Munarman di Taiwan (2)


Saya bukanlah orang yang melek hukum. Terlalu rumit bagi saya untuk berinteraksi dengan hukum. Hmm padahal kondisi TKW di Taiwan, setidaknya harus punya (sedikit) ilmu tentang itu. Kepengurusan Formmit (forum mahasiswa muslim di taiwan) periode tahun lalu menutup manis kepengurusan dengan mengadakan Achievement and Advocation Motivation Training. Bapak Munarman menjadi trainer pada acara tesebut.

Sebelum hari H pelatihan Pak Munarman, berkunjung ke kota tempat kami studi, Tainan (kota di selatan Taiwan). Menurut informasi panitia, beliau datang ke Taiwan setelah melakukan perjalanan ke negara-negara yang banyak TKI/W lainnya (arab, yordania, korea, dll). Dan subhanallah, (setau saya ya kunjungan) beliau dengan biaya pribadi (huf huf…jadi ingat ketika pas jaman kuliah dulu, suka kadang sebel sama pembicara yang minta tarif tinggi..ups OOT). Kembali ke Pak Munarman, berdasarkan ilmu dan pengalaman serta survei yang beliau lakukan, yang cara yang paling cepat melakukan advokasi terhadap TKI dan TKW adalah dengan menggiatkan dari kalangan TKW dan TKI sendiri karena kalo dari mahasiswa rantainya bisa terputus karena ada kelulusan kuliah. Beliau mencontohkan kalo di Arab, TKI/W ada iuran bulanan untuk menyewa lawyer Arab yang akan siap sedia membantu bila ada TKI/W bermasalah. Menyewa lawyer negara setempat tentu akan lebih efektif. Ilmunya benar-benar digunakan untuk kemaslahatan umat (huhu jadi iri..hayoo semangat!!). Tentu orang-orang sekitarnya akan berbangga kali ya, bila melihat perjuangan beliau.

Nah, secara tadi ceritanya saya gak melek hukum, so sebelumnya saya juga tidak tahu siapa Pak Munarman itu. Setelah mengikuti kegiatan beliau selama di Taiwan, saya menjadi kenal siapa beliau. Sosok yang menginspirasi tentunya.

Dan………………tiba-tiba foto Pak Munarman muncul di detik.com dengan baju dan ikat kepala hitam. Kaget juga…dan hari berganti hati, pemberitaan semakin heboh. Banyak yang memberikan ulasan sana sini, dan mungkin banyak yang memberikan pandangan negatif terhadap tindakan Pak Munarman. Namun, di mata saya, beliau adalah tipikal orang, just say the right thing, no matter what.

Dan tindakan beliau dengan meminta “keadilan hukum” memang menyentakkan. Beliau melakukan tindakan berisiko tinggi. Orang no 1 Indonesia diminta mengesahkan pembubaran Ahmadiyah (harusnya ini memang udah dari dulu disahkan), baru kemudian beliau “menyerahkan diri’ ke polisi. Agama Allah yang dia bela, dan Allahlah yang akan meneguhkan pijakannya di bumi (Muhammad:7) amin..amin..

Ditulis oleh Seorang Mahasiswi Muslimah di Taiwan

  1. Salam kenal, blognya menarik, oh ya jadi pingin belajar ama pemilik blog ini tentang dunia IT, sekarang situs blog berita lingkungan http://www.greenpressnetwork.com yang aku kelola lagi diserang ama hecker luar negeri, untungnya masih bisa diakses di http://www.greenpressnetwork.blogspot.com. Makasih. wawan_epwkdi@yahoo.com

  2. Semoga beliau segera bersedia menyerahkan diri, agar kasusnya cepat selesai🙂

    • mas_arno
    • Juni 9th, 2008

    Saya sependapat dengan Pak Yudha.
    Hadapi ajalah, … karena seakan-akan pers Indonesia dan pihak Polri menyudutkan seolah-olah Pak Munarman sudah salah seperti terroris jika bapak lari terus…. Klarifikasi lebih menguntungkan menurut saya, sehingga kebenaran dapat terungkap. Jangan korbankan teman yang duluan di penjara.. kasihan…

    Serahkan pergerakan membela kebenaran pada teman yang lain yang lebih kompatibel, sedangkan Bapak Munarman menyelesaikan persoalan ini terlebih dahulu. Dapat bercermin pada Ust Abu bakar Baasir…. mungkin…

    • randy
    • Juli 3rd, 2008

    hah… islam bukan agama yang penuh kekerasan… nabi sendiri aja ga pernah menyakiti siapa2… contoh nabi donk… kalau ada yang salah nasehati, kan ada Hadist alquran… saya kira Munarman tau akan hal itu kalau dia ngerti agama bukan ro’yu tapi nasehat dengan Hadist dan damai pIzZz.. kecuali kalau ada saudara islam kita yang disakiti… hhmm… itu boleh kita keras… islam seharusnya bersatu… walaupun tidak mungkin, setidaknya berusaha…

  1. Juni 6th, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s