Hati yang Bening


Terkadang serba salah juga mau melakukan sesuatu namun takut juga dianggap riya. Namun jika tidak dilakukan kok ya kerusakan semakin parah. Akhirnya yang terjadi adalah maju mundur dengan serangkaian berbagai alasan untuk menolak maju atau tampil ke depan.

Seringkali saya mendengar, justru kalau kita tidak mau tampil maka kitalah yang riya. Masak sih ya ? Bingung juga… cari hadist tentang hal tersebut namun tidak dapat juga. Justru yang saya dapat adalah pernyataan dari Fudhail bin Iyadh ra.

Beliau mengatakan : “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’

Mungkin yang dapat saya sedikit cermati maksud disini adalah jika kita takut melakukan perbuatan karena takut riya, di saat itulah timbulah ujub. Karena kita merasa kita lebih dari yang lain. Tapi bingung juga ya ๐Ÿ˜• Terkadang kita butuh pula rasa percaya diri untuk melakukan sesuatu.

Aaahh hati …. segumpal daging namun menentukan kadar amalan kita. Begitu sulitnya menjaga hati ini. Murnikan hati dalam melangkah setiap detik setiap nafas. Istighfar jika mulai timbul penyakit hati.

So mana yang lebih bagus orang sholat karena riya atau orang meninggalkan sholat karena takut riya ?

    • nRa
    • April 11th, 2008

    nyanyi dlu ah ๐Ÿ™‚
    “jagalah hati jangan kau nodai”
    “jagalah hati…”

    *pertama ๐Ÿ™‚

    iin : manteeep, Pakasek yang nyanyi

  1. Asw..
    Afwan bu.. jangn memberikan pertanyaan seperti itu.. rasanya terlalu “gamang” dan menimbulkan perdebatan..

    Hmm..
    proses memperbaharui hati adalah tahapan kehidupan yang dilalui dalam waktu yang lama. disertai dengan berbagai cobaan agar terus melatih hati kita..

    Jadi.. riya atau tidaknya seseorang.. termasuk ikhlas atau tidak seseorang, adalah sebuah proses yang harus kita gali (bisa dibilang jihad) sampai kita menemukan dan membaca sendiri hati kita bahwa.. hati kita tidak riya…

    Allahu’alam Bishawab..
    Sama-sama berjuang menjaga hati.. ๐Ÿ™‚

    iin : wa’alaikum salam
    Yuuukk..

    • Rozak
    • April 12th, 2008

    Assalamualaikum WrWb

    wouuuuuuuuuuuuuuuuuuu (maaf kalu kurang sopan)

    Pertama lihat blog ini q lang sung kagum pada tulisan2 mbak, orang yg Brjiwa lembut, bertindak dengan penuh pertimbagan, rendah hati,kretif lagi, dengan Berprilaku muslim tapi mbak gak ketinggalan jaman, tahu banyak tentang internet lagi.
    O iya mbak yang baik banget(karena tulisan mewkili ornagnya) q kok bis aketemu sit ini tadi pas cari2 tutorial tentang memebuat web, habis q download terus ku lihat2 dan ternyata tutorial itu dari mbak, waoooooooo coz q gak tahu banget klau maslah web tapi q pingin banget buat sebuah web atu apa kek.
    Udah dulu mbak ya slam kenal. oiay q mau komentar tentang tulisan mbak di atas.
    “Iya banyak orang yang takut akan riya` tapi bagimnapun klu kita mampu kedepan dan bisa di pertanggung jawabkan, knapa tidak? Coz aku kuatir mlah yg maju gak lebih baik dari kita atau bahkan gak karu2 an.

    Srry klau tulisanya gak enak di baca, masih bekajar nulis.

    W`alaikumsalam.wr.wb

    iin : wa’alikum salam
    yup .. sama2 belajar

  2. Oleh karena ikhlas adalah ruhnya amal, tentu tidak ada ikhlas tanpa amal.
    Benar gak gitu ya bu ?

    iin : iya susah ya melakukan ikhlas ….

  3. So mana yang lebih bagus orang sholat karena riya atau orang meninggalkan sholat karena takut riya ?

    yg bagus ya orang sholat karena ikhlas untuk Allahu Ahad…

    iin : yup .. tp susah tp kudu usaha

    • SatriaK
    • April 12th, 2008

    Assalaamu `alaykum,

    Bayangkan kalau sedikit saja nikmat yang ada ini dicabut, salah satu organ tubuh tidak berfungsi, kesulitan yang sangat berat, dan sebagainya. Sebagai makhluk yang menyadari telah diberikan karunia yang besar , bersyukur adalah satu konsekuensi logis. Mendirikan sholat dan mengerjakan amal saleh akan menjadi kebutuhan sebagai manifestasi kesaksian dan rasa syukur kita. Insya Allah, karena kita butuh, kita akan kehilangan rasa riya.

    Wassalaam..

    iin : rasa syukur membuat ikhlas ๐Ÿ™‚

  4. artikel bagus mbak iin …
    “Meninggalkan amal karena manusia adalah riyaโ€™”
    jika boleh menambahkan
    “Kejahatan hanya butuh satu orang untuk berkembang .. yaitu satu orang baik yang tidak melakukan apa-apa ” (M.Yunus , pendiri gramen bank)

    Kalo boleh tau mbak iin sendiri mendapatkan energi untuk berprestasi setinggi ini (baik IT maupun social) dari mana ya ?

    iin : Qs. Muhammad ayat 7
    hidup ini akan terasa sempit jika hanya hidup untuk diri sendiri, namun dunia akan terasa lapang dan hari2 terasa panjang jika banyak berguna bagi orang lain

  5. jagalah hati..jangan kau nodai
    jagalah hati……

    waah …jadi serba salah yach mbak ๐Ÿ˜‰

  6. Ikhlas memang bukan dari dan milik manusia, lihatlah tak ada kata mukhlisin yang ada adalah mukhlasin, maaf, mohon dikoreksi jika saya salah

    iin : great Mr. Peyek
    perlu banyak belajar nih dr bapak

  7. Kalo kata mentor saya dulu, yang penting jangan ngomong ke orang lain. Ada riya’ sedikit gpp, yg penting jgn diomongkan. Soalnya kalo takut riya’ gak ibadah-ibadah…

    • Nina
    • April 22nd, 2008

    mungkin setiap kita harus belajar tuk bisa sembunyi2 dalam beramal tuk hindari apa yang disebut riya. sebenarnya riya adalah sebagian dari ketidakpercayaan diri kita dterhadap kebutuhan akan suatu pengakuan atas tindakan baik yang kita lakukan. ya mungkin setiap kita perlu kembali belajar tentang ikhlas yang sesungguhnya. agar dihati tidak timbul riya ketika melakukakan amal baik di depan manusia.

  1. April 19th, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s