Dari Penjara Ke Penjara


Tulisan ini sebenarnya ingin saya tulis setelah pulang dari kunjungan Penjara Yilan di Taiwan beberapa waktu lalu. Sekedar untuk sharing pengalaman selama di Taiwan sebagai seorang mahasiswa sekaligus sebagai muslimah. Terima kasih kepada Saudariku, Sahabatku Erna sekaligus Patner di Humas Dan Informasi Formmit (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan) yang telah mengajak saya untuk melakukan kunjungan tersebut bersama 4 orang pengurus Masjid Besar Taipei. Seminggu sebelumnya juga telah diadakan kunjungan ke penjara Xansia, namun saya tidak ikut, pada saat itu yang ke tempat itu adalah Mbak Erna dan Mbak Yuhana. Maklum saya harus ijin terlebih dahulu ke Prof, untuk keluar pada saat jam-jam kerja.

Kamis, pukul 8 pagi berkumpul di Masjid Besar Taipei. Barang-barang seperti Mie Instant, Apel, Saos, Sambal dan Minuman dimasukkan ke dalam Truk Kecil. Kunjungan kali ini membawa truk mengingat penjara Yilan lebih besar dan lebih banyak TKI/TKW yang berada disana. Mbak Erna dan Saya naik sedan bersama 2 Imam Masjid Besar. Perjalanan ke Yilan kira2 1,5 jam. Perjalanan ini mirip perjalanan ke Pujon, Malang. Penjara Yilan harus melewat pegunungan.

Kita sudah sampai di Gerbang Penjara Yilan wanita. Dari kejauhan tampak lambaian tangan dari balik jeruji besi jendela. To be honest, my heart mewled 😥 Bagaimana rasanya di penjara di negeri orang dan tidak pernah dikunjungi keluarga. Terdengar suara teriakan dari kejauhan

“Mbak, Assalamu ‘alaikum”

Boleh dibilang petugas penjara disini baik2. Kita dijamu minum teh dan ditanya apakah maksud kedatangan kita . Ketika kita bilang akan memberikan uang 500 NT ke setiap tahanan Indonesia, mereka terkejut. Loh uang darimana ? Kita menjelaskan kalau uang tersebut didapat dari hasil zakat fitrah selama bulan ramadhan.

Sekitar 50 orang tahanan wanita dikumpulkan di aula pertemuan. Imam Mesjid Besar Taipei memberikan ceramah dengan dibantu Mbak Erna sebagai penerjemah. Beliau mengatakan agar para tahanan dapat bersabar dan dapat mengambil hikmah atas semua apa yang menimpa mereka. Diantara mereka ada yang berlinangan air mata.

Alhamdulillah, petugas penjara Wanita Yilan mengijinkan kami untuk mengunjungi setiap sel tahanan. Sebenarnya jumlah tahanan Indonesia sekitar 130 lebih dan menempati sel-sel yang berbeda. Setiap sel ada 10-30 org. Kami mengunjungi setiap sel sambil memberikan uang zakat fitrah. Yang membuat hati saya tergetar pada saat itu adalah ketika mereka sebuah sel menerima uang zakat fitrah kemudian mereka bersama-sama membaca surat Al Fatihah. Berbagai keluhan pun kami dengar :

“Mbak, bawa Al Qur’an ?, saya ingin baca ”

“Mbak, ada mukena. Disini saya sholat dengan tutup handuk”

“Mbak, ada teman kami sudah 5 bulan tidak punya uang”

Petugas disini pun baik. Mereka mengijinkan para tahanan untuk berpuasa selama ramadhan bahkan sholat IED. Yang berpuasa dijadikan 1 sel tahanan. Dari para tahanan, akhirnya para petugaspun mengenal sedikit-sedikit apakah Islam itu.

Tangan-tangan dari balik jeruji besi itu memegang erat tangan kami. Dengan berusaha tetep tegar seraya meminta mereka bersabar. Beberapa buku Islam pun dibagikan. Ternyata selain kami, ALIBABA sebuah restoran muslim lebih banyak berkunjung. Subhanallah, persaudaraan sesama muslim, meskipun mereka bukan negara Indonesia.

Kami tidak bisa berlama-lama mengunjungi penjara Wanita Yilan, kami harus turun gunung untuk mengunjungi penjara Laki-laki.

Waktu Dhuhur telah tiba …..

Sedan dan truk berhenti dilereng gunung. Brrrr diiigiiiinnn. Kami berhenti di sebuah tempat peristirahatan kendaraan. Untung belum banyak pengunjung yang datang, sehingga saya bisa wudhu di Toilet dengan tenang. Dengan 3 shaf sholat(termasuk Imam) kami sholat dhuhur berjamah dia area parkir.

Setelah sholat kita tidak melanjutkan makan siang karena sebagian besar dari kami sedang puasa Syawal. Untuk menunggu waktu buka Penjara Laki-laki, kami pergi ke sebuah danau di antara lereng gunung. Subhanallah indah sekali …. Saya dan Mbak Erna main dorong-dorongan. Siapa yang bakalan kecebur ya ?

Bersambung 😀 …………..

Iklan
  1. Subhanallah… 😥
    ditunggu kelanjutannya..

  2. mantep … 😦

    • oRiDo
    • November 8th, 2007

    subhanallah..
    pengalaman yg menarik..

    • mamawardah
    • November 15th, 2007

    semoga saudara2ku dikurniakan kekuatan oleh Allah.alhamdulillah…semoga Allah sudi pandang kita hingga kahir hayat kita.amin.di dunia n akhirat

  1. November 10th, 2007
  2. Februari 18th, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s