Hijau boleh pakai jilbab, biru gak boleh


Anda pegawai negri ? Anda ingin berpergian ke luar negeri ? Anda muslimah ? Maka anda harus melepas kerudung anda untuk berfoto pada paspor.

Saya tidak tahu apakah itu peraturan yang dibuat untuk membuat paspor biru (paspor PNS). Kebetulan semua teman saya yang melanjutkan sekolah ke luar negeri yang menggunakan paspor biru harus melepas semua kerudung. Sedangkan saya memakai memakai paspor hijau. Hal ini saya lakukan bukan karena saya ingin tetap memakai kerudung namun karena kebetulan saja Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, jadi tidak memakai paspor biru. Padahal sebelum berangkat saya disuruh membuka oleh seseorang yang sering ke Taiwan. Katanya gak lazim pakai gituan di sana. Saya hanya tersenyum dan berdoa semoga tidak ada pelarangan jilbab seperti di Perancis.

Setelah saya cari-cari ada Peraturan Pemerintah no 36 Tahun 1994 tentang SURAT PERJALANAN REPUBLIK INDONESIA tentang paspor biru atau nama resminya adalah Paspor Dinas.

pasal 12

Paspor Dinas diberikan kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara tertentu, atau Warga Negara Indonesia tertentu yang akan melaksanakan tugas Pemerintah Republik Indonesia yang tidak bersifat diplomatik.

Pasal 13

(1)Permintaan Paspor Dinas diajukan kepada Menteri Luar Negeri atau Pejabat yang ditunjuk.

(2)Permintaan Paspor Dinas dilakukan dengan mengisi formulir yang telah ditentukan dan dilampiri keterangan identitas diri.

(3)Ketentuan mengenai bentuk formulir, syarat-syarat dan tata cara permintaan Paspor Dinas, pengadaan, pengamanan, dan lain-lainnya diatur lebih lanjut oleh Menteri Luar Negeri.

Menurut UU Imigrasi No 2/1992, pasal 32 :

(1) Paspor Dinas diberikan kepada Warga Negara Indonesia yang akan melakukan perjalanan ke luar wilayah
Indonesia dalam rangka penempatan atau perjalanan dinas yang bukan bersifat diplomatik.

Dari 2 peraturan tersebut tidak ditemukan tentang pelarangan penggunaan kerudung. Mungkin sebaiknya semua peraturan dapat dibuat secara digital sehingga kita dapat mengerti semua peraturan yang ada.

Setelah searching, didapatkan peraturan dari Keputusan Mentri Luar Negeri Surat Keputusan Menteri Luar Negeri No.089 tahun 1995 pasal 5 ayat b dan pasal 9 dari kantor kedutaan Indonesia slovakia tertulis sebagai berikut :

  1. Menyerahkan nota resmi Menteri Sekretaris Kabinet yang berisi persetujuan penugasan yang bersangkutan untuk melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri.
  2. Mengisi formulir warna putih
  3. Mengisi formulir warna biru
  4. Menyerahkan pasfoto warna ukuran 3×4 sebanyak tiga lembar dengan catatan: gambar penuh dan jelas dari depan lurus, tanpa tutup kepala, pria mengenakan pakaian sipil lengkap dan wanita mengenakan pakaian nasional.

Kalau menilik dari no 4 tulisan yang saya tebalkan itulah yang menjadi hal yang dapat memperkarakan penggunaan kerudung. Yang membuat saya heran adalah kenapa paspor biasa atau hijau hal tersebut tidak berlaku. Ketika saya foto untuk paspor saya melihat gambar bagaimana cara menfoto wanita yang memakai tutup kepala di ruang foto imigrasi. Apakah itu tidak berlaku juga untuk paspor dinas ?? Kebetulan yang paspor dinas ini kita tinggal menyerahkan foto dan tidak perlu foto langsung.

Ada satu kisah yang telah dimuat tentang pelarangan tsb :

Wartawati Harian Kompas, Elly Rosita nyaris batal bergabung dengan delegasi wartawan peliput kunjungan Presiden Megawati Soekarnoputri yang akan bertolak ke Kamboja mengikuti KTT ASEAN pada 3 – 5 November 2002 ini. Elly sempat terganjal dalam pengurusan paspor biru (paspor dinas negara bukan diplomatik) yang diproses di Departemen Luar Negeri RI (Deplu). Masalah ini disorot karena alasan terlambatnya pengurusan paspor, terkait pasfoto Elly yang mengenakan jilbab. Deplu minta Elly setor pasfoto tanpa jilbab, kalau tidak paspor sulit diproses.

……

Yang menarik, sebagaimana diberitakan Detikcom Jumat lalu, Kepala Biro Pers Istana Presiden, Garibaldi Sujatmiko mengaku pelarangan pasfoto berjilbab merupakan aturan Deplu. Dan untuk menjelaskan soal pelarangan itu, ia perlu mencari dasar aturan yang hari itu terselip entah di mana.

