Video FPI yang luput dari media


Adanya pendukung Ahmadiyah yang membekali dirinya dengan senjata api menunjukkan bahwa aksi di Monas kemarin bukanlah aksi damai. Melainkan aksi yang sengaja ditujukan untuk menimbulkan kerusuhan. Terlebih mereka mengeksploitasi wanita, anak-anak, dan orang cacat yang dijadikan tameng.

Tulisan terkait :

siapa-yang-punya-media-dialah-yang-berkuasa

    • DiN
    • Juni 5th, 2008

    Btw, kenapa nggak sampai terdengar suara tembakannya ya?

  1. video pertama saya gak ngerti. berulang2 denger teriakan tembak tembak tapi siapa yang menembak, siapa korban, kok gak ada bunyi pistol dan orang yang terluka? lalu tulisan di bawah video ke-2: “siapa yg punya media, dialah yg berkuasa”…. siapa yg punya media dan maksudnya gimana? jadi bingung, soalnya gambar aja tanpa keterangan lainnya, jadinya cuma bisa tebak2an maksudnya aja deh

    • MAS_arno
    • Juni 5th, 2008

    Saya penasaran ….. GIMANA PENDAPAT ORANG LUAR NEGERI TERHADAP INDONESIA…. tolong tulis sedikit aja sudut pandang masyarakat awam negara lain terhadap Indonesia …..

  2. media memang penting dalam jaman informasi sekarang ini.

    • zirau
    • Juni 15th, 2008

    Negara kita seperti “bunga bangkai” yang ada di video ini, besar tetapi busuk.

    • BRONX
    • Juni 19th, 2008

    Tuduhannya aja udah kata tameng, jadi jelas bahwa yang ada di otaknya perang dan serang ya…???

  3. Seperti kata nabi dalam hadits, orang yang membunuh dan terbunuh akan masuk neraka (keduanya). kenapa? karna keduanya mempunyai niat membunuh,cuma masalah yang menang saja yg tidak terbunuh. selayaknya masalah tersebut diselesaikan secara bijak dan intelektual yang menjadi ciri islam.

    • randy
    • Juli 3rd, 2008

    hah ini lagi kadang2 tolol n bego juga bangsa indonesia… segala sesuatu dilakukan dengan cara kekerasan, boba flash back lagi ke masa lampau, bagai mana bangsa ini hancur oleh negara lain, karena gampang banget terprovokasi, coba dipikirkan lagi secara bijak, ada cara banyak untuk membuat orang agar tobat, kan FPI punya ustadz kan pasti ngeti hadist dunk dang quran juga, kenapa ga dinasehati tuh ajaran sesat, klo make cara kekerasan, kristen juga kan lebih sesat apalagi hindu dan buda, kok mereka ga digebukin juga… wah pilih2 kasih neehh…

      • prima
      • Oktober 25th, 2009

      …………………………kristen juga kan lebih sesat apalagi hindu dan buda, kok mereka ga digebukin juga… wah pilih2 kasih neehh…

      Anda tau darimana agama selain ISLAM itu sesat. Pikirannya cetek sekali ya Mas. Biarlah agama itu menjadi hubungan manusia dengan Allah/Tuhan. Tuhan aja ga’ repot kok sampean repot ngurusi hidup orang lain.
      Apa situ dah yakin benar sudah menjadi islam yang baik menurut Al-Quran, Allah dan Muhamad SAW. Urusi diri masing-masing saja ya Mas, jangan saling Hujat.
      “BERBUATLAH KEBAIKAN SEPERTI APA YANG DIAJARKAN AGAMA dan KEPERCAYAAN YANG KAU PERCAYAI dan YAKINI, KARENA HAKEKATNYA SEMUA AGAMA MENGAJARKAN KEBAIKAN”.

    • yanuar
    • Agustus 6th, 2008

    Mas Randy, setau saya, bukannya pelaku maksiat itu tidak pernah dinasihati. Tetapi, mereka lebih mendengar da’wah dari para thoghut.
    Jika Mas lihat ada anak Anda bermain di tempat yang sangat berbahaya, boleh jadi Mas akan menarik lengannya; atau “saking” sayangnya pada anak itu Mas Akan menjewer telinganya agar ia menjauh dari bahaya – yang mungkin tidak disadarinya. Setau saya, itu yang dilakukan. FPI tidak memukul mereka di rumahnya, tetapi di lokasi yang akan jadi tempat maksiat agar mereka bubar (menjauh dari bahaya).
    Padahal, apa yang lebih berbahaya dari syirik (dan maksiat lain)?
    BTW, saya bukan penyuka pukul-pukulan juga. Saya lebih suka jika penanggulangan kemaksiatan itu pemerintahlah yang bertindak; secara prefentif dengan aturan-aturan, dan secara represif dengan para aparatnya.
    Jadi, perlu kita dukung, para ustadz yang mendakwahkan syariat di pemerintah, tuh..
    Nah.. kita tetap saudara, kan?

  4. @cak ali
    kalo yang terbunuh itu ibu-ibu yang teriak ketakutan masa masuk neraka mas😀

  5. Niat itu hanya di dalam hati, kita tdk tahu isi-nya kecuali Allah. Skr ini bnyk aktor yang bisa menjelma sesuai dg kepentingan yg diinginkannya. Semua psti bisa menilai.

    • defian
    • Oktober 22nd, 2008

    Kalau semua diselesaikan dengan cara diskusi, bakal tidak ada yang mau mengalah. walaupun dengan voting. Aneh ya voting untuk membela kebenaran terhadap kejahatan. Boleh jadi suatu waktu nanti negeri ini menjadi negeri penjahat sehingga yang berbuat kebenaran akan dihukum, itu kalau kalau masih ada penegak hukum.
    Masalah yang ada undang-undang/KUHP sudah ada dan penegak hukumnya sudah ada, tetapi jika diserahkan ke penegak hukum, sampai kiamat malah para penegak hukum mencari keuntungan dari kejahatan yang ada seperti judi, miras, perzinahan. Dapat setoran dari bisnis kotor tersebut, bisa naik pangkat karena prestasi yang bisa diatur penggerebekannya, dll. Media masa jelas bisnisnya nyleneh eksploitasi seks (penonjolan bagian-bagian tubuh “indah” sekitar dada panggul). Yang pasti pajak bisnis seks sangat besar dan pasti ada kepentingan untuk melindungi agar bisnis seks itu tetap berlangsung.
    Jadi siapa yang menjaga keamanan dan keimanan di lingkungan kita sendiri selain dari para penegak hukum, wahai para peng agung-agung hidup “DAMAI”???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s