Demo Klepon


Seperti yang ditulis oleh Cak Alief di blognya tentang kegiatan pameran budaya Indonesia (ICE) di NTUST Taiwan. Acara ini berlangsung tiga hari. Penuh dengan kegiatan budaya Indonesia.

Trus saya disana menjadi apa ? He he saya kurang pandai masalah seni seperti menari dan menyanyi. Saya memilih jadi pembuat klepon. Kami mencoba mengenalkan bagaimana membuat makanan Indonesia. Mengapa klepon yang dipilih ? eehmmm kenapa ya ? Soalnya ini memang makanan paling gampang dibuat😆 he he …

Ternyata tidak gampang mencari adonan klepon di Taiwan. Mbak Dwi aja sampai harus memelas meminta air kapur sirih ke restoran Indonesia. bagaimana dengan kepala parut ? Hiks disini tidak ada pohon kelapa yang tumbuh. Alhamdulillah ada serbuk kelapa instant. Namun sebelum dipakai harus dilembabkan dulu dengan ditambah santan instant baru dinanak memakai rice cooker. (Trims Mbak Zule dan Mbak Emma atas bantuannya).

Awalnya adonan tersebut dibuat oleh Bu Husni dalam 2 mangkuk terpisah dan menyisakan 1,5 bungkus tepung beras ketan untuk dibuat adonan saat acara.

Kamis, pukul 14.10 Mulailah membuat bulatan2 klepon.

Eh … adonan terlalu lembek akhirnya tiga klepon di bawah ini tidak sukses😳

klepon1.jpg

Kita coba tambahkan tepung. Seep alhamdulillah ini dia hasilnya

klepon2.jpg

Ternyata banyak juga mahasiswa Taiwan dan negara lain yang antri. 2 mangkuk adonan sudah habis. Dengan senang hati dibuatlah adonan baru. Eh antrian masih panjang, banyak yang menunggu klepon yang masih direbus. Klepon-klepon belum terapung berarti belum boleh diangkat.

Sebenarnya masih ada setengah bungkus tepung lagi… Namun karena pembuat kleponnya dah kelelahan membuat adonan sekaligus membentuknya. Akhirnya stan kami beresi meski masih ada beberapa yang mengantri.

Saya tidak kebagian klepon😥 sama sekali

quote : “cooking is better than coding😛 ”

  1. kekekeke… cooking is better than coding ”
    ah.. saya tukang makannya aja.. “eating is better than cooking”😀

    iin : yeeeee …

  2. o yes. klepon. so sweet…

  3. salam kenal
    dapat dari blogwalking ni
    jarang2 ketemu wanita suka linux
    kabar2nya juga ikut tim pengembang joomla ya
    peduli juga sama agama
    wa, salut
    bisa jadi sumber inspirasi ni

    iin : terima kasih …
    salam kenal juga

  4. wah,, dah lama gak makan klepon. kalo bukan kita, siapa lagi yg melestarikan kuliner nusantara ya mbak🙂

    iin : indeed yes

    • nRa
    • Maret 24th, 2008

    whahaha… mana kleponnya mbak?
    masa’ aku cuma kebagian fotonya aja :p
    ntar kapan2 buat lagi yang mbak…
    biar bisa nyicipin rasanya klepon ala mahasiswi😀

    * ada fotonya tuh di blogku🙂

    iin : lah saya malah kebagian jd tukang masaknya aja
    makasih dah difoto

  5. Lucu juga pengalaman memasaknya… yes! hidup Klepon! Kalo gula jawa di taiwan susah nyarinya nggak?

    iin : Gula Jawa ada di toko Indonesia

  6. keren keren🙂
    kapan pulang mbak iin?😀


    iin : terima kasih …
    doakan secepatnya😀
    lg dikerjakan thesisnya

    • hakim
    • Maret 24th, 2008

    mau unik lagi, pada salah satu bagiannya dipencet hingga meruncing. jadilah klepon buntut seperti dijual pedagang di pertigaan lampu merah Martapura. Salam kenal.

    • Furqon
    • Maret 24th, 2008

    Ass.Wr.Wb

    klepon???
    yuk makan sambil qt baca tulisan kecil dibawah ini…..ntar kleponnya tambah enak lo, berharap setelah anda makan klepon mau berjuang tidak berdiam diri atau mikirin dirinya sendiri…..InsyaAlloh.

