Setiap anak itu unik
Dulu waktu single, saya kadang bosan jika ada seorang ibu yang memuji anaknya bisa ini bisa itu. Namun setelah mempunyai anak saya paham, mengapa seorang ibu bercerita tentang kebiasaan anaknya. Pertama, jika kita mengasuh anak dari bayi hingga tumbuh tiap bulannya pasti akan terkesima. Dulu anak cuman bisa nangis eh sekarang dah bisa menyanyi, bisa menggambar, bisa ngoceh dan sebagainya. That’s really amazing ! Kedua, bagaimanapun Ibu yang mendidik, tentunya ada kebanggaan tersendiri jika anaknya bisa ini bisa itu.
Saya boleh mengatakan wajar sih kalau seorang ibu mengatakan anak bisa ini bisa itu, namun jangan terlalu sering-sering apalagi kalau membandingkannya dengan anak orang lain dan parahnya di depan ibunya pula. It’s hurt you know ! Meskipun Ibu anak tersebut tidak mengatakannya di depan Ibu yang memuji anaknya. Saya mulai hati-hati sekali dalam berucap tentang kelebihan anak saya akrena khawatir dapat menyakiti hati ibu anak tersebut. Pada dasarnya setiap anak itu unik, tidak bisa kita membandingkan anak satu dengan yang lain, meski ada parameter perkembangan anak. Misalnya dari kemampuan berbicara, bernyanyi atau hal-hal fisik lainnya, seperti berat badan dan lain-lain. Note : belum tentu anak gemuk itu sehat dibandingkan anak kurus, belum tentu yang lambat berjalan itu lumpuh … Sebaiknya kita sedikit bicara kekurangan anak lain kecuali diminta saran dari Ibu tersebut. Misalnya “anakku ini, susah makan atau anakku ini lambat bicara, gmn ya !” Nah, pada saat itu anda boleh berkata “Anak saya umur x bulan, bisa berbicara karena begini begini …”
Wahai Ibu .. jagalah lisanmu … posisikan anda jika anda merupakan ibu dari anak yang memiliki kekurangan tersebut. Dan belum tentu anak anda yang sehat dan pintar itu akan selalu dalam kondisi tersebut
setuju mbak, tiap anak itu unik, dengan segala karakter dan “kenakalan” nya.