Suhu pagi ini lumayan dingin sekitar 11 derajat membuat orang malas untu keluar pagi-pagi. Namun hal itu tidak menghalangi untuk mengayuh sepeda ke masjid besar. Tepat pukul 7.45 kami mendampingi pengurus Masjid Besar untuk pergi lagi ke penjara Yilan.
Tempat yang pertama kami singgahi adalah Penjara Laki-laki. Sebelum semua tahanan dipanggil para pengurus masjid besar melakukan negoisasi dengan kepala penjara. Karena kita masih dalam suasana imlek, kita diberi hadiah minuman keras. Tentu saja kami langsung bilang kami tidak minum. Itulah aturan kami sebagai seorang muslim.
Selanjutnya kami dipertemukan oleh para tahanan muslim yang kira-kira 98% berasal dari Indonesia, sedangkan yang lain berasal dari pakistan dan srilangka. Hasil pertemuan tersebut dapat dilihat di website formmit. Dari hasil pertemuan tsb, Subhannallah semangat ke-Islaman mereka masih kuat meskipun di penjara. Ada bagian di website Formmit yang belum diceritakan yaitu saat salah satu tahanan dari Srilangka meminta
makanan yang benar-benar halal. Menurutnya, meskipun makanan benar-benar bebas dari babi belum bisa dikatakan halal, karena belum tentu Ayam tersebut disembelih dgn nama Allah. Permintaan ini sangat berat dipenuhi karena penguhuni tahanan tidak hanya muslim. (Jangankan di dalam tahanan, kita yang bebas di luar saja sering makan vegetarian dan ikan kalaupun makan daging harus masaka sendiri dan beli di masjid)
Setelah itu kami pergi ke penjara Wanita. Pada kunjungan sebelumnya kami harus mengunjungi setiap sel tahanan, namun kali ini kita langsung bertemu di aula yang beberapa hari sebelumnya dipakai acara IMLEK. Kami membagi mie, saos dan uang. Tak lupa 10 Al Qur’an dengan terjemahan Indonesiayang merupakan sumbangan dari pemerintah Arab Saudi. Untuk menjaga ketertiban Al Qur’an tersebut diletakkan diperpustakaan penjara. Bagi siapa yang membaca dapat mengatakan kepada sipir penjara untuk diambilkan.
Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi jika mereka tidak masuk Taiwan secara ilegal atau kabur dari majikan. Hampir 7000 org TKI kabur dari majikan, karena iming2 teman bahwa kerja di tempat lain lebih baik ataupun mereka tidak tahan dengan perlakukan majikan atau juga karena agency (PJTKI) yang nakal memotong uang mereka. Mereka tidak tahu karena konsekuensi kabur menyebabkan mereka ditahan. Jika sudah masuk tahanan sungguh sangat ruwet prosesnya. Rata-rata para TKI kaburan dan Ilegal tersebut tidak punya uang. Padahal untuk memulangkan dan menangani proses tersebut butuh uang. Hidup mereka pun terpaksa di tahanan entah sampai kapan. Namun bisa saya katakan petugas penjara disini lebih baik daripada di Indonesia.
Tulisan terkait :
http://ai23.wordpress.com/2007/11/08/dari-penjara-ke-penjara/
http://ai23.wordpress.com/2007/11/10/dari-penjara-ke-penjara-bag-2/

Meskipun petugas di sana lebih baik, tapi penjara di sini lebih nyaman lho Bu.
iin : wah Kholimi pernah masuk penjara indonesia nih
jadi penasaran
penjara di Indonesia kayak hotel loch Bu…
Alhamdulillah… Ada mi deh ceritanya.. Artinya saya lega ternyata Adik sehat-sehat aja kupikir sakit lho….
Sandiwara Di dunia itu, yah kita hanya dapat berdoa kepada Allah. Semoga para Napi di Taiwan itu diberi kekuatan dan ketabahan serta Iman.
iin : amiin
bener2 akhwat yg tangguh
) cuma gojek kan dikit
semoga anti juga diberi kekuatan sekolah disana jangan ikut2 an kabur dari majikan (eh kuliah punya majikan gak ya? he he
iin : amiin
majikannya Professor
wah, saya tertarik sekali dengan judulnya. kebetulan saya sedang tugas akhir dengan kasus penjara anak laki-laki.. salam kenal..
mulanya saya pikir, mbak (saya panggil mbak saja ya..) adalah penghuni penjara, tapi ternyata bukan. hehe.. sepakat banget, mbak.. walopun saya belum pernah lihat langsung penjara di luar Indonesia, tapi dari studi literatur saya jadi tahu bahwa standar pengelolaan penjara di luar jauh lebih baik dan manusiawi dibanding di sini.
buat ke depannya, boleh tanya2 ato wawancara soal penjara ini kan??
nuhun,
shally
iin : shally, mohon baca saja dari tulisan terkait
saya tdk yakin dapat menjawab pertanyaan anda
karena ini bukan bidang saya
Bagaemana fasilitas IT di penjara Taiwan bu ?
Eh, pertanyaannya gak nyambung ya.
Ma’af bu, lama gak silaturrahmi ke sini, eh gak taunya sudah merambah ke penjara Taiwan segala.
Bu… di kampus kami ada dosen baru dari Teknik Elektro ITS, namanya bu Timor. Oleh karena ibu ngetop, dia kenal juga sama bu Iin.
Salam dari bu timor …
iin : wah g tahu Pak Herianto
Alhamdulillah dan astaghfirullah kalo saya dianggap nge-top
namun aneh, di web ITS saja tdk pernah muncul
Salam kenal balik deh
Salut. Semoga perjuangan di Taiwan berhasil, insya Allah. Ngomong2 apa para TKI yg di penjara di Taiwan gak bisa diusahakan utk dibawa pulang ke Indonesia? Kasihan sekali ya orang yg mencari kerja demi sesuap nasi aja bisa ditahan di penjara.
iin : tidak semudah itu memulangkan mrk
-Jml TKI di taiwan mencapai 100rb lebih
-butuh biaya yang tidak sedikit
-sedangkan Mahasiswa yang peduli thd nasib TKI bisa dihitung dengan jari
Kalau mereka tidak melakukan kesalahan spt yg saya sebutkan di paragraf terakhir, insya Allah mrk tdk akan di penjara
Betul, tapi kalo gara2 kabur dr majikan sampe ditahan tanpa batas ya gak manusiawi namanya. Apalagi sampe mereka gak tahu kalo kabur bakal dipenjara. Apakah ada proses hukum sebelum dipenjara? Kalo memang iya, kan mustinya ada bantuan hukum utk mereka.
Yg namanya pekerja ilegal di Eropa pun banyak. Tapi yg di tahan gara2 kabur ya gak ada. Paling ditahan sebentar di imigrasi utk dideportasikan. Yg dipenjara itu ya kriminal namanya. Ngeri juga ya di Taiwan.
iin : kami, bbrp mhs yang tergabung dalam di formmit tdk punya kapasitas lebih dari itu
kami mengusahakan setiap mgg untuk melakukan training komputer, wirausaha, mandarin selain itu kami juga membuka konsultasi sekaligus himbauan bagaimana survive di taiwan termasuk peraturan ketenaga kerjaan
Kami berharap para TKI tsb tdk kembali kesini dengan bekal ketrampilan yang mereka miliki
Saya salut kepada rekan2 mhs tsb yang telah bekerja dgn sukarela tanpa imbalan
meskipun mrk pun harus masih membagi waktu mrk antara riset dan kuliah
Pekerja ilegal di Eropa mungkin lebih berduit drpd TKI
Disini mrk yg dtg mrp org yg terpaksa dtg ke sini
Monggo Bpk dekisugi dtg kesini
Lihat keadaan mrk disini, mungkin Bpk dapat membantu mrk dalan segi hukum
Saya sangat berharap kedatangan Bpk
atau mungkin bpk punya LSM atau punya jaringan ke Pemerintah yang dapat membantu mrk
semoga tetap semangat untuk berjuang bu.
Terimakasih atas keperdulian telah mau berbagi dengan sesama, semoga Allah memberikan jalan keluar dari semua ini.
[...] http://ai23.wordpress.com/2008/02/15/kami-masuk-penjara-lagi/ [...]