Kiri untuk yang cepat


Di LN mobil dan sepeda jalur kanan mungkin sudah biasa dan kalau kita ingin mendahului kita memakai jalur kiri. Sehingga kemudi mobil terletak di sebelah kiri. Bagaimana dengan orang apakah jalur kanan juga ?

Yup, di sini(Taiwan) orang sebaiknya juga pada jalur kanan baik di trotoar, tangga maupun tangga berjalan. Ketika menaiki tangga atau tangga berjalan maka jika seseorang berjalan lambat atau diam di tangga berjalan, maka dia harus di jalur kanan. Sedangkan untuk yang mendahului atau cepat maka akan berada samping kiri. Alhasil di tangga berjalan hanya ada satu baris pada sisi kanan dan bagian kiri kosong. Hal ini memberikan kesempatan bagi orang yang ingin cepat melewati bagian kiri. Terlihat tertib dan tidak berdesak-desakan 🙂

  1. Pertamax!!! 😀

    Saya tak ingin lagi membandingkannya dengan Indonesia. Mungkin orang Indonesia memang harus punya ciri khas tersendiri dalam menggunakan jalur. Saya namakan Jalur a la Zig-Zag. Jalur lambat, secara dinamis bisa di kiri bisa di kanan, tergantung situasi dan kondisi, begitu pula jalur cepatnya, namun jalur paling cepat khususon untuk mendahului ada di… bahu jalan! 🙂 Sangar toh? Algoritmanya sudah ada di level Dynamic Algorithm!!

    Yang kasihan ya pak polisi, mesti rajin menilang orang-orang.. seperti sayah.. di jembatan semanggi kemarin sabtu hehehe… damai pak.. damaai… 😀

    halah apa tuh pertamax ?? knp gak bensin ??
    kayaknya iin perlu belajar sama galih algoritma tsb. iin masih belum teteh.
    pernah dulu pakai zig zag melewati truk gandeng, treus tercium sama truknya 😦
    damai apa ya ?

  2. yang seperti ini sudah banyak terjadi di negara2 maju, seperti di japan dan singapore.
    pada awalnya masyarakat dipaksa, bahkan sampai ada tulisan2, misalnya aturan berjalan di elevator, dilarang meludah, dll..
    hal2 yang terkesan simple bagi kita, tapi ternyata efeknya sangat terasa.
    hingga sekarang tanpa tulisan itu lagi, masyarakat sana sudah terbiasa.

    kalo diterapkan di Indonesia gimana ya? lha perda anti merokok di tempat umum aja sekarang udah tidak terdengar lagi gaungnya..

    tapi heran juga sih, orang jepang yang ada di indonesia, jadi indonesia banget… 😀

    iin : aturan dibuat untuk dilanggar 😀
    Org Indo cepat menularkan penyakit yang menahun

  3. Saya pesimis peraturan ini akan tetap terus dilakukan. Karena banga kita ini adalah bangsa yang gampang lupa, coba saja inget perda ttg merokok di tempat umum. mana sekarnag orang masih ngrokok dengan senaknya:

    baca postingan saya:

    http://prayogo.wordpress.com/2006/12/08/bangsa-kita-bangsa-pelupa/

    iin : trims infonya, posting yang bagus

  4. saya mah malas untuk menggunakan lajur kiri… takut nanti dianggap pro-komunis lagi… haha 🙂

    iin : kalau jalur kanan apa ya ?

  5. #Bu I’in:
    Damai… ah kayak ibu nggak tahu ajah… 🙂

    “Wah, mas… jalur masuk Sudirman hanya khusus untuk mobil, motor hanya boleh setelah jam 10 malam..”

    “Ooo gitu ya pak?”

    “Bisa menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan?”

    “Wah, gimana ya pak… hmm… boleh ‘nitip sidang nggak’?”

  6. Di Indonesia jangan harap.

    iin : siapa tahu ? dulu 10 th yang lalu org taiwan juga tidak tertib

  7. #helgeduelbek

    InsyaAllah bisa..

    busway salah satu contohnya..
    jadi inget ngantri busway peluncuran jalur busway kemarin, masyarakat bisa ‘cukup’ tertib untuk ngantri…
    semoga penegak hukum tetap pada komitmennya, dan masyarakat bisa terdidik.

    mendidik masyarakat memang ga gampang sih…
    sungai di Jepang yang sekarang ini bersih, jauh berbeda dengan 30 tahun lalu lho…