….
Meski kemudian pihak Deplu melunak dan mau memproses paspor Elly –sekaligus menarik kembali aturan yang mengharuskan paspor biru menggunakan pasfoto tak berjilbab–,

Bukankah kalau kita fikir ini negara dengan mayoritas muslim justru sangat aneh malah menghambat seorang muslimah menjalankan ibadah. Pernah saya baca kalau di Rusia justru muslimah dapat menggunakan kerudung pada paspornya. Kenapa Indonesia tidak ?

Sepertinya jika ada kemauan dan keberanian untuk mengatakan tidak dan mempertahankan apa yang kita yakini. InsyaAllah ada jalan. Saya salut terhadap wartawati tersebut mempertahankan apa yang diyakininya. Semoga kita pun dapat melakukannya, jika tiba-tiba hal itu harus kita alami.

Dan siapa di antara kamu semua tetap taat kepada Allah dan RasulNya serta mengerjakan amal yang soleh, Kami akan beri kepadanya pahala amalnya itu dua kali ganda dan Kami sediakan baginya limpah kurnia yang mulia. (QS. Al Ahzab: 31)

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Al Maidah:50)

  1. wah salut atas perjuangannya! Tetap istiqomah ya!

  2. Informasi yang sangat bagus Bu.

    • hakky
    • November 30th, 2006

    alhamdulillah, ane punya sedulur yg tulisannya menyegarkan qolbu, menjadi nasehat bagi yg berakal sehat.
    meski dulur yg satu ini, fisiknya tidak terlalu berat namun nasehatnya berbobot & jenail. ane jadi ingat salah satu episode dlm kehidupan shahabat. dlm suatu riwayat disebut bahwa Abu dzar al-ghirafi ra pernah diledek shahabat lainnya karena kaki betis abu dzar ra yg kecil. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mendengar dan langsung membela abu dzar dgn ungkapan bahwa betis abu dzar yg kecil & ringan itu ternyata lebih ‘berbobot’ dibanding gunung uhud.
    Allohu akbar.
    selamat berjuang…..

    • SJ
    • Februari 2nd, 2007

    wah.. menarik yah, ternyata ada juga peraturan pemerintah yang seperti itu.

    salut atas perjuangannya! ^^

    iin : saya kira perlu adanya sosialisasi peraturan2 seperti itu
    jadi tidak ada penafsiran berbeda

    • eid
    • Februari 14th, 2007

    Jazzakillah atas Infonya.

  3. wah iya tuh… aku juga waktu itu gak jadi lho bikin paspor biru [sebagai anaknya bapak hehehe] lagian toh ke Taiwan gak kepake juga. ya sudah tak kubuat lah si paspor biru.

    iin : iya susah juga,
    jika in mo lanjutin S3 ke negara yang minta paspor biru
    semoga peraturan dapat memudahkan muslimah
    tidak mempersulit lagi

    • vita
    • Maret 11th, 2007

    bu..perkenalkan..sy vita, dosen elektro its. minta izin, sy pasang link artikel ini ya, di slh satu milis. ndak papa to? itung2 promo.. hehe..trims

    iin : silahkan ….😀
    smg berguna

  4. Yang terpenting adalah mempertahankan prinsip kita sebgai seorang muslim/ muslimah. Jika tidak kita hanya kan terombang ambing dalam peradaban ini. Hebat secara kuantitas namun sayang, kita bagaikan buih.

    • Ani Soekarno
    • April 18th, 2007

    Assalamualaykum

    Salam kenal yah. Sedikit sharing pengalaman, waktu tahun 93 ke Jepang, memang paspor biru waktu itu harus buka tutup kepala. Akhirnya saya dan beberapa senior, lebih cenderung menggunakan paspor hijau ketika paspor biru sudah habis masanya.

    Tetapi alhamdulillah terakhir ini, tahun 2006 an ketika saya membuat paspor biru utk tujuan dinas ke LN lagi, sudah diperbolehkan menggunakan foto berjilbab, termasuk teman yang lanjut studi ke Jepang juga menggunakan foto berjilbab.

    Memang katanya ada kasus utk negara Eropa (Prancis dll) dan US paspor dinas dgn foto berjilbab, kerap ditolak pada saat apply visa.
    Demikian sedikit sharing.


    iin : info yg bagus,
    hhm temen sy tahun 2006 kok pd g pake yg jepang ya ?
    InsyaAllah nanti kalau diberi kesempatan S3, sy akan berusaha

    • wawan
    • November 4th, 2007

    buka aja jilbab nya.. gitu aja kok repot.lebih cantik gak pake jilbab!

  1. Juli 21st, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s