Tomb Sweeping Vs Maulid Nabi di Pulau Formosa


Long weeked di Indonesia, Looooong weekend di sini (Mulai Kamis so lebih panjang). Disini memperingati Tomb Sweeping Day (hari bersih2 makam). Bagaimana dengan umat Islam ?

Hal ini tidak kami sia-siakan untuk mengadakan acara yang dimulai hari Kamis dengan menghadirkan Ustad Yunahar Ilyas. Formmit mengadakan acara MABIT di Masjid Kecil Taipei dan acara kajiannya disiarkan secara online agar semua kaum muslim di Taiwan dapat menikmatinya secara langsung melalui radio internet terutama yang di luar Taipei. Namun ketika kajian terakhir akan segera dimulai insiden pencurian notebook terjadi. Notebook yang dijadikan DSP radio dicuri pada saat kita berada di ruang bawah untuk makan malam. Notebook tersebut adalah milik seorang mahasiswa muslim yang akan segera mempresentasikan risetnya. Sudah melapor ke polisi namun belum ketemu juga. Melalui blog ini saya berharap semoga segera ketemu, paling tidak diberi kemudahan risetnya. Mohon doa dari pembaca blog juga.

Puncak acara adalah hari Minggu. Dimana MTYT (Majelis Taklim Yasin Taipei), Masjid Besar Taipei dan KDEI serta dibantu FORMMIT mengadakan kajian akbar di Daan Park. MTYT merupakan organisasi muslim yang anggotanya hampir semuanya adalah para pekerja Indonesia. Acara tersebut mengambil momen Maulid Nabi dengan tujuan mengisi kegiatan Islam bagi muslim Taiwan terutama ditujukan kepada para pekerja yang berjumlah 91.000 orang di Taiwan dan hampir sebagian besar mereka adalah muslim. Selain itu acara ini sebagai sarana syiar Islam.

Acara tersebut diisi dengan kajian dari Ustad Yunahar Ilyas dan Qosidah/nasyid dari 6 organisasi muslim di Taiwan. Selain itu ada bazar juga. Kebetulan saya menjaga bazar untuk stan yang membagi-bagikan VCD Murotal, Kalender, Jadwal Sholat dan Al Qur’an secara gratis. Dalam menjaga bazar tersebut awalnya saya ditemani oleh Ibu2 Muslimah Masjid Besar Taipei(orang Taiwan semua). Ketika ada pengujung yang datang mereka bertanya dalam bahasa Indonesia,

“Mbak, Al Qur’an nya boleh diambil”

atau

“Mbak, Al Qur’annya berapa harganya”

atau

“Mbak, Al Qur’annya beli ?”

Saya jawab,
“Silahkan ambil saja, kalau ingin beramal Alhamdulillah”
Sambil menunjuk kotak amal didekat tumpukan Al Qur’an. Hal itu saya lakukan berulang-ulang. Mereka masukkan uang atau tidak saya tetap memberikan AL Qur’an tsb. Ternyata hal tersebut diperhatikan oleh ibu2 Muslimah Masjid Besar. Akhirnya dimarahi dech.

“Bu Yong Qian !!!! Bu Yong Qian !!!!(Tidak usah bayar uang)”

Sambil menyingkirkan kotak amal tersebut.
Mungkin mereka mengira kalau saya memaksa mereka membayar amal untuk AL Qur’an dll. Terpaksa harus menjelaskan apa maksud saya. bahwa saya memang bilang bahwa Al Qur’an tersebut boleh diambil, meski tidak beramal. Kalau mereka beramal itu lebih baik. Susah juga menjelaskan dengan kemampuan bahasa mandarin pas-pasan. Namun akhirnya mereka mengerti, meski sempat khawatir juga. Mereka pun turut berteriak-teriak membagikan AL Qur’an tersebut.

“You Mei You Al Qur’an?”

Terkadang pengunjung hanya melirik saja. Mungkin mereka mengira harus membeli Al Qur’an tersebut.

“GRATIIIS Mbak. Ambil saja”

Akhirnya mereka mengunjungi stan. Ibu2 Muslimah itupun bertanya

“Zen me shuo bu Yong Qian ??”

“GRATIS”

Kemudian merekapun ikut teriak,

“GRLATIS….GRLATIS”

Stan itupun diserbu pengunjung untuk meminta Al Qur’an dll. Bahkan pengujung yang sudah duduk di tribun penonton juga mengunjungi stan setelah mendapat info dari temannya. Di antara mereka ada beberapa yang menangis menerima Al Qur’an menusuk hati saya terdalam. Sebagai informasi ketika mereka datang ke Taiwan sebagian besar di antara mereka tidak diperbolehkan membawa alat-alat ibadan. Ratusan AL Qur’an telah habis dibagikan. Meski mereka ada beberapa yang kecewa melihat terjemahan Al Qur’an tersebut dalam bahasa Mandarin bukan Indonesia.

“You alabo …!” “Ada arabnya khan !”

Saat stan mulai ramai pengunjung alhamdulillah dibantu mahasiswa dan para kerja untuk membagikannya.Tercatat kira-kira 1000 lebih kaum muslim yang datang.Begitulah sedikit gambaran kehidupan muslim di Taiwan yang sangat jauh dari suasana Islam seperti di Tanah air.

NB:

Untuk seorang sahabat, maafkanlah kesalahan sahabatmu ini yang telah khilaf.
Untuk beberapa teman yang masih sibuk dengan dirinya sendiri, semoga terketuk nuraninya dengan tulisan ini.

“Di negeri dimana nama Allah disebut…..Negeri itu merupakan jantung tanah airku……”

Powered by ScribeFire.

  1. Pekan sebelumnya, tepatnya Sabtu, 12 Rabi’ul Awwal 1428, beliau mengisi pengajian dengan tema “Apakah memperingati Maulid Nabi saw itu termasuk bid’ah?” di masjid ini:
    http://wikimapia.org/#y=-7769383&x=110372939&z=17&l=0&m=a&v=2

    Sayang sekali rekamanku suaranya kurang jelas.😦 Naruh alat perekamnya kejauhan sih.

    iin : disini kita hanya ambil momen saja

  2. di sana alqur’an mahal? patut diteruskan kegiatan yang bagus itu pada momen yang lain. barokalloh fii kum

    iin : iya mahal, dah susah nyarinya

  3. Minta kirimi Al-Qur’an-nya donk😛
    Ada versi pdf-nya nggak ya?

    iin : coba ntar in carikan yg PDF

  4. menarik.

  5. Moga2 notebooknya segera diketemukan …

    #“Di negeri dimana nama Allah disebut…..Negeri itu merupakan jantung tanah airku…

    Subhanallah

  6. Menarik… sangat menarik… visit my blog.. kapan s2 disana ya???🙂

  7. duhh dik, mengharukan sekali..
    saya jadi pengen kesana…

  8. subhanallah bgs…
    semangat in…dan semoga laptopnya ketemu ya
    wass…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s