Dimanakah Bu Noura ?


Hari ini seperti biasa saya dan Mbak Yuhana pergi ke mesjid kecil. Dari hari ke hari acara di mesjid kecil semakin padat mulai dari pukul 10.30 sampai dengan mendekati maghrib. Mulai dari mandarin, kewirausahaan, komputer, konsultasi Islam dan kajian ahad sore. Berbagai pembekalan kami berikan kepada para Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan.

Dulu pernah saya ceritakan di blog ini, bagaimana perbandingan antara jumlah mahasiswi muslimah dengan mbak2 TKW. Sungguh kami memang kekurangan tenaga. Namun kita mencoba meng-optimalkan yang ada.

Seorang mbak TKW hari ini bertanya,

“Mbak Bu Noura sekarang dimana ya ?”

“Bu Noura siapa”

“Itu dokter Noura”

“Maaf.. mbak … saya tidak kenal”

“Bu Noura dulu datang sebelum mbak datang… Beliau dulu aktif di mesjid besar. Beliau adalah seorang dokter yang rela meninggalkan profesi dokternya di Indonesia untuk mengikuti suaminya disini. Disini beliau hanya bertugas merawat anak-anaknya. Beliau ingin sekali mempergunakan ilmu kedokterannya disini. Pernah beberapa kali beliau membuka praktek kesehatan gratis di mesjid besar. Namun sedikit sekali Mbak-mbak TKW yang datang. Padahal beliau sudah mempersiapkan perlengkapan dan obat-obatan dari uang beliau sendiri. Kadang beliau terlihat sedih, tidak ada datang. Hingga saya terpaksa menemani beliau di mesjid besar. Saya kangen beliau mbak. ”

“Subhanallah … Mungkin sudah pulang ke Indonesia mbak ?”

“Tidak … Beliau menetap di Taiwan. Ntah beliau berada dimana. Sudah lama saya kehilangan kontak dengan beliau..”

“Kalau ada beliau, insya Allah bisa bantu kita disini ya mbak”

“Iya mbak.. dimana beliau ya sekarang ? Pasti beliau senang tahu banyak aktivitas disini”

Melalui blog ini saya berharap Bu Noura membacanya dan tergerak menghubungi kami di mesjid kecil Taipei. Sungguh tenaga anda kami butuhkan, meski hanya mendengarkan keluh kesah Mbak-mbak TKW disini.

  1. SUbhanallah….

    Jadi ingat Noura AAC.. hahahaha.. ga ada hubungannya.. 😀

    • mas_arno
    • Maret 12th, 2008

    Allahu Akbar…
    Salah satu mutiara dari dari sekian banyak keterpurukan yang telah terjadi pada perempuan di Indonesia…. yang saat ini rela menghancurkan diri sendiri demi nilai EMANSIPASI..

  2. nggak di check lewat KBRI ? [hhmmhmmm, emang orang kbri bisa enak diajak kerjasama huehehee]

    iin : g ada KBRI disini

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s