Saya bukanlah orang yang melek hukum. Terlalu rumit bagi saya untuk berinteraksi dengan hukum. Hmm padahal kondisi TKW di Taiwan, setidaknya harus punya (sedikit) ilmu tentang itu. Kepengurusan Formmit (forum mahasiswa muslim di taiwan) periode tahun lalu menutup manis kepengurusan dengan mengadakan Achievement and Advocation Motivation Training. Bapak Munarman menjadi trainer pada acara tesebut.
Sebelum hari H pelatihan Pak Munarman, berkunjung ke kota tempat kami studi, Tainan (kota di selatan Taiwan). Menurut informasi panitia, beliau datang ke Taiwan setelah melakukan perjalanan ke negara-negara yang banyak TKI/W lainnya (arab, yordania, korea, dll). Dan subhanallah, (setau saya ya kunjungan) beliau dengan biaya pribadi (huf huf…jadi ingat ketika pas jaman kuliah dulu, suka kadang sebel sama pembicara yang minta tarif tinggi..ups OOT). Kembali ke Pak Munarman, berdasarkan ilmu dan pengalaman serta survei yang beliau lakukan, yang cara yang paling cepat melakukan advokasi terhadap TKI dan TKW adalah dengan menggiatkan dari kalangan TKW dan TKI sendiri karena kalo dari mahasiswa rantainya bisa terputus karena ada kelulusan kuliah. Beliau mencontohkan kalo di Arab, TKI/W ada iuran bulanan untuk menyewa lawyer Arab yang akan siap sedia membantu bila ada TKI/W bermasalah. Menyewa lawyer negara setempat tentu akan lebih efektif. Ilmunya benar-benar digunakan untuk kemaslahatan umat (huhu jadi iri..hayoo semangat!!). Tentu orang-orang sekitarnya akan berbangga kali ya, bila melihat perjuangan beliau.
Nah, secara tadi ceritanya saya gak melek hukum, so sebelumnya saya juga tidak tahu siapa Pak Munarman itu. Setelah mengikuti kegiatan beliau selama di Taiwan, saya menjadi kenal siapa beliau. Sosok yang menginspirasi tentunya.
Dan………………tiba-tiba foto Pak Munarman muncul di detik.com dengan baju dan ikat kepala hitam. Kaget juga…dan hari berganti hati, pemberitaan semakin heboh. Banyak yang memberikan ulasan sana sini, dan mungkin banyak yang memberikan pandangan negatif terhadap tindakan Pak Munarman. Namun, di mata saya, beliau adalah tipikal orang, just say the right thing, no matter what.
Dan tindakan beliau dengan meminta “keadilan hukum” memang menyentakkan. Beliau melakukan tindakan berisiko tinggi. Orang no 1 Indonesia diminta mengesahkan pembubaran Ahmadiyah (harusnya ini memang udah dari dulu disahkan), baru kemudian beliau “menyerahkan diri’ ke polisi. Agama Allah yang dia bela, dan Allahlah yang akan meneguhkan pijakannya di bumi (Muhammad:7) amin..amin..
Ditulis oleh Seorang Mahasiswi Muslimah di Taiwan