Segenggam Pasir


Dzigham Ar Rasiby bercerita,

“Penyesalanku selama empat puluh tahun menangisi dosa yang kulakukan. Aku menangis karena pada suatu ketika aku membeli ikan untuk menjamu tamuku. Setelah selesai makan, aku mengambil segenggam tanah di pekarangan tetangga tanpa ijin. Tanah pasir itu untuk membersihkan tangan tamuku. Aku menyadari, bahwa aku telah mencuri pasir yang bukan hakku”

Kitab ke-33 Ihya’ Ulumuddin, Imam Al Ghazali

Ihya’ => menghidupkan
Ulum => Ilmu
Din => agama

Iklan
  1. Knapa Mesti Ambil Tanah Tetangga, Suruh Cuci Tangan Aja Pakai Air Ma Sabun Tamunya, Tapi Ga Usah Disesali Coba Kamu Bilang KeTetanggamu Bahwa Kamu Tadi Ambil Tanahnya Buat Cuci Tangan Tamu Dan Ga SEmpat Ijin Dulu Karena Terburu2 Mudah2an Tetanggamu Mo Memaafkan Perbuatanmua, Soalnya Itu Urusannya Khablum Minannas, Jadi Harus Ke Orang Yang Bersangkutan, Oke……?

  2. itu bagus lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali……….

  3. Sufi…, bgt!

    • furqan
    • Juli 21st, 2007

    Bisa jadi kan orang itu tidak sempat meminta maaf pada yang bersangkutan karena dah meninggal dunia makanya orang ini menyesal…..seandainya yang bersangkutan itu masih hidup maka pastilah orang itu akan menemui dan meminta maaf pada yang bersangkutan sehingga tidak ada kata penyesalan jika yang berangkutan itu memaafkan, jika tidak maka tetap menyesal…..bijaknya sebenarnya tulisan ini buat pelajaran dan ajakan bagi kita semua, jangan sampe itu akan terulang kembali. bijaknya pula seandainya posisi kita pada orang yang bersangkutan maka maafkanlah orang yang salah tadi.

    • rickisaputra
    • Juli 22nd, 2007

    penyesalan selalu datang terakhir..

    salam kenal,
    best regards,

  4. astaghfirullaah

    lebih sulit melihat gajah di pelupuk mata daripada kuman di seberang lautan

  5. subhanallaah…

    hanya tindakan dosa ‘sekecil’ itu saja Imam Ghozali sangat menyesal sepenuh hati hingga bertahun – tahun …
    mengapa kita yang sering berbuat dosa bahkan dosa yang sangat besar tidak merasa menyesal ya … šŸ˜„

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s