Bolehkan muslimah menolak


“Aini, bolehkah aku bertanya sesuatu ?”

“Apa ?”

“Bolehkah kamu menolak lelaki?”

“Maksudnya ?”

“Kamu khan wanita muslim, boleh tidak kamu menolak seorang lelaki muslim ?”

“Maksudnya, untuk menikah ?”

“Iya betul”

“Iya bolehlah. Kita muslimah punya hak untuk mengatakan tidak atau ya untuk urusan itu”

“Oh gitu ya, saya kira kamu harus terpaksa menerimanya …”

Setelah teman saya bertanya seperti itu saya agak bingung. Sedikit berpikir kenapa dia bertanya hal itu. Belum selesai saya berpikir, tiba-tiba dia bertanya lagi.

“Bolehkan seorang lelaki menyentuhmu ?”

“Hah menyentuh gimana?”

” Seperti begini” Sambil menggandeng tangan saya.

“Boleh…. tapi dia ayahku, kakakku, dan nanti suamiku”

“Jadi selain itu gak boleh ya ?”

Saya hanya menggeleng kepala.

“So, di dalam Islam tidak bakalan ada free sex ya ?”

“Apalagi itu …No way, You can do that after married”

“Kenapa sich gak boleh?”

Sedikit bingung juga jelasinnya …..

“Islam telah mengatur bagaimana seharusnya hubungan lelaki dan perempuan”

“Tapi kenapa ?”

“Begini, bayangkan kalau semua orang nih melakukan free sex. Yang jelas bisa banyak terjadi aborsi, itukan sama saja membunuh orang. Kalaupun tidak diaborsi, akan banyak anak yang tidak jelas siapa orang tuanya. Islam sangat menjaga hal tersebut.Selain itu banyak sekali akibat yang akan ditimbulkan free sex seperti penyakit AIDS, etc ”

“Oh, gitu ya ?”

“Iya begitulah. ”

“Ok terima kasih penjelasannya. Topik ini akan kuangkat saat klub bahasa inggris nanti.”

    • Biho
    • Maret 14th, 2007

    great jawaban yang cerdas Bu😉

  1. AIDS bukan disebabkan oleh free sex, tapi oleh virus yang biasa disebut sebagai HIV. sebagian besar ditularkan lewat hubungan seks tak aman di mana free sex termasuk di dalamnya. tapi bisa juga melalui transfusi darah dll. [siapa tahu kita dapat transfusi darah dari orang yang mendonor dalam masa jendela – fase undetected dari HIV]

    bagiku no sex outside marriage itu bwt menghormati harkat dan martabat manusia semenjak konsepsi. soalnya dalam free sex terkandung paradigma bahwa seks adalah rekreasi, just it. [sok ideologis ceritanya] kalo orang udah menikah, dia pasti akan juga mempertimbangkan aspek prokreasi dari seks. jadi, kalaupun terjadi konsepsi, si zigot dari awal akan dihormati oleh kedua belah pasangan dan diperlakukan sebagai sesosok yang diinginkan untuk ada…

    iin : trims, ya jwbnya itu yang terbesit wkt ditanya

  2. dia pasti akan juga mempertimbangkan aspek prokreasi dari seks
    >>eh, nggak pasti juga ya? tapi ya akan cenderung begitu, lah…

  3. tanpa terasa, sampean telah berdakwah lewat tanya jawab itu…

  4. Yang nanya sapa Mbak?

    iin : temen taiwan, cewek looo
    soalnya dia bisa megang tangan saya

  5. Hemmmm masak iyah sih🙂 weh… iyo lho….🙂

  6. jawaban yang tepat, mbak….

    setidaknya kita telah memberitahukan orang lain dengan cara yang tepat tentang keyakinan kita.

    • masdhenk
    • Maret 15th, 2007

    salam kenal mbak…
    nice blog

    • ikrar
    • Maret 15th, 2007

    Pembicaraan yang ringan dan tidak terkesan menggurui tapi sebenarnya sangat berbobot….

  7. bravo.. berdakwah ringan seperti ini bagus

    • Dee
    • Maret 16th, 2007

    orang akan menghargai kita kalau kita bisa menjelaskan keyakinan kita dengan cara yang dia mengerti. orang tidak akan bersimpati kepada kita, kalau belum-belum kita sudah menghakiminya.
    teruslah berdakwah dengan kebaikan dan cinta kasih jeng.

    iin : Islam itu Indah, tidak sulit

  8. Percakapan sesingkat itu bisa dijadikan topik Klub Bahasa Inggris ya? Gimana kabar pembahasannya?

    iin : belum nanya sich
    ya biasalah org Taiwan rata2 mrk tidak beragama
    dan sedikit sekali pengetahuan mrk tenatnga Islam

  9. Insya Allah akan ada lagi teman2 yang lain menanyakan tentang Islam, seperti yang saya alami.

  10. salam kenal mbak…
    wah berarti gitu ya…tapi tetap diijinkan tho kalau itu darurat?
    hehe…
    hayo, para lelaki jagan cari kesempatan pas darurat…huahaha….ups!
    *takut di jitak ama yg punya blog kalo ktawa keras2*

    iin : sampeyan yg takjitak pertamax

  11. Untung,yang pegang bukan si untung.:-) memang mbak,jaman sekarang jamane uuuedian.
    Dulu, jaman jahiliah, yang dibunuh bayi perempuan,eh sekarang laki2 jg.
    Dulu,bayi dibunuh setelah lahir,eh sekarang belum lahir dah dimatiin.
    Dulu pacaran tabu,eh sekarang kok sekarang ndak pacaran jd tabu
    Dulu kalo brzina sembunyi2, eh sekarang didokumentasikan dan disebarin juga dan bangga lagi. Pancen podo gak nduwe udel.

    • ayah_baik
    • Maret 26th, 2007

    menarik

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s