Benarkah mereka takut putih ?


Ketika itu saya berada di masjid besar Taipei, saya melihat seorang muslimah memakai jaket jeans,celana jeans dan kerudung. Kerudungnya pendek dan jaket yang menutupi baju ketat. Ketika muslimah ini sujud maka terlihatlah punggungnya. Selesai muslimah tsb sholat saya bersama teman berusaha memberitahunya untuk meminjam mukena di lemari belakang. Dia tersenyum, ntah kami tidak mengerti apa maksud senyumannya.

Lama kemudian saya berpikir untuk berpikir khuznudzon kepadanya. Saya sadar bahwa dia adalah TKW dari indonesia. Karena saya teringat seorang TKW pernah bercerita,”Ketika kami berada di bandara hendak meninggalkan tanah air, koper kami diperiksa satu persatu oleh PJTKI. Jika di dalam koper tersebut terdapat mukena, mukena tsb diambil”. Ketika ditanyakan ke PJTKI kenapa mukena tersebut diambil, maka dijawabnya bahwa orang taiwan takut dengan putih-putih. Maka pergilah mereka ke taiwan tanpa membawa peralatan ibadah.

Sungguh bagi saya ini tidak masuk akal. Itu adalah alasan yang dicari-cari. Teman-teman saya sekamar tidak pernah takut melihat saya mamakai mukena. Melihat kondisi mereka yang harus bekerja dengan libur hari minggu saja dan jauh dari tanah air membuat mereka menjadi stress. Apalagi tidak mengingat Allah.

Meskipun begitu saya harapkan TKW tetap bisa melaksanakan sholat dengan pakaian yang menutup aurat dan suci. Tidak perlu harus mukena. Selalu istiqomah dimanapun kita berada πŸ™‚

  1. ini komentar teman lewat email :
    Dia tersenyum maka kita harus membalas dengan senyuman
    pula karena senyum adalah shodaqoh:).tapi seharusnya
    tidak berhenti di situ–mungkin ukhti terfokus ama
    senyumannya–, kita seharusnya bertanya “kenapa kok
    tidak pakai mukena?”.cukup dengan pancingan 1
    pertanyaan itu semuanya akan jelas.apakah memang ada
    keterkaitan pengalaman ukhti dibandara dengan
    persoalan TKW ini.karena bisa saja TKW itu memahami
    dengan berpakain tersebut sholatnya sah padahal
    didalam sholat itu aurot harus tertutup
    sempurna
    ———————
    comment saja langsung, pakai nama samaran tidak masalah πŸ™‚

  2. Maaf, ada yang salah sepertinya itu pengalaman beberapa orang TKW bukan saya. Saya di bandara tidak bermasalah dengan mukena.
    yang memeriksa adalah PJTKI bukan petugas bandara

  3. Komentar teman lain lewat email juga :

    kemungkinan lain sangat kecil sekali TKW itu
    beranggapan dengan berpakian putih2 orang taiwan takut
    sebab TKW itu setiap sholat pasti melihat orang pakai
    mukena

  4. disini yang beranggapan itu PJTKI bukan TKW. sbg pekerja dengan pendidikan tidak terlalu tinggi mereka nurut aja apalagi mereka tidak pernah ke taiwan.Jadi menurut saya itu alasan yang dibuat-buat oleh PJTKI. Mungkin supaya mereka konsentrasi dengan pekerjaan, tidak banyak waktu yang terbuang untuk sholat

    • Irawan
    • Januari 25th, 2007

    Assalaamu’alaikum,

    Memang ada kasus2 di mana majikan atau anggota keluarga majikan (misal anak2nya) takut atau tidak suka dengan warna putih. Apalagi kalau melihat seorang muslimah sedang sholat mengenakan mukena putih. Anaknya takut karena mengira melihat hantu dan majikan tidak suka karena kepercayaan akan warna.

    Namun, bagi PJTKI yg paham, hal ini sebenarnya sudah bisa diatasi misalnya dengan sedikit pengarahan. Yang jadi masalah adalah jika PJTKI-nya tidak mengerti atau bahkan tidak mau mengerti, walaupun pemerintah sudah berusaha mengatasi masalah ini.

    Ah, jadi inget saat di Taipei πŸ™‚

    • Irawan
    • Januari 25th, 2007

    Assalaamu’alaikum,

    nambahin πŸ™‚

    Sebenarnya kalau merujuk peraturan, tenaga kerja seharusnya memperoleh 1 hari libur per minggunya.

    Kemudian, sebenarnya juga pengurus masjid Taipei pun (thanks to Pak Salahudin, please say hello to him for me (Tang Guo Hwa) if you meet him) sudah mengusahakan agar setiap tenaga kerja memiliki ruangan sendiri di rumah majikannya. Sehingga mereka punya privasi, dan bagi yang muslim bisa menjalankan ibadahnya.

    iin : trims infonya
    Insya Allah, jika bertemu

    • Resti
    • Februari 17th, 2008

    Sekarang di Indonesia banyak mukena yg tidak harus putih, tapi berwarna-warni seperti pink muda, biru muda dll. Moga2 itu bisa dijadikan pilihan utk menghindari ketakutan pd warna putih2 itu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s