    Surabaya: “Pemerintah ada apa denganmu?”

    Pada tanggal 15 Maret 2008, pukul 12.30 sekitar 1000 massa HTI Surabaya bersama masyarakat melakukan aksi keprihatinan nasional menyikapi kondisi masyarakat yang semakin menderita akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok akhir-akhir ini.

    Dalam aksi yang dimulai di depan kantor Gubernur Jatim ini peserta membentangkan berbagai poster yang berisi seruan kepada pemerintah agar lebih tanggap dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi dan sosial masyarakat yang dipicu oleh kenaikan dan kelangkaan berbagai bahan kebutuhan pokok seperti minyak tanah dan minyak goreng. Selain itu peserta juga menampilkan kliping dari berbagai media yang memberitakan dampak ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut mulai dari antrian panjang untuk mendapatkan mitan, busung lapar, sampai kasus perceraian karena kesulitan ekonomi.

    Dalam aksi didepan kantor pemerintah ini para peserta dengan seksama mendengarkan orasi yang disampaikan para orator yang terdiri atas pengusaha, tokoh masyarakat, akademisi dan ulama’. Salah satu yang menarik yang disampaikan salah seorang orator menyebutkan ironi yang terjadi bahwa di depan gedung pemerintahan yang megah itu tiap hari bisa dilihat kumpulan pengemis dan gelandangan yang tidur tergeletak tanpa tempat tinggal yang layak disekitar tugu pahlawan yang berhadapan langsung dengan kantor gubernur. Pada aksi ini para peserta juga mendengarkan testimoni dari seorang pedagang yang mengeluhkan kesulitan yang dialami karena naik dan langkanya minyak tanah yang merupakan kebutuhan bahan pokok dalam menjalankan usahanya dan dia menyatakan keyakinannya bahwa hanya dengan islam dan sitem khilafahlah semua persoalan ekonomi akan segera dapat diselesaikan.

    Setelah melakukan aksi di depan kantor gubernur massa bergerak ke Grahadi, di dalam perjalanan sebagian peserta menampilkan teatrikal yang menggambarkan ketidak berdayaan pemerintah dibawah kontrol IMF dan World Bank yang dibalik semua itu adalah amerika yang menjadi aktor utama pemicu kenaikan berbagai harga kebutuhan pokok di negeri ini yang dipicu oleh naiknya harga minyak dunia. Kemudian aksi ini ditutup dengan do’a memohon kepada Allah agar menurunkan pertolongan-NYA dengan kembalinya sistem Islam (khilafah) yang akan menghapuskan semua derita ummat selama ini dibawah sistem kapitalis.

    Wallahu a’lam

    iin : hrg-hrg lagi mahal yaaa ?

  7. hmmm.. kira 2 bisa gak ya , klepon dikeringkan dan dimasak secara instan ?? ..
    peluang expor nih …mbak iin ..
    hehehe

    iin : boleh juga, nanti saya yang menjualkan

  8. ehehe, saya faham dikit 70% saja ngomong di sini dan saya temui link web ini dari joomla. Tabik dengan sis + bangga + tercabar juga = pasang impian.

    BTW klepon dan onde-onde sama tak?

    iin : yup … klepon diberi nama onde-onde di dareah sumatra

  9. Mbak, emang bener2 mendemokan pembuatan klepon dari nol ya???
    bisa2 teknologi klepon kita dipatenin sama taiwan tuh. Jadi inget tempe…😦


    iin : he he iya …
    semoga tidak🙂

  10. kok gak mbuat gethuk aja mbak? perasaan lebih enak daripada klepon🙂

    iin : lebih enak …. belum tentu juga
    namun getuk lebih susah membuatnya😦

  11. aku juga gak kebagian kleponnya? padahal stan itu ada karena “ijin” dari aku kan? wakakak……

    iin : salahnya sendiri ….😛 btw, bukannya iin yang diminta dirikan stan ??

    • idi
    • April 6th, 2008

    hahahahaha…..
    untung kleponnya gak jadi bakso atao onde-onde..:)

    salam kenal

    iin : salam kenal juga

    • Tiwi
    • April 14th, 2008

    (Senyum-senyum) liat klepon pertamanya hehehe…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s