    *koq ngelantur ya?? 😛

    iin : ini orang solo apa jakarta ya ? Salut baru tinggal di Jakarta bbrp tahun sudah perhatian dg JKT

  8. ngomong-ngomong sistem jalur kendaraan, ada nggak ya hubungannya dengan karakter budaya individualis/kolektivis? mengingat setauku sudah umum bahwa orang menganggap kanan adalah “right” [benar, alias berasosiasi dengan hal-hal baik]. kalau kendaraan ditempatkan berada di kanan, itu berarti mengkondisikan pengendaranya supaya berjalan “on the right way”. nah kalau sistem kiri? sistem ini mengkondisikan pengendara untuk duduk di kanan, dan berinteraksi dengan orang lain [petugas tol, parkir, dll] dengan menggunakan tangan kanan. kuperhatikan, negara-negara yang menerapkan sistem kanan cenderung berbudaya individualis [berpusat pada integritas individu], sedangkan negara-negara yang menerapkan sistem kiri cenderung berbudaya kolektivis [berpusat pada ke-‘ber’-samaan dalam komunitas].

    entahlah, cuma tebakan saja kok.

    iin : sama in juga g ngerti ….

    • eid
    • Januari 28th, 2007

    yah enaknya cari tempat yg bisa nyelip….bisa kanan ya kanan, bisa kiri ya lewat kiri asal hati-hati, atw kalo mau dikasih jalur khusus. Attitude org kita sdh terbentuk dari dahulu, malah tingkah laku org di desa jd ikut terkontaminasi oleh org kota yg terbiasa terburu-buru. Apalg kalo pas Mudik…Nah lho…YANG PENTING HATI_HATI DIJALAN…
    Kabur……

    iin : hati-hati tp juga butuh pencegahan awal.

    • Dee
    • Januari 30th, 2007

    Orang-orang kita memang paling sulit diatur. Bahkan aturan yang jelas-jelas untuk kenyamanan kitapun, masih selalu ditentang. Lebih-lebih lagi, terus sering bawa-bawa hak asasi manusia lagi. Tapi semua juga berawal dari inkonsistensi penegak hukumnya juga kok. Coba, kalau para penegak hukum berani untuk konsisten, dan siap untuk tidak populer, pasti akan lain ceritanya. Bagaimanapun juga, menegakkan disiplin itu harus dengan tangan besi (mohon dibedakan antara melaksanakan peraturan dengan membuat peraturan ya? Membuat peraturan, itu mengandung unsur kompromi dari pihak-pihak yang berkepentingan, tetapi melaksanakan peraturan, tidak ada kompromi).
    Saran saya, kalau ada suatu peraturan baru, sosialisasikan dengan cukup waktu, tindakan persuasif, dan terakhir shock therapy. Jangan sampai ada alasan pelanggar bahwa: “saya tidak tahu”
    Eh, commentnya kok lebih panjang dari artikelnya ya? Ngeblog sendiri aja kenapa???

    iin : koment yang bagus. iya nulisnya terlalu sedikit, penginnya kasih fotonya

  9. kiri kanan sama aja, asal konsisten kalau di Indo. tepinya adalah kiri maka ya semua diesuaikan termasuk stir mobil disebelah kanan biar bisa lihat depan kalau mo nyalip (aslinya mobil kan stir kiri). begitu juga berlaku dalam berjalan, mepet sebelah kiri biar ada ruang di kanan kalau dibutuhkan. masalah gak tertib itu kan perilaku dan sosio kultur setempat yang emang belum bisa tertib, jd tergantung orangnya… btw kl di jalur searah saya suka mempet kanan lho biar yang mo duluan ambil jalur kiri, soalnya kalo mempet kiri jalannya gak rata banyak galian nutupnya gak halus, disebelah kiri juga banyak yg jalan terlalu lambat jadi males.. nah kondisi jalan juga mempengaruhi perilaku orang kan, di jalan yang seharusnya kiri untuk jalur lambat, saya suka mepet kanan karena lebih lancar & aman .. 😛

    iin : budaya mepet budaya indo

  10. Lha kalo lagi berduaan sama istri di tangga berjalan, masak ya harus ke kanan semuanya mbak? Kan gak romantis 🙂 Atau tangganya yang dilebarin ya….

    iin : kalo mo romantis jangan di tempat umum donk !
    kayaknya cuman komentar ini aja yang nyambung dgn blog
    sebenarnya saya ingin menitikberatkan ke masalah orang
    kok jadi masalah ke sepeda motor dan mobil yach
    apa gara2 yang komen pertamax itu yach ?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s