Arsip untuk Kategori ‘ Linux ’

Membuat daemon dengan Screen

Buat yang suka memakai terminal console di Linux, biasanya sudah tahu bagaimana cara membuat sebuah proses menjadi daemon. Yup biasanya memakai karakter ‘&’ setelah command. Kelemahan daemon dengan menggunakan karakter tersebut adalah kita kesulitan melihat log proses atau melihat proses yang sedang terjadi. Alih2 kita harus buat program untuk membuat log file. Iya kalau program tersebut buatan kita sendiri, kalau tidak ? Ya selamat ngoprek koding program tersebut. Untuk itu saya sekarang lebih suka menggunakan screen, sebuah program kecil yang sangat membantu saya. Caranya cukup simpel.. Tinggal ketik screen, anda akan pindah ke console bayangan dan tekan spasi. Di dalam console baru tersebut anda bisa ketik perintah-perintah Linux. Terus, bagaimana cara balik ke terminal lama. Cukup simple juga :) tekan Ctrl A dan D. Ingat Ctrl A dan D. Jangan keblabasan Ctrl D saja. kalau Ctrl +D berarti anda mematikan terminal screen-nya. Jika sudah keluar dari terminal screen, kita bisa melihat daftar screen yang baru kita buat dengan perintah :
screen -list
There are screens on:
    18694.pts-0.test    (03/09/10 11:28:02)    (Detached)
    18479.pts-0.test    (03/09/10 11:26:31)    (Detached)
    26057.pts-4.test    (02/09/10 14:34:46)    (Detached)
Jika kita ingin kembali ke screen yang baru kita buat tersebut dapat kita ketik perintah
screen -r nomorscreen
misal :
screen -r 18694
jadi mulai sekarang anda bisa buat proses sebanyak-banyaknya dengan screen.

Surabaya Silicon Valley mulai terlihat

Temen saya bilang, ” Iin become powerless nih … without internet”
Ada lagi yang bilang, “in bakalan shock deh … biasanya pake IP visible, internet wus wus, skr ….”
Mungkin bener juga apa yang dikatakan teman saya pada saat bulan pertama disini. Something missing gitu lah. Biasanya ditemani temen-teman Joomla Developer, tiba-tiba harus sendiri disini. Satu commit pun tidak bisa saya lakukan. Hanya dua buah paket instaler joomla di debian yang dapat saya kontribusikan.

But Now …. I am truly alive !! Yes, Alhamdulillah. How come ?

Karena saya punya kekuatan nafas baru disini. Nafas itu tidak lain adalah mahasiswa saya sendiri. Without them, I am NOTHING.

Ebizz Family
8 laki-laki ini mengganggap “code for fun”. Kita adalah satu keluarga. Disini saya bagai wanita di sarang penyamun. Untuk membimbing mereka saya bekerjasama dengan Pak Bekti, Pak Bambang dan Pak Didit. Kita punya 3 riset : Puspa Maya, NusantaraView dan MySkull.


Ada 2 orang yang g ada … sapa ya ?

Tiap minggu kita mengadakan lab meeting. Mereka saling membantu dan berdiskusi, bahkan main2 :lol: Kayak begini, nentukan pilihan harus main jempol-jempolan. Duh bikin acara lab meeting nggak selesai2 ! Cape deh Read more

Pemaketan Paket berdatabase dalam Debian

Paket sudah terinstall, namun database yang merupakan bagian terpenting belum ter-generate secara otomatis sepertinya kurang afdhol. Masak usernya yang diminta bikin database sendiri.

Saya juga sudah buat contoh programnya disini

Yuk kita buat installernya sekarang dengan bantuan dbconfig, bismillah :)

#apt-get install dh_make dbconfig-common

1. buat direktori paket kita. Ingat nama direktori formatnya seperti ini : namapaket-versi. Sebagai contoh nama paket kita iin dan versi 3.0, maka nama direktorinya iin-3.0

#mkdir iin-3.0
#cd iin-3.0

2. seperti biasa kita jalankan dh_make
#dh_make -n

Type of package: single binary, multiple binary, library, kernel module or cdbs?
[s/m/l/k/b] s

Maintainer name : Nur Aini Rakhmawati
Email-Address   : aini@darqueenice
Date            : Sat, 10 Jan 2009 14:56:39 +0700
Package Name    : iin
Version         : 3.0
License         : gpl
Using dpatch    : no
Type of Package : Single
Hit to confirm:
Currently there is no top level Makefile. This may require additional tuning.
Done. Please edit the files in the debian/ subdirectory now. You should also
check that the iin Makefiles install into $DESTDIR and not in / .

3. buat direktori web dan db (sembarang sih, hanya untuk mengelompok file2 web dan script SQL aja)
#mkdir web
#mkdir db
Read more

Pemaketan Web dalam Debian

Pemaketan biner atau source seperti C ataupun C++ dapat kita cari tutorialnya dimana-mana. Namun untuk paket web agak sukar ditemukan. Pemaketan web dapat kita lakukan dengan bantuan wwwconfig atau cukup debconf saja.

Yuk kita buat sekarang, bismillah :)
apt-get install dh_make debconf

1. buat direktori paket kita. Ingat nama direktori formatnya seperti ini : namapaket-versi. Sebagai contoh nama paket kita iin dan versi 2.0, maka nama direktorinya iin-2.0

#mkdir iin-2.0
#cd iin-2.0

2. seperti biasa kita jalankan dh_make

#dh_make -n
Type of package: single binary, multiple binary, library, kernel module or cdbs?
 [s/m/l/k/b] s
Maintainer name : Nur Aini Rakhmawati
Email-Address   : aini@darqueenice
Date            : Sat, 10 Jan 2009 14:56:39 +0700
Package Name    : iin
Version         : 2.0
License         : gpl
Using dpatch    : no
Type of Package : Single
Hit to confirm:
Currently there is no top level Makefile. This may require additional tuning.
Done. Please edit the files in the debian/ subdirectory now. You should also
check that the iin Makefiles install into $DESTDIR and not in / .

3. buat direktori web (sembarang sih, hanya untuk mengelompok file2 web aja)

#mkdir web

4. buat file tes.php. di web tersebut. isinya apa ya ? hhhmm biar simple isinya begini aja deh :

echo "belajar buat paket bersama";
?>

5. Ubah isi dirs di dalam direktori debian menjadi :

etc/iin
usr/share/iin

Sebagai catatan, menurut aturan yang ditetapkan debian kita harus meletakkan file2 web kita di /usr/share/namapaket. Tidak boleh langsung ditetap di /var/www meskipun /var/www adalah dokumen root web default di debian. Read more

Paket Debian Sederhana Tanpa Kompilasi

Saya baru tahu kalau ada debian package maker GUI (debian package maker ) :oops: dari mahasiswa saya. Sebelumnya saya lebih suka membuat from scratch. Untuk yang baru belajar membuat paket debian, tools ini  dapat menjadi pilihan. Tapi perhatikan dulu tutorial saya sebelumnya. Jangan asal sembarang klik dan klik.

Yuk kita kembali ke scratch lagi, lebih maknyuss begitu :D

buat direktori paket kita misalnya paket kita namanya iin dan mempunyai versi 1.0. Dalam menulis aturan direktori paket dan versi dipisahkan tanda minus (-)

aini@aini-desktop:~$ mkdir iin-1.0
aini@aini-desktop:~$ cd iin-1.0/

sekarang kita buat paket dengan bantuan dh_make.
aini@aini-desktop:~/iin-1.0$ dh_make -n -e aini@aini.org
Type of package: single binary, multiple binary, library, kernel module or cdbs?
[s/m/l/k/b] s
Maintainer name : Nur Aini Rakhmawati
Email-Address   : aini@aini.org
Date            : Sat, 10 Jan 2009 09:30:51 +0700
Package Name    : iin
Version         : 1.0
License         : gpl
Type of Package : Library
Hit to confirm:
Currently there is no top level Makefile. This may require additional tuning.
Done. Please edit the files in the debian/ subdirectory now. You should also
check that the iin Makefiles install into $DESTDIR and not in / .
Make sure you change the package name from iinBROKEN to something
else, such as iin1 in the debian/control file.

Read more

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.135 pengikut lainnya.