KETIKA SAAT ‘ITU’ HAMPIR USAI


“Aduh, sudah selesai atau belum ya ?”, lirih Ina.

“Nanti kalo’ aku sholat ternyata keluar lagi ! Harus keramas lagi ! Tapi kuhitung-hitung ini udah seminggu dan masih sedikit keluar coklat. Heeem boleh sholat nggak ya ?”.

Mungkin persoalan Ina sering juga dialami oleh kita juga sebagai wanita. Dimana setiap bulannya kita selalu menghadapi persoalan ini. Tapi terkadang kita sering bingung menghadapinya. Hal ini disebabkan karena proses alamiah yang ada di dalam tubuh kita sehingga kita tidak dapat memastikan kapan masa haidh akan segera usai. Padahal ada sebagian dari kita yang ingin segera memastikan kapan masa haidh usai. Karena mereka beranggapan masa haidh merupakan masa kefuturan yang menyebabkan mereka berkurang aktivitas ruhiyahnya seperti sholat dan tilawah. Namun ada pula yang senang karena terlepas dari beban ritual sehingga kadang mereka memperlambat diri untuk bersuci.

Masa haidh pada umumnya terjadi selama seminggu yaitu enam sampai tujuh hari. Namun ada juga yang kurang bahkan lebih dari masa itu. Rasulullah pernah bersabda ,

” Jalanilah masa haidmu selama enam atau tujuh hari kemudian mandilah. Jika kamu mendapati dirimu berada dalam keadaan bersih, maka sholatlah dua puluh tiga atau dua puluh empat hari dan puasalah begitulah yang boleh kamu lakukan. Di samping itu, lakukanlah sebagaimana dilakukan oleh wanita-wanita yang menjalani masa haid pada setiap bulannya. Juga sebagimana mereka bersuci pada hari penghabisan dari masa haidnya” (HR.Tirmidzi).

Masa haidh terjadi jika keluar darah dari tubuh kita yang berwarna hitam kemerahan. Sebagaimana disebutkan dalam hadist dari Fatimah binti Jahsin yang diriwayatkan oleh HR. Abu Dawud, An-Nasa’i dan disahihkan oleh Ibnu Hibban,

“ Jika darah haid , maka ia berwarna hitam seperti diketahui banyak wanita. Jika keluar darah seperti itu, maka tinggalkanlah sholat. Jika keluar darah lain maka berwudhulah setelah mandi dan laksankanlah sholat. Karena darah tersebut adalah penyakit”

Darah yang disebut oleh Rasullullah sebagai penyakit atau darah yang keluar secara terus menerus melebihi kebiasaan masa haidh disebut sebagai masa istihadah. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita memperhatikan pada tanggal berapa kita biasanya mulai haidh dan berapa lama.

Namun proses alami yang terdapat di tubuh kita tersebut tidak selau berlangsung secara teratur. Kita pernah mendapatkan haidh lebih awal atau lebih lambat dari biasanya . Pernah juga mengalami masa haid yang lebih cepat atau lebih lama dari biasanya. Biasanya hal tersebut terjadi karena aktivitas sehari-hari yang kita lakukan yang terlalu berat atau kita sedang mengalami masalah yang cukup menyita pikiran kita. Selain itu hal tersebut bisa juga disebabkan karena sakit yang kita alami. Menurut sebagian ulama, seorang wanita mempunyai hari-hari tertentu pada setiap bulannya jika ia melihat darah berwarna kekuning-kuningan atau berwarna keruh setelah hari-hari haidhnya maka ia tidak perlu memperhitungkan sebagai darah haidh. Hal tersebut didasarkan atas hadist dari Ummu Athiyah r.a yang mengatakan :

”Kami tidak memperhitungkan sama sekali darah yang berwarna kekuning-kuningan atau yang berwarna keruh setelah lewat masa bersuci”(HR.Bukhari)

Jadi jika darah yang berwarna kekuning-kuningan atau keruh tadi terjadi pada masa haidh tetap dianggap sebagai darah haid. Namun jika masa haidh kita darah yang keluar tidak berwarna kekuningan atau keruh (istihadah), maka kita mempunyai kewajiban untuk bersuci sebelum sholat kemudian memakai pembalut ketika melakukan sholat meskipun darah masih mengalir. Hal tersebut pernah dialami oleh Ummu Salamah ra. Kemudian beliau bertanya kepada Rasulullah mengenai hal tersebut. Rasulullah menjawab :

“Hitunglah berdasarkan bilangan malam dan hari dari masa haid setiap bulan berlangsungnya, sebelum ia terkena serangan darah penyakit yang menimpanya itu. Maka tinggalkanlah sholat sebanyak bilangan haid yang biasa dijalaninya setiap bulan. Apabila telah melewati dari batas yang berlaku, maka hendaklah dia mandi, lalu memakai pembalut dan mengerjakan sholat” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’I dengan sanad hasan)

Bagaimana jika darah sudah berhenti sebelum habis masa haidh ? Kita tidak boleh tergesa-gesa untuk bersuci karena terkadang penglihatan kita tidak dapat menentukan secara pasti kapan kita selesai haidh. Kita dapat mencontoh cara Aisyah ra dengan meletakkan kapas putih di tempat haid, jika masih tersisa kuning jangan terburu-buru sampai terlihat putih (HR. Malik dan Bukhori Ma’allaq). Mulai saat ini kita tidak perlu lagi memperlambat atau mempercepat untuk bersuci tanpa didasari dalil diatas. Bagaimanapun lama atau pendek masa haidh kita patut kita syukuri sebagai nikmat dari Allah. Masa haid yang cukup lama seharusnya tidak menjadikan kita menjadi futur. Banyak kegiatan yang masih dapat kita lakukan di masa haid yang mampu membuat kita lebih taqarrub pada Allah misalnya membaca buku-buku Islam, bersilahturahmi, menghadiri majelis dzikir dan lainnya. Bisa jadi masa haid yang lama membuat kita menjadi rindu akan kenikmatan sholat sehingga setelah haid kita selesai menjadi bertambah khusyuk. Bagi yang diberi masa haid pendek tidak perlu memperlambat diri untuk bersuci karena jika anti tidak segera bersuci dan melakukan sholat maka anti membohongi diri sendiri dan dianggap dosa..

Sungguh Islam telah memuliakan kedudukan wanita hingga soal haid pun diatur. Adakah yang lebih mengerti tentang wanita selain dari aturan dari penciptanya ?

Iklan
  1. Assalamu`alaikum ukh Nur. jazakillah infonya. masalah haid juga dijabarkan pada bukunya Salim A. Fillah , judulnya Supaya Bidadari Cemburu Padamu (afwan bila nama pengarang dan judulnya keliru). Selamat membaca. Wassalamu`alaikum.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s