Siapa yang punya media, dialah yang berkuasa …


Saya bukanlah bagian dari FPI, HTI, NU, Muhammadiyah, PKS, Ikhwanul Muslimin atau lainnya. Yang jelas saya adalah bagian dari ummat Islam yang tidak ingin melihat umat Islam dipecah belah dan tidak setuju dengan keberadaan Ahmadiyah. Mengapa ? Karena saya mengimani Nabi yang terakhir adalah Nabi Muhammad. Mungkin cara terbaik untuk menghadapi Ahmadiyah adalah dengan memperbaiki aqidah mereka, tentunya bukan dengan cara anarkis.

Mendengar berita akhir-akhir ini membuat saya ingin menulis, jujur yang saya rasakan pemberitaannya terasa tidak seimbang. Berikut adalah berita-berita yang patut dibaca sebagai bahan pertimbangan selain membaca atau melihat berita dari TV, koran dan media massa lainnya.

  1. Apa sesungguhnya yang terjadi pada Ahad 1 Juni 2008? Media massa rame-rame menyudutkan Fron Pembela Islam (FPI).
  2. Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan merekayanglangsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.
  3. Sebuah foto lebih berbicara dari seribu kata-kata. Bagaimana kalau sebuah foto diberi teks yang tidak sesuai alias bertolak belakang? Kalau bukan teledor bisa bisa tergolong fitnah.Ketua Komando Laskar Islam (KLI), Munarman mengangap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan dan Berkeyakinan Beragama (AKKBB) melakukan fitnah kejam.
  4. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jawa Timur KH. Mujib Imron mendukung langkah Maftuh Basyuni. Menurutnya benar apa yang dilakukan Menag RI karena dalam rangka meluruskan akidah uamt Islam di mana tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang terakhir, demikian KH. Mujib Imron kepada wartawan di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Selasa (14/2).
  5. Entah karena kesal atau sengaja, Korlap aksi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Saidiman, mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang bisa memancing emosi umat Islam.
  6. Video Dialog Habib Riziq dengan Nasrani seputar kegiatan FPI

Saya berharap yang benar akan segera terlihat dan semoga Allah selalu menjadi pelindung bagi mereka yang berjuang di jalan Allah.

  1. Saya setuju bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari Islam, dan aqidah mereka yang meyakini nabi setelah Muhammad shallaallaahu ‘alayhi wa sallam adalah bathil. Oleh karena itu, hendaknya Ahmadiyah segera dilarang sehingga tidak menimbulkan permasalahan lagi.

  2. Ingat film James Bond Tomorrow Never Dies? Elliot Carver, sang raja media berkata kurang lebih, “Peluru dan mortir zaman sekarang adalah media Mr. Bond. Media lah yang kini menguasai media.” Dan inilah yang terjadi sekarang, penguasa di Indonesia bukanlah presiden, tetapi pemimpin MNC group dan Media Group.

    • MAS_arno
    • Juni 5th, 2008

    Apakah ini tanda-tanda kiamat sudah dekat ya……
    Dalam Hasdist Nabi pernah bersabda….(kurang lebihnya seperti ini)… “akan datang suatu masa, yang mana umat Islam bagaikan makanan lezat yang terhidang diatas meja, dan dikelilingi oleh orang-orang lapar yang sangat ingin menyantapnya…. kemudian sahabat bertanya…. Ya.. Nabi apakah pada masa itu umat Islam sangat sedikit jumlahnya…. kemudian Nabi bersabda … bukan, umat Islam pada saat itu jauh lebih besar dan lebih banyak jumlahnya dari pada (non muslim), tetapi banyak diantara mereka yang tidak qonaah dan amanah…”

    Inilah yang terjadi di Zaman sekarang ….. bahkan orang yang dianggap Kyai / Ustad / Muballigh / dll tidak bisa amanah dalam memegang teguh agama Islam ….. mereka cenderung menggunakan nafsu dan pemikiran duniawi dalam berbicara / bertindak dan membiarkan sesuatu….

    • nRa
    • Juni 5th, 2008

    klo kita pengen ngelawan media … percuma,
    tetapi kita masih dapat melindungi diri kita dari media,
    jangan cepat/mudah percaya terhadap suatu pemberitaan media massa. Terutama media massa Indonesia saat ini.

    • habib
    • Juni 6th, 2008

    itulah susahnya “memahami” berita dari media massa. berita banyak yang bukan berita, tapi propaganda. benar judul artikel ini. maka aku suka bilang pada teman-temanku, eh….kalau belum bisa baca koran, jangan baca. kalau belum bisa nonton tv, jangan nonton. kalau belum bisa denger radio, jangan denger…!!!
    begitu. karena banyak yang terbius oleh berita yang sebagian besar nggak fair itu. mampir ya ke sini

    • intan
    • Juni 6th, 2008

    1. Ahmadiyah yang mana? Ahmadiyah bukannya ada dua macam: satu yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, satu lagi cuma sebagai syaikh? Yang pertama sih emang masalah kalo mereka ngaku Islam. Kalo emang mau tetap ada, bikin aja kelompok kepercayaan sendiri yang terlepas dari Islam. Di Indonesia gak sedikit kok kelompok kepercayaan yang baru muncul dua abad terakhir. Kalo Ahmadiyah yang belakangan, kayaknya masih fine kalo ngaku Islam. Kalo aku sih prinsipnya silakan aja punya kepercayaan apapun selama nggak memelintir agama lain yang udah ada. Kalo mereka mencari Islam, silakan dibina; tapi kalo nggak ya ngapain boros tenaga.

    Masalahnya, kata bokap, tahun 1950-an yang kedaftar di [kalo gak salah] Kejaksaan sebagai badan hukum tuh organisasinya Ahmadiyah yang nganggep Mirza sebagai nabi. Tahun 1970-an masalah itu sempet rame kayak sekarang, tapi kok ya tuh masalah nggak dituntasin, cuma diredam pake cara pengaturan agenda media trus kalo perlu buat pengalihan isu dikeluarin lagi. Sama kayak pengalihan isu kenaikan harga BBM sekarang ini.

    2. Media coverage gak pernah lengkap. Berapa banyak sih yang nyadar buat memisahkan dua kategori Ahmadiyah yang beda keyakinan itu? Eh terusnya masyarakat jadi lupa kalo Ahmadiyah ada dua macem, menyamaratakan begitu aja. Kalo ngikut judul posting ini, sampe kapan orang mau dikuasai media?

    3. I’m not an Ahmadi😛

    4. Kapan masyarakat bisa jadi lebih dewasa dan lebih bijaksana?

  3. untuk mbak intan, kalau tak keberatan coba klik di sini

    • dhana
    • Juli 2nd, 2008

    yups.. harus pinter2 milih dan milah informasi dari media sekarang..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s