Penginstal Program di Linux


Nginstall program di Linux, emang gampang-gampang susah:mrgreen:

Dari yang pake comand line :

  • rpm -ivh namapaket.rpm
  • dpkg -i namapaket.deb
  • apt-get install namapaket
  • tar xfvz namapake.tar.gz –> ./configure –> make –> make install

Linux sekarang lebih mudah daripada dulu. Ada aplikasi instalasi yang lebih baik sekarang seperti :


Tampilan Text

  • dselect
  • aptitude

Kalau saya lebih suka memakai aptitude daripada dselect, perintahnya lebih mudah dipahami😀

Tampilan GUI

  • kpackage
  • synaptic

Antara synaptic dan kpackage masing-masing ada kelebihan dan kekuranganya. Kalau kpackage ini kita bisa hanya download paket saja, kalau synaptic pada saat kita mark untuk install otomatis nginstall. Soal tampilan sebenarnya lebih bagus synaptic daripada kapackage.

  1. Kayaknya udah lama ada tuh aplikasi sejenis di Redhat sejak 199x yang versi console.😛 Sepertinya, Debian saja yang rada ketinggalan karena mementingkan kestabilan.

    iin : iin dah pake kpackage di mandrake

  2. Kenapa yah di linux kok gak pakai prinsip next-next-next finish saja yah?

    iin : ada juga yang seperti itu pak
    namanya OS baru masih banyak perbaikan ;D

  3. Daripada aptitude, aku lebih suka pakai apt-get install yang lebih praktis dan cepat. Dulu ketika masih pakai RedHat (sebelum diracuni KM pakai Debian😛 ), aku lebih suka pakai yum daripada rpm, karena seperti apt-get, ia telah mengatur dependensinya.

    #Pak Urip:
    Cuma beda tabiat aja kok pak, sebenarnya sama saja. Kalau pak urip menyukai sesuatu yang baru, Linux akan sangat menarik karena kita belum pernah menemuinya di Windows. Coba dulu pak, dan buktikan kata-kata pemula Linux seperti saya ini😀

    iin : dik galih pencinta Windows,
    aptitude itu sama kayak apt-get install
    tinggal klik2 juga bisa atur dependensi

  4. #Mbak Aini:
    Daripada aptitude, aku lebih seneng apt-get install karena toh aptitude cuma GUI-nya apt-get. Hasil ceklikan kita di aptitude juga akan dikirim ke apt-get juga. Cuma aptitude kelebihannya, ndak usah pakai tangan kiri, cukup pegang mouse cukup (sok windows banget nih😛 ). kalau di apt-get, kita harus apt-cache search paket | grep paket buat mencari nama software yang sedang kita cari.

  5. Nah sekalian yah sedikit oot:
    kalau saya download file .deb (dari sourceforge) kemudian saya letakkan di dekstop, kemudian saya ingin mengisntallnya, bagaimana caranya yah? apa yang harus dilakukan?
    Saya pemakai Ubuntu 6.06. tolong dibantu. Ini mau install aptoncd untuk backup semua paket yang pernah saya pasang di ubuntu.

    iin : silahkan lihat di postingan saya terbaru

  6. hmm…
    padahal debian itu lebih tua daripada windows 95 dan redhat loh…😀

    http://en.wikipedia.org/wiki/Debian#History
    http://en.wikipedia.org/wiki/Red_Hat#History

    iin : namanya saja open source, proses mature lebih lama

    • Oky BLegur
    • Maret 26th, 2007

    Kampus saya itu sudah ada sejak tahun 2000. Linux sama dengan perintah yang ada dalam window.hanya saja, di Program Linux kliknya hanya 1 kali, sedangkan di Program Window, klinya 2 kali🙂

  7. Salam kenal semuanya.🙂

    @helgeduelbek: Instalnya sama aja, pakai dpkg -i [lokasi/nama-paket.deb] atau sudo dpkg -i [lokasi/nama-paket.deb].
    Folder “Desktop”, berada di dalam direktory user. Jd kalo file paket diletakin di desktop (ex file:aptoncd.deb), perintahnya #dpkg -i /home/[nama_user]/Desktop/aptoncd.deb
    Jika terdapat error krn depedency, cb option –force untuk memaksa instalasi.
    Untuk option tambahanlainnya, lihat dg perintah #man dpkg

    Smoga membantu, salam..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s