui perbuatan perbuatan kita. Amin.

  7. Makasih sharingnya, Hamba Allah, rasanya memang harus hati2 dengan makanan ‘halal’ bila tidak benar2 yakin. Tapi ilustrasi yang dibuat insyaAllh saya akan tiru bila saya mengunjungi negeri non muslim ini; membayangkan Ali bin Abi Thalib, Nabi Ibrahim, waaahhh rasanya cukup terpuaskan rohani kita, jazakmllah khran ktsrn.

    • Purwati
    • Desember 19th, 2009

    Insya Allah bln Januari aku dan suamiku akan tour ke Hongkong selama 3 har 4 malam. Tp ada keraguan besar dlm hatiku ttg makanan….mudahkah kt mendptkan makanan yg halal disana….?
    Ingin berangkat…tp persoalan makanan ini menjadi ganjalan yg berat unt ku dan suamiku….
    Ada yg bs kasih saran….

    • rina
    • Februari 9th, 2010

    mas yang bilang di daerah causebay banyak makanan muslim, waktu itu nginep nya di daerah central?

  8. mbak saya muslim dan pertama kali akan ke hongkong, saya beli voucher hotel. rencana saya mau beli di daerah mongkok, apakah mudah cari makan halal disana?
    apa lebih baik saya cari didaerah wanchai saja ? yang ada restorant jawa dan malang?..dari wanchai itu dekat ngga kemana mana ( pariwisata ) dan untuk belanja di ladies market?..

  9. Trimakasih bu Aini. Jd ref saya nnt kl jg jadi conf di HK. Sanagt bmanfaat artikelnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s