Kepada Pengurus Masjid Besar Taipei


Seperti biasa setiap maghrib selama bulan Ramadhan saya pergi ke Masjid Besar Taipei. Setelah berbuka biasanya saya tidak langsung pulang menunggu Isya sekalian tawarih. Saat itu saya menuju ruang sholat wanita untuk membaca Al Qur’an, di tengah jalan bertemu takmir masjid besar. Tiba-tiba dia berkata sambil menggerakkan tangan “Ni de bengyo ( Teman kamu ) ?”  Oh saya mengerti apa maksudnya dia mencari teman saya. Memang teman saya ini fasih berbahasa mandarin maklum di sini kuliah bahasa mandarin.

“bu zhai. She does not come here”,

“Would you help me ?” Sambil menunjukkan sebuah surat.

Surat tersebut saya ambil, terlihat tertulis Kepada Pengurus Masjid Besar Taipei. Saya mengerti ini berasal dari orang Indonesia. Saya buka surat tersebut. Wah, berbahasa Indonesia !!

“Do you want me translate this for you?”

“Yes, Can you speak chinesse?”

“Bu tai hao. wo shou te yindianr(Tidak bagus, bicara sedikit) Wo hui shuo Ing Wen (Saya bisa bicara Inggris)”

“Wait …..”

Dia pergi memanggil seorang pengurus masjid lain yang bisa berbahasa Inggris. Kemudian saya bacakan isi surat tersebut.

Inti surat :

……nama saya XXX, saya bekerja di taiwan 3 bulan untuk masa kontrak 3 th. Majikan saya agak cerewet dan saya tidak pernah diberi waktu libur. Namun mereka menghargai Islam sebagai agama saya. Saya boleh sholat dan puasa. Sampai sekarang saya tidak tahu kapan waktu sholat dan imsak untuk taiwan. dapatkan saya mendapatkan informasi tentang hal tersebut. Terima kasih atas bantuannnya….

“Ok, terima kasih nanti kami akan mengirimkannya. Ada alamat ?”

“Iya ini alamatnya”

Subhanallah walaupun jauh dan susah untuk keluar TKI masih memiliki keinginan untuk menjalankan agamanya. Memang biasanya TKI disini dapat libur hari minggu, tapi itu tergantung majikannya.

  1. Gak usah jauh-jauh ke taiwan Bu. Di Indonesia juaga ada. 😛

    http://ratna.wordpress.com/2006/10/16/renungan-di-ujung-ramadhan/

    • Irawan
    • Januari 25th, 2007

    Assalaamu’alaikum,

    hi hi, jadi inget, HP sering berdering karena banyak yang nanyain jadwal sholat/imsak dan puasa

    Ternyata, emang rejeki tuh kagak melulu berupa fulus ya…

  2. Assalamu ‘alaikum, Mbak Nur Aini

    Bulan lalu saya berkunjung ke Taiwan, diundang sebuah yayasan di bidang kesehatan.

    Setelah itu saya berkunjung ke masjid besar Taipei, ke kampus NTUST, lalu Chungli, dan terakhir ikut menghadiri tabligh akbar di masjid Kaohsiung bersama para TKI saat mereka mengundang Ust Yusuf Mansur.

    Insya Allah kunjungan saya ke tempat-tempat tersebut akan saya muat pada majalah Suara Hidayatullah edisi mendatang.

    Saya minta izin tulisan Mbak Nur di atas untuk saya kutip untuk memperkaya tulisan saya di majalah.

    Terima kasih sebelumnya.

    Saiful Hamiwanto
    Redaktur Senior Majalah Suara Hidayatullah